
"Kamu mau nggak, nikah sama Rama?" tanya tante Molly.
"H-hah, g-gimana Tante?" tanya Nayra, dia merasa kalau jantungnya akan berhenti berdetak.
"Iya, kamu mau nggak, nikah sama Anak saya Rama?"
"M-menikah dengan pak Rama?" tanya Nayra yang merasa akan pingsan.
"Iya, menikah dengan Anak Tante, kamu mau kan?" tanya Molly dengan ceria.
"A-aku ...." Lidah Nayra seperti tidak mampu untuk mengeluarkan kata-kata.
"Kamu mau ya jadi ibu sambung dari Alice, Tante mohon, Alice belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu sejak dia lahir," ucap tante Molly dengan nada memelas.
Nayra hanya diam tanpa bisa membalas semua perkataan dari tante Molly, lidahnya terasa susah untuk mengeluarkan sebuah suara.
"Tante mohon Nay, ini demi Molly," ucap tante Molly dengn memohon.
"T-tapi Nayra masih Sekolah Tan," ujar Nayra dengan ragu.
"Nanti kan pulang Sekolah Nay," celetuk tante Molly.
"B-bukan itu maksud aku Tante, m-maksud Nayra itu ...." ucapan Nayra terhenti saat mendengar panggilan pak Rama.
"Bunda!" panggil pak Rama.
"Eh, ada Rama, pas banget nih," ucap tante Molly sambil tersenyum misterius.
Nayra langsung panik saat melihat tante Molly tersenyum misterius kearah dirinya dan juga pak Rama.
"Bunda ngapain disini bareng Nayra?" tanya pak Rama.
"Gini Ram, Bunda mau jodohin kamu sama Nayra," ujar tante Molly dengan santai.
"Apa!" pekik pak Rama setelah mendengar ucapan tante Molly.
__ADS_1
"Bunda yang bener aja dong! Masa mau jodohin aku sama Anak kecil, ditambah lagi, dia itu muridku sendiri!" ucap Rama tak terima.
Entah karena apa, tiba-tiba saja hati Nayra terasa sakit bak ditusuk ribuan pedang setelah mendengar penolakan dari pak Rama.
"Udah kamu coba dulu aja, Pernikahan ini akan dilakukan secara sembunyi-sembunyi sebelum Nayra lulus, Bagaimana menurut kamu Ram?" tanya tante Molly.
"Nggak, pokoknya Rama nggak mau ni ...." ucapan pak Rama terpotong setelah mendengar bell masuk berbunyi.
"P-Pak, Tante, s-saya masuk ke Kelas dulu ya," ucap Nayra yang langsung berlari meninggalkan tante Molly dan pak Rama.
Nayra mengucapkan setiap kata itu dengan bibir yang bergetar, air mata Nayra mengalir setelah dia menjauh dari tante Molly dan juga pak Rama.
Hatinya merasa sakit, sangat sakit setelah mendengar penolakan dari pak Rama, bahkan rasa sakit ini tidak pernah Nayra rasakan saat diselingkuhi Kevin.
Sungguh beda sekali, saat dia melihat Kevin selingkuh didepan matanya dia marah, tapi saat pak Rama menolak dirinya mentah-mentah, yang dirasakan Nayra adalah marah, sakit, kecewa.
"Eh-eh, lo kenapa Nay?" tanya Bila yang merasa khawatir saat melihat Nayra mengeluarkan air matanya.
"Kakak kenapa?" tanya Alice yang juga merasa khawatir.
"K-Kakak nggak papa kok," ucap Nayra dengan menunjukkan senyum bohongnya.
Nayra lalu menghela napas sebentar. "Iya Bil, gue baik-baik aja kok," ujar Nayra.
Bila dan Alice lalu saling pandang sebentar. "Yaudah deh, kita percaya kalo lo emang nggak kenapa-kenapa, iyakan Alice?" tanya Bila.
"Iya Kak," ucap Alice dengan ceria.
"Eh, itu pak Rama sama tante Molly, tapi kenapa mereka jalan bareng ya?" tanya Bila yang masih tidak mengerti.
"Mereka itu Anak dan ibu, Alice ini Anak kandungnya pak Rama," ujar Nayra.
"Oh begitu ya."
"Jadi, dia Daddy Alice yang mau dijodohin sama lo kemaren?" tanya Bila.
__ADS_1
"Ya begitu deh," ucap Nayra yang tiba-tiba tiba-tiba merasa sedih saat melihat pak Rama.
"Daddy, Glandma," panggil Alice.
"Alice, ayo pulang, Daddy mau mengajar Sayang," ujar tante Molly dengan lembut, dia lalu menatap Nayra yang tertunduk dengan tatapan sedih.
"Ram, kami pergi dulu ya, Nay, Bil, kami pergi dulu ya, assalamualaikum."
"Alice, ayo, salam sama Daddy, Kak Nayran, trus Kak Bila ya," titah tante Molly.
Alice lalu mengangguk. "Daddy, Kakak Nayla cama Kakak Bila, Alice pelgi dulu ya, accalamualaikum," salam Alice.
"Waalaikumsalam," jawab ketiga orang dewasa itu bersama.
"Nay, tunggu," panggil pak Rama.
"Pak, ini sudah masuk Kelas," ucap Nayra dengan dingin.
"Nay, dengerin saya dulu," ucap pak Rama.
Pak Rama lalu menggenggam tangan Nayra. "Dengerin saya dulu Nayra," titah pak Rama dengan tegas.
Bila hanya bisa diam dengan mulut yang melongo.
"Kamu masuk ke Kelas dulu Bila," ucap pak Rama.
"B-baik Pak, gue tinggal dulu ya Nay," ujar Bila.
"Iya," ucap Nayra pasrah.
"Ada apa ya Pak?" tanya Nayra dengan dingin.
"Kamu ...." ucap pak Rama dengan ragu.
"kamu apa Pak, saya mau masuk ke Kelas ini," ucap Nayra dengan sebal.
__ADS_1
"Kamu mau nggak nikah sama saya?"
Bersambung💖