Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Om-Om Tua


__ADS_3

"Waalaikumsalam, ada apa lagi Kak?" tanya Bila.


"Ee ... ini Bil, Kakak cuma mau bilang ...." Varell bingung harus mengatakan apa.


"Halo Kak?"


Varell tepelonjat kaget saat Bila memanggil dirinya. "Eh, iya Bil. Maaf ya, tadi Kakak ngelamun sebentar. Ini, Kakak cuma mau bilang, gimana kalau kita jalan berdua di kantor Rama aja?" usul Varell.


"Gimana, kamu mau nggak?"


"Aku ...." Bila menjeda ucapannya sebentar, dan itu membuat Varell menjadi salah sangka terhadap Bila.


"Kamu nggak mau ya Bil?" tanya Varell dengan nada sedih.


"Eh, eh, Bila bukannya nggak mau Kak, Bila cuma ...."


"Cuma apa Bil?" tanya Varell.


"Bila cuma takut aja Kak." Bila berucap dengan nada sedih.


"Takut kenapa Bil? Kamu takut sama hantu? Kamu tenang aja, kalau soal hantu. Kan ada Kakak. Kakak bakal ngelindungi kamu Bil," ujar Varell.


Setelah mendengar ucapan dari Varell, pipi Bila memerah sempurna dengan jantung yang berdebar-debar.


"Bu-bukan karena hantu Kakak," kesal Bila dengan suara yang gugup.


"Trus karena apa dong?" tanya Varell.


"Karena, Bila takut sama om Rama, Kak," ucap Bila.


"Lho, kenapa kamu takut sama Rama?" tanya Varell yang tidak mengerti dengan maksud dari Bila.


"Kan tadi Kakak bilang, kalau kita mau jalan ke kantornya om Rama. Nah, Bila takut kalau om Rama sampai marah sama kita Kak, gara-gara kita main-main di kantor om Rama, Kak," ujar Bila dengan panjang lebar agar otak lelet Varell mengerti.


"Oh ... jadi begitu ya?" tanya Varell.


"Iya Kak."


"Kalau soal itu, kamu tenang aja Bil. Soalnya, yang nyuruh Kakak ngomong ini ke kamu itu Rama," ucap Varell.


"Lho, kok bisa Kak?" tanya Bila.


"Jadi begini ...." Varell menjelaskan dengan rinci kenapa dia mau mengajak jalan di kantornya Rama.

__ADS_1


"Oalah, jadi begitu toh. Kalau begitu, Bila mau banget Kak. Bila juga mau gendong anaknya Nayra," ucap Bila dengan semangat.


"Rama sama Nayra udah mau punya anak. Kita kapan Bil?" tanya Varell.


"Eh."


Seketika, keadaan yang tadinya hangat dan penuh canda tawa, kini berubah menjadi hening.


"Ee ... lu-lupain yang tadi ya Bil, Ka-Kakak cuma bercanda kok," ucap Varell dengan gugup.


Deg!


Bagaikan di sayat belati, hati Bila sakit seketika setelah mendengar Varell mengatakan kalau itu hanya sebuah candaanya saja.


"Iya Kak, nggak papa kok." Bila berucap dengan nada sendu.


'Ini aku yang salah denger atau emang Bila suaranya kayak sedih gitu ya.'


Varell menerka-nerka, kenapa suara Bila seperti tengah bersedih, padahal tadi Bila sangat bersemangat.


'Dasar om-om tua nggak punya hati. Gue udah baper gini, eh, dia cuma bercanda. Apa ini artinya, Cinta gue bertepuk sebelah tangan ya?'


Bila kesal karena sudah terlanjur baper, Varell malah bilang kalau itu semua hanya sebuah candaan. Kejamnya Varell😤


"Kak, Bila tutup telponnya ya. Bila mau beres-beres rumah dulu," ucap Bila.


"Jadi," ketus Bila.


Telepon langsung di putus sepihak oleh Bila, dan hal tersebut membuat Varell cukup bingung dengan wanita yang satu ini.


Biasanya, Varell lah yang menolak wanita. Tapi kenapa dengan Bila, Varell seperti mengemis Cinta Bila ya.


'Kok aku jadi gini sih? Aku merasa aneh di dalam hatiku saat melihat Bila. Wanita yang cantik, meski dia kasar, entah kenapa aku tidak ingin menjauhinya.'


Varell yang tidak mau pusing memikirkan hal tersebut, segera masuk ke kamar mandi.


..........


Saat Nayra sedang bermain dengan Alice, handphone Nayra tiba-tiba saja berdering, dan menandakan kalau ada yang menelepon dirinya.


"Assalamualaikum, halo Nay," salam Bila.


"Waalaikumsalam, ada apa Bil?" tanya Nayra.

__ADS_1


"Itu ciapa Mi?" tanya Alice yang melihat kalau Nayra sedang menerima sebuah panggilan telepon.


"Ini Kak Bila. Kamu mau ngobrol sama Kak Bila nggak, Alice?" tanya Nayra.


"Mau Mi!" jawab Alice dengan berteriak.


"Eh Bil, ini Alice mau ngobrol bentar sama kamu, gimana?" tanya Nayra untuk meminta persetujuan dari Bila.


"Oh, yaudah sini. Gue juga kangen sama Alice nih," ucap Bila.


"Ini Alice." Nayra menyerahkan handphone miliknya kepada Alice.


"Halo Kak Bila!" teriak Alice.


Bila bahkan sampai menjauhkan handphone dari telinganya gara-gara mendengar teriakan Alice yang luar biasa kencang.


"Pelan-pelan Alice, nanti suara kamu habis," turur Nayra.


"Maaf Mami," ucap Alice sambil menunjukkan deretan gigi ompongnya.


"Yaudah nggak papa."


"Assalamualaikum Alice," salam Bila.


"Waalaikumsalam Kak Bila," jawab Alice.


"Alice lagi ngapain nih?" tanya Bila.


"Lagi main cama Mami, Kak," jawab Alice.


"Oh ... lagi main ya. Alice, Alice mau nggak Kakak ajak ke suatu tempat."


"Kemana itu Kak?"


Bersambung💖


Kira-kira, Alice mau di ajak Bila kemana ya?🤔sembari menunggu, Author mau rekomendasiin karya Kakak Author nih, di jamin bagus💖


Judul Novel: Pesona Tuan De Luca


Author: Komalasari


Matteo de Luca adalah seorang putra mahkota dari organisasi hitam terbesar di daratan Italia. Setelah dikhianati dan hampir terbunuh dalam sebuah transaksi, ia yang tengah terluka melarikan diri ke kota Venice. Di sanalah Matteo bertemu dengan sosok Mia, gadis lembut dan sangat lugu yang mampu mengguncang dunianya.

__ADS_1


Namun, sayangnya kisah cinta mereka tak semulus percintaan dua insan biasa. Dunia yang berbeda, membuatnya harus rela meninggalkan gadis itu. Sampai suatu hari, Matteo mendengar kabar bahwa Mia akan menikah dengan pria lain. Ia pun kembali dan berusaha untuk menggagalkannya.



__ADS_2