
"Istri Anda ...." sulit sekali, bagi sang dokter saat ingin mengatakan yang sebenarnya.
"Saya minta maaf Pak, istri Bapak telah meninggal."
Mendengar bahwa sang istri yang selalu menemani dirinya dan selalu mendukung apapun keputusan Rama, kini telah meninggal dunia.
"A-apa Dok. Do-Dokter jangan bercanda sama saya, dimana istri saya, Dok!" teriak Rama sambil menggoyang-goyangkan bahu sang dokter dengan keras.
"Maaf Pak ...," ucap dokter tersebut dengan penuh penyesalan.
Rama sampai terduduk lemas di kursi, dan Bunda Molly langsung menenangkan Rama.
"Sabar ya Ram, kamu harus kuat," ucap Bunda Molly untuk menyemangati Rama.
"Bagaimana aku bisa sabar Bun, Sisil meninggal Bunda. Orang yang selalu support dan dukung aku, telah meninggal Bunda ...," lirih Rama.
"Bunda ngerti Ram, dulu Bunda juga pernah dalam posisi kamu. Tapi kamu harus kuat ya, jangan menyerah."
"Maaf, saya ingin memberitahu sebuah kabar yang mungkin bisa sedikit menenangkan Anda, Pak," ujar pak Dokter tersebut.
Rama dan Bunda Molly langsung melihat sang dokter dengan mata yang penuh harapan.
"Kabar apa Dok?" tanya Rama dan Bunda Molly secara bersamaan.
"Bayi Anda selamat Pak," ucap dokter tersebut.
Rama dan Bunda Molly yang awalnya sedih, kini sedikit bahagia setelah mendengar berita tersebut.
"Serius Dok?" Rama memegang kedua pundak pak dokter sambil menangis haru.
__ADS_1
"Iya Pak. Walau keadaan bayi masih kritis, tapi bisa saya pastikan bahwa bayi Anda telah selamat," kata pak dokter.
"Sekarang anak saya dimana Pak?" tanya Rama yang sudah tidak sabar.
"Mari ikut saya Pak."
Rama dan Bunda Molly mulai mengikuti dokter tersebut dengan perasaan yang campur aduk.
Tidak lama kemudian, sampailah mereka ketempat bayi Rama di rawat.
Rama melihat bayi yang ada di dalam tabung tersebut dengan perasaan sedih bercampur bahagia.
"Mungilnya ... Nak, ini Daddy ... bangun Sayang, Daddy di sini ...," lirih Rama.
"Kira-kira, kapan bayi ini boleh kami bawa pulang Dok?" tanya Bunda Molly.
"Mungkin dalam tiga hari, bayi ini boleh kalian bawa pulang, Nyonya," ujar pak dokter tersebut.
"Ini adalah mutiara kecil yang di tinggalkan oleh Sisil dengan mempertaruhkan nyawanya," tutur Bunda Molly.
Rama masih saja menangis dengan haru. Karena saat ini terdapat seorang bayi yang di lahirkan oleh sang istri dengan mengorbankan nyawanya sendiri.
"Kamu mau kasih nama siapa Rama?" tanya Bunda Molly.
Rama terlihat berpikir sebentar lalu melihat sang dokter.
"Apa kelaminnya Dok?" tanya Rama.
"Perempuan, Tuan," ujar pak Dokter.
__ADS_1
"Kalau begitu sudah Rama putuskan, bahwa nama bayi ini adalah Alice Dewangga. Mutiara kecil yang di tinggalkan oleh Sisil dengan seluruh kekuatannya."
"Wah, Alice ya. Nama yang bagus."
Kehidupan yang di jalani Rama tanpa Sisil, membuat Rama sering sedih. Namun, Alice mengobati itu semua dengan semua cadaannya.
"Daddy, coba tangkep Alice," ucap Alice.
"Kesini kamu," ucap Rama sambil tertawa.
Bunda Molly hanya menyaksikan interaksi yang terjadi di antara keduanya sembari tersenyum.
"Oh, jadi begitu ya Pak. Awal mula, Bapak bertemu dengan almarhumah istri Bapak itu ya. Terus, kenapa Bapak bisa sangat jatuh Cinta dengan almarhumah istri bapak tersebut?" tanya Pak Ujang.
"Karena saat itu, yang mengubah saya menjadi lebih baik adalah almarhumah istri saya Pak Ujang. Dia adalah cahaya, saat saya di selimuti oleh kegelapan. Sejak saya berubah, saya jadi semakin menCintai almarhumah istri saya Pak, sangat Cinta."
Pak ujang hanya mengangguk tanda mengerti. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengintip Rama dan Pak Ujang dari balik tembok.
Bersambung💖
Kira-kira yang ngintip siapa ya?🤔sembari menunggu. Author mau rekomendasiin karya Kakak Author nih, di jamin bagus💖😍
Judul : After Darkness
Penulis : SkySal
Hanya karena beberapa lembar foto bersama bossnya, Elsa harus terkena masalah besar yang datang dari putra bosnya yang bernama Robin Sriwijaya.
Robin menuduh Elsa sebagai salah satu simpanan ayahnya sehingga Robin balas dendam dengan menjadikan Elsa pelayan dirumahnya. Namun Elsa bukanlah wanita yang lemah seperti yang Robin fikirkan. Elsa arogan dan keras kepala yang justru membuat Robin semakin marah hingga akhirnya Elsa mengalah dan lebih memilih menyerang Robin dari hatinya.
__ADS_1
Bisakah Elsa melakukannya?