Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Bakal Jadi Istri


__ADS_3

"Bil, bangun Bil. Katanya mau bantu ibu. Kalau kamu bangunnya kesiangan gini terus, kapan kamu bakal dapet suami, Bila," ucap Ibu Bila pagi-pagi buta.


"Hoam ... Emm ... Jam berapa ya?" ucap Bila sembari membuka handphonenya.


"Hah? Ini mah masih jam lima pagi! Ahh ... Bila masih ngantuk bu!" teriak Bila dari dalam kamarnya.


"Ibu sengaja bangunin kamu jam segini, soalnya nanti kan kamu bakal jadi seorang istri yang disiplin terhadap waktu," tutur Ibu Bila.


"Hadeh ... Tapi ini kan hari minggu bu," ucap Bila lagi.


"Oh ... kamu mau ya, ibu siram pake air keran? Mau?" ancam Ibu Bila.


"Yaudah deh ... Bila bangun nih!"


"Ya ampun. Minggu-minggu bukannya nonton televisi, eh malah nyapu rumah," keluh Bila.


"Kamu ini jangan mengeluh terus, entar nggak dapet suami lho," ucap Ibu Bila.


Mendengar ucapan sang ibu, Bila hanya bisa menghela napas sembari menyapu rumahnya dengan TERPAKSA.


Saat Bila ingin menyapu keluar rumah, tiba-tiba saja dia melihat Varell yang tiba dengan mobilnya.


Membeku. Itulah yang sedang dirasakan Bila saat ini, karena Varell yang ada di depannya sangat berbeda dari biasanya. Lebih ganteng.


"Ka-kakak?" tanya Bila.


"Assalamualaikum Bila, selamat pagi," sapa Varell.


"Wa-Waalaikumsalam Kak Varell, selamat pagi juga," jawab Bila dengan senyum salah tingkah.


"Ada siapa Bil?" tanya Ibu Bila.


"Saya bu, assalamualaikum." Varell juga menyapa Ibu Bila.


"Waalaikumsalam Nak Varell, udah lama disini?" tanya Ibu Bila.


"Baru saja kok bu," jawab Varell dengan sopan dan lembut.


"Yaudah, masuk dulu sini. Sekalian makan," ajak Ibu Bila.

__ADS_1


"Eh?" Bila dan Varell langsung saling pandang. Seperti pandangan meminta ijin.


Bila lantas mengangguk setelah mengerti tanda yang diberikan oleh Varell.


"Iya bu, Varell mau."


"Bagus ...! Ayo masuk," ajak Ibu Bila dengan semangat.


Ketiga orang tersebut langsung masuk kedalam rumah.


"Bil. Nak Varell ambilin dong makanannya," ujar Ibu Bila.


"Kan Kak Varell bisa ambil makanannya sendiri. Kenapa harus Bila?" tanya Bila.


"Yee. Kamu ini."


"Nggak papa bu, biar Varell ambil makanannya sendiri."


"Bila!" bentak sang ibu.


"Iyah deh iya, mana kak piringnya. Biar Bila ambilin," ucap Bila.


"Kak ...," Bila berucap dengan nada rendah sembari melirik ibunya.


Varell lantas mengerti kenapa Bila memaksa untuk nengambilkan makanan miliknya.


"Yaudah deh. Ini Bil," ucap Varell sembari memberikan piring yang dipegangnya.


"Segini cukup kak?" tanya Bila.


"Cukup Bil," jawab Varell.


"Lauknya segini cukup?"


"Cukup kok Bil."


Setelah acara makan-makan yang singkat itu selesai. Varell langsung mengajak Bila jalan-jalan. Mengingat hari ini adalah hari minggu.


"Bu, Varell boleh ajak Bila jalan-jalan nggak?" tanya Varell.

__ADS_1


"Boleh kok. Tapi Bila belum mandi nak," ujar Ibu Bila.


"Nggak papa kok bu. Bila bahkan sudah cantik tanpa mandi sekalipun."


Blush. Pipi Bila bersemu merah mendengar ucapan yang dilontarkan Varell.


"Cie-cie. Kayaknya ada yamg merona nih," goda Ibu Bila.


"I-ibu bisa aja deh." Saat ini memang pipi Bila tengah bersemua merah. Bahkan siapapun bisa melihat hal itu.


"Emm ... mending Bila mandi dulu deh kak. Kakak mau nunggu kan?" tanya Bila.


"Mau kok Bil."


Akhirnya Bila segera bergegas masuk kedalam rumah dan mandi agar Varell tidak menunggu terlalu lama.


"Ayo kak," ajak Bila.


Blush. Kali ini justru Varell lah yang melongo melihat penampilan Bila yang sangat cantik bak Bidadari turun dari genteng, eh Surga maksudnya.


"Kamu cantik Bil," ujar Varell tulus.


"Ma-makasih kak." Bila menjawab Varell dengan gugup dan malu-malu.


"Ya-yaudah, ayo berangkat."


"Iya kak."


"Bu, kami berangkat dulu. Assalamualaikum," salam Varell dan dibarengi Bila.


"Waalaikumsalam. Hati-hati di jalan ya."


"Iya bu."


Saat di dalam mobil, Bila bertanya. "Kita mau kemana kak?"


"Kita mau ke ...."


Bersambung..πŸ˜‹

__ADS_1


Maaf jarang up ya temen-temen. Karna ada berbagai macam kendala seperti kuota habis dan nggak ada ideπŸ™


__ADS_2