
"Astaghfirullahaladzim." tanpa mereka sadari, ibu Sri, bunda Molly, dan juga Alice sedang melihat kejadian tersebut.
"Bunda?" Rama terkejut bukan main.
Begitu pun dengan Nayra yang langsung bangun dari tubuh Rama. Mereka berdua lalu duduk dengan kepala yang menunduk.
Ibu Sri dan bunda Molly juga duduk didepan mereka, dan tidak lama berselang, ayah datang.
Ayah terkejut melihat Rama dan Nayra duduk dengan menunduk, sementara ibu Sri dan bunda Molly sedang melihat kedua orang yang ada dihadapan mereka dengan tatapan marah.
"Ada apa ini, Bu?" tanya ayah.
"Duduk sini, Yah," titah ibu Sri dengan tegas.
Ayah langsung duduk dengan ketakutan yang tinggi.
'Sepertinya ada yang tidak beres sini.'
Ayah terus berpikir dengan semua kemungkinan kenapa kedua wanita paruh baya tersebut kelihatan marah.
"Cepertinya pernikahan mereka harus dipercepat," ucap bunda Molly.
"Aku setuju," ucap ibu Sri.
Rama dan Nayra hanya diam saja dengan pandangan yang menatap kebawah.
"Lho, memangnya kenapa, Bu? Kok pernikahan mereka dipercepat?" tanya ayah yang tidak mengerti.
Kedua wanita paruh baya tersebut langsung menatap tajam ayah, hingga ayah juga ikut menatap kebawah seperti Rama dan juga Nayra karena ketakutan.
"Rama dan Nayra tadi ingin melakukan zina. Untung saja tadi Ibu sama Ibu Molly melihat kelakuan mereka berdua," ucap ibu Sri dengan nada yang amat dingin.
Ayah sedikit marah karena Rama dan Nayra akan melakukan hal 'itu.' Padahal mereka berdua belum menikah.
"Mereka akan melakukan pernikahannya besok," ucap bunda Molly.
__ADS_1
"Setuju," ucap ibu Sri.
"Bagaimana menurutmu, Ayah?" tanya ibu Sri sambil menatap ayah dengan tatapan menakutkan.
"A-Ayah setuju aja Bu," jawab ayah sambil ketakutan.
"Kalau begitu sudah diputuskan bahwa Rama dan juga Nayra akan menikah besok," ujar bunda Molly.
"Tapi Bund ...." ucapan Rama terpotong saat bunda Molly menatap Rama dengan yang menakutkan.
"B-baik Bunda," ucap Rama yang sudah pasrah.
"Nayra?" tanya ibu Sri.
"Nayra setuju Bu," ucap Nayra.
"Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan bahwa pernikahan kalian akan berlangsung besok," ucap bunda Molly dengan senang.
"Rama, sekarang kamu anter Nayra buat cari baju pengantin untuk kalian berdua," ucap bunda Molly.
"Assalamualaikum," salam Nayra dan juga Rama.
"Waalaikumsalam."
..........
Saat berada didalam mobil, baik Nayra maupun Rama hanya diam. Kedua kaum Adam dan Hawa itu tidak sedikitpun mengeluarkan suara mereka.
Hingga Nayra yang sudah penasaran setengah mati pun mencoba untuk bertanya sesuatu kepada Rama.
"Pak, kenapa Bapak mau menikah dengan saya?" tanya Nayra.
"Kan udah saya jawab tadi," ucap Rama.
"Saya serius, Pak," ucap Nayra dengan serius.
__ADS_1
Rama lalu menghela napas sebentar. "Saya pengen berusaha untuk melupakan mendiang istri saya. Serta membahagiakan Alice. Ingat ya, ini semua demi Alice, kalau bukan karena Alice, saya nggak akan sudi buat nikahin kamu," hardik Rama.
Hati Nayra sakit saat mendengar Rama mengatakan hal tersebut.
"Saya ... bakalan membuat Pak Rama bisa jatuh Cinta dengan saya," lirih Nayra tapi dengan yakin.
"Jangan terlalu yakin kalau saya bakalan jatuh Cinta dengan kamu. Denger ya bocah, saya nggk tertarik dengan kamu yang nggak menarik itu," ucap Rama dengan remeh kepada Nayra.
"Pak, sahabat saya pernah bilang. Witing tresno jalaran soko kulino," ujar Nayra.
"Apa?"
"Cinta hadir karena terbiasa Pak," ujar Nayra lagi.
"Oke, saya tantang kamu," ucap Rama.
"Tantang apa Pak?"
"Saya tantang kamu. Kalau kamu bisa membuat saya jatuh Cinta sebelum tiga bulan pernikahan kita, kamu menang. Tapi kalau dalam tiga bulan kita menikah dan saya masih belum bisa untuk menCintai kamu, kita cerai," ucap Rama.
Deg!
Nayra terdiam, lalu dia menjawab. "Baik, saya terima tantangan Bapak," jawab Nayra dengan yakin.
'Duh, kok aku malah nantang Nayra gitu sih. Gimana kalau aku beneran jatuh Cinta sama dia.'
'Duh, kok bisa-bisanya aku nerima tantangan Guru tampan ini. Ah!'
"Kamu-" ucap Rama dan Nayra bersama.
"Bapak duluan saja," ucap Nayra.
Rama mengangguk. "Kamu kenapa bisa jatuh Cinta sama saya?"
Bersambung💖
__ADS_1