Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Besar


__ADS_3

Ada adegan 21+


Rama dan Nayra saat ini telah sampai di tempat tujuan mereka. Tempat bulan madu mereka adalah sebuah hotel yang terkenal akan kemewahannya.


"Wah, mewah banget," gumam Nayra.


"Ayo kita masuk," ajak Rama.


"Em ... Mas yakin? Ini mewah banget lho Mas," ucap Nayra yang merasa tidak pantas berada di sini.


"Memangnya kenapa? Kamu itu, sekarang sudah menjadi istri seorang Rama Dewangga, jadi biasakan ya," ucap Rama.


Tanpa sadar, Rama mengakui Nayra sebagai istrinya, dan membuat Nayra merasa senang setelah mendengar hal tersebut.


"Kamu kenapa?" tanya Rama saat melihat Nayra senyum-senyum sendiri.


"Eh, e-enggak ada apa-apa kok Mas. Ayo masuk," kilah Nayra.


Rama lalu mengangguk, lalu menggandeng tangan Nayra dan segera masuk ke dalam hotel yang sangat mewah tersebut.


Nayra hanya bisa tertunduk dengan pipi yang memerah saat beberapa pasang mata melihat hal tersebut.


"Wah, itu bukannya Pak Rama. Seorang CEO dari HIX Group?"


"Iya, tapi kok, dia dateng sama seorang wanita sih. Katanya dia duda."


"Mungkin istrinya kali."


"Masa sih?"


Begitulah kira-kira ucapan yang di lontarkan oleh beberapa orang di sana.


Seorang duda tampan seperti Rama yang notabene sangat dingin terhadap wanita. Kini malah berjalan bersama dengan menggandeng tangan wanita tersebut.


"Mas, Nayra jadi malu deh. Orang-orang sedang melihat kearah kita Mas," bisik Nayra.


"Buat apa malu? Inikan hidup kita, mereka nggak ada sangkut pautnya dengan kita," ujar Rama agar Nayra menjadi sedikit tenang.


"Sebentar, saya mau ke resepsionis dulu," ujar Rama.


"Ba-baik Mas, tapi jangan lama-lama ya," bisik Nayra lagi.


"Iya." Rama segera pergi ke tempat resepsionis berada.


Banyak pasang mata yang menatap Nayra. Ada yang menatap Nayra dengan tatapan sinis, suka, iri. Hal tersebut tentu membuat Nayra merasa tidak nyaman.


'Kok semua orang jadi ngeliatin aku sih, ada apa ya?'


Nayra merasa aneh dengan tatapan semua orang, jika bisa masuk ke perut bumi, mungkin sudah Nayra lakukan sekarang karena tidak tahan dengan tatapan semua orang kepada dirinya.

__ADS_1


"Nay," panggil Rama.


"Mas, kok lama banget sih?" tanya Nayra.


"Ya maaf, tadi lagi di ajak ngobrol bentar. Kamu nggak papa kan?" tanya Rama yang khawatir dengan keadaan Nayra.


"Sa-saya nggak papa kok Mas," jawab Nayra.


"Yaudah kalau begitu, ayo kekamar kita," ajak Rama.


Nayra lalu mengangguk dan mengikuti langkah dari Rama. Hingga mereka sampai di depan sebuah pintu kamar.


Nayra semakin kagum saat melihat isi kamar dari hotel tersebut. Mewah, satu kata yang menggambarkan isi kamar tersebut.


"Saya atau kamu dulu yang mandi?" tanya Rama.


"Sa-saya duluan saja Mas, boleh?"


"Boleh, saya tunggu," ucap Rama.


Nayra segera mengambil kopernya dan bergegas untuk menuju kedalam kamar mandi.


Namun, Nayra melotot saat melihat isi pakaian dalam kopernya tersebut.


"Pakaian apa ini? Kok kayak kurang bahan gini," gumam Nayra saat mengacak-acak isi dalam kopernya tersebut.


Koper Nayra hanya berisi lingerie s*xy. Nayra mulai berpikir, perbuatan siapa ini. Namun, sesaat kemudian pikiran Nayra tertuju kepada Bunda Molly.


Nayra bingung, apakah dia harus keluar dengan memakai lingerie tersebut di hadapan Rama, yang sudah berstatus sebagai suaminya.


"Em ... gimana ya, masa aku harus keluar dengan memakai baju kurang bahan gini sih. Eh, tapikan, Mas Rama sudah menjadi suamiku." Nayra bergelut dengan pikirannya sendiri.


Apakah dia harus keluar dengan memakai pakaian kurang bahan ini, atau bagaimana.


"Demi suami makin Cinta. Ayo Nayra, kamu pasti bisa," ucap Nayra untuk menyemangati dirinya sendiri.


Rama mulai mendengar suara gemercik air dari kamar mandi tersebut, hingga tidak lama kemudian, pintu kamar mandi mulai terbuka. Aroma wangi dari tubuh Nayra membuat Rama langsung mencari sumber dari aroma tersebut.


Glek!


Rama menelan salivanya dalam-dalam saat melihat Nayra memakai sebuah lingerie berwarna merah.


"Na-Na-Nay?" Rama gelagapan saat melihat tubuh Nayra yang bak gitar Spanyol tersebut.


Tubuh Nayra benar-benar berbeda dari yang Rama lihat di dalam mimpinya, Nayra saat ini terlihat lebih menggoda.


Nayra yang sedari tadi di tatap Rama, mulai merasa tidak nyaman, dan segera memanggil suaminya tersebut.


"Mas," panggil Nayra.

__ADS_1


Rama langsung tersadarkan dari lamunannya. Rama mengira semua tadi hanya ilusi saja, namun ternyata tidak, Nayra saat ini benar-benar sedang memakai sebuah lingerie.


"Ka-kamu benar-benar memakai lingerie?" tanya Rama dengan sangat gugup.


"I-iya Mas, soalnya cuma baju yang kayak gini di dalam koper Nayra," ujar Nayra.


'Pasti Bunda.'


Rama lalu bangun dari kasurnya dan berjalan kearah Nayra. Nayra yang merasa terancam langsung mundur dengan perlahan hingga Nayra terpojokkan di sebuah tembok.


"Ke-kenapa Mas?" tanya Nayra saat melihat wajah Rama yang berbeda dari biasanya.


Rama lalu berbisik serak di samping telinga Nayra. "Kamu manis Nay."


Tanpa basa-basi, Rama langsung ******* bibir manis dan lembut milik Nayra, serta memainkan pucuk pink Nayra hingga membuat wanita tersebut mend*sah karena kenikmatan.


"Ahh ... ssttop MMassh eughh," d*sah Nayra.


Rama lalu beralih ke dua gunung besar milik Nayra, sangat berbeda dari mimpinya. Gunung Nayra ternyata lebih besar dari dugaan Rama.


"Besar." Rama langsung melahap dua gunung kembar tersebut dengan penuh napsu.


Nayra tanpa sadar menahan kepala Rama agar Rama tidak menghentikan aksinya tersebut.


Rama lalu menggendong Nayra dengan gaya bridalstyle dan menaruh Nayra di atas kasur tersebut lalu menindih Nayra.


Rama lalu melepas semua pakaiannya dan lingerie milik Nayra hingga mereka berdua t*lanj*ng bulat.


Nayra melotot saat melihat cacing besar, berurat, serta panjang milik Rama. Apa ini akan muat di gua perawan miliknya.


"Saya akan mulai ya Nay," ucap Rama dengan suara seraknya.


Nayra terdiam, hingga membuat Rama bertanya alasan Nayra diam.


"Kamu tidak mau ya Nay?" tanya Rama.


"Saya ...."


Bersambung💖


Promo bentar ya😁


Seoarang mahasiwi polos,cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya yang tak lain dengan dosennya sendiri yang begitu dingin. Tapi siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.


Bagaimanakah sikap mereka di kampus?


Akankah mereka saling mencintai?


Apakah sang Dosen akan menerima jika dia tau jati diri gadis itu yang sebenarnya?

__ADS_1



__ADS_2