
"Syarat apa?" tanya Rama.
"Cuma dua syarat doang kok Mas. Boleh ya?"
"Yaudah, kalau gitu apa?" tanya Rama lagi.
"Syarat pertama Nayra adalah ... Nayra minta ke Mas Rama, kalau Mas Rama bener-bener mau belajar untuk menCintai Nayra sepenuh hati," ujar Nayra.
Rama lalu mengangguk. "Lalu, syarat yang kedua?"
"Syarat kedua, em ... apa ya ...." Nayra tampak berpikir keras saat memikirkan syarat kedua untuk Rama.
"Buruan Nay, ini udah malem lho. Atau, mendingan nanti aja, kita mandi dulu trus ngaji," usul Rama.
"Boleh juga tuh Mas."
"Tapi inget ya Mas, cuma mandi," imbuh Nayra.
"Iya Nay."
Akhirnya Nayra dan Rama lanjut mandi. Lalu, setelah selesai mandi, pasangan suami istri itu langsung melakukan suatu kegiatan positip, yaitu ngaji.
Kembali ke Bila dan Varell. Kedua pasang ... eh, salah. Kedua orang tersebut masih berada di dalam kantornya Rama, meski jam sudah menunjukkan mau tengah malam.
Bila terlihat sudah sangat mengantuk. Sementara itu, Varell tengah sibuk dengan semua dokumen yang ada di mejanya Rama.
Varell tidak tega saat melihat Bila yang tertidur di atas sofa, dan memutuskan untuk mengantarkan pulang Bila.
"Bil," panggil Varell dengan lembut sambil menggoyang-goyangkan bahu Bila.
__ADS_1
"Em ... hoam, ada apa Kak?" tanya Bila dengan suara khas orang bangun tidur.
"Kakak anter kamu pulang yuk, udah mau tengah malem ini," ujar Varell.
"Em ... iya Kak. Bila juga udah ngantuk banget ni, ayo."
Varell dan Bila segera bergegas untuk pulang dari kantor yang super besar tersebut.
Sesampainya dirumah, Varell langsung mengetuk pintu dan di sambut oleh Ibu Bila.
"Assalamualaikum," salam Varell dan juga Bila.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu Bila sambil membuka kan pintu.
"Eh, udah pulang ya?" tanya Ibu Bila.
"Sudah Tan, saya kesini cuma mau nganter Bila aja. Saya pamit mau ke kantor lagi ya, mari Bil, Tan," ucap Varell.
"Mungkin, besok aja Tan."
"Oh yasudah kalau begitu."
"Kalau begitu, saya permisi dulu ya. Assalamualaikum," salam Varell.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu Bila dan juga Bila.
Saat Varell sudah pergi dengan mobil miliknya, barulah Ibu Bila dan juga Bila masuk kedalam Rumah. Sesampainya di dalam Rumah, Ibu Bila langsung menanyakan tentang kelanjutan hubungan Varell dan Bila.
"Jadi gimana?" tanya Ibu Bila.
__ADS_1
"Gimana apanya Bu?" tanya Bila balik.
"Ya hubungan kamu sama Varell lah Bil, memangnya apa lagi coba," jawab Ibu Bila dengan gemas.
"Oalah, jadi itu yang Ibu maksud?"
Ibu Bila lalu mengangguk.
"Jadi gimana Bil? Ibu penasaran banget ni," ucap Ibu Bila.
"Kami berdua cuma berteman aja kok Bu," jawab Bila.
"Yah ... kok temenan doang sih. Apa besok, kalian menikah aja? Nanti ibu akan bilang rencana ini ke ibu Molly. Gimana menurut kamu, Bil?"
"Apa Bu?" tanya Bila dengan nada berteriak.
"Berisik Bila," ucap Ibu Bila sambil membungkam mulut Bila.
Bila lalu menepis tangan ibunya karena membuat Bila tidak bisa berbicara.
"Ih ... Ibu apa-apaan sih," ucap Bila kesal.
"Ya kamu sih, pake acara teriak-teriak segala," balas Ibu Bila dengan kesal juga.
Kedua anak dan ibu tersebut selalu seperti ini, hingga pada akhirnya, Ibu Bila menanyakan hal yang tadi dia tanyakan.
"Jadi gimana? Kamu mau kan, nikah sama nak Varell?" tanya Ibu Bila.
"Bila ...."
__ADS_1
Bersambung💖