
"Sudah cukup!" bentak bunda Molly.
Kedua kaum Adam yang ingin berkelahi itu, seketika langsung terdiam setelah mendengar bentak'an dari bunda Molly.
"Kalian itu kayak Anak kecil, tau nggak sih? Dari dulu selalu berantem!" bentak bunda Molly untuk kesekian kalinya.
"Ma-maafkan kami Bunda," ucap Rama dan juga Varell dengan suara pelan.
"Huh-huh ... oke, kali ini Bunda maafkan, tapi ingat! Jangan pernah kejadian ini terulang lagi. Kalian itu Kakak Adik, tidak baik saling pukul, dan Rama. Bunda kasih peringatan tegas, jangan pernah menyakiti hati Nayra," ujar bunda Molly dengan penuh penekanan.
Rama dan Varell hanya diam tanpa bisa membalas perkataan bunda Molly yang sudah teramat marah dengan kelakuan dua pria ini.
"Sekarang, masuk," ucap bunda Molly dengan dingin.
Kedua orang itu langsung masuk kedalam rumah, tanpa membantah omongan bunda Molly.
Setelah masuk kedalam rumah, dua orang itu masih menunduk dengan tubuh yang gemetaran.
"Sekarang kalian masuk kedalam kamar, dan tidur!" titah bunda Molly dengan tegas.
"Ba-baik Bunda," jawab Rama dan Varell dengan takut.
Setelah menjawab perkataan dari bunda Molly. Kedua orang itu langsung bergegas untuk menuju kamar mereka masing-masing dan segera tidur.
"Ram-Ram ... kapan kamu akan bisa move on dari Sisil? Semoga saja, Nayra adalah wanita yang bisa membuat Rama berubah." gumam bunda Molly sembari memegangi kepalanya.
..........
"Nay, ayo bangun Sayang," titah ibu Sri sambil menggoyang-goyangkan tubuh Nayra yang masih tertidur.
"Kenapa Bu?" tanya Nayra yang masih setengah sadar.
"Hari ini kan, kamu mau nikah, Sayang," ujar ibu Sri dengan lembut.
__ADS_1
"Hah?" dengan terkejut, Nayra bangun dari kasurnya yang empuk sambil melotot.
"Nikah, Bu?" tanya Nayra dengan suara yang keras.
"Iya nikah. Kamu lupa? Kan kita semua udah setuju, kalau kamu dan nak Rama menikah hari ini," ucap ibu Sri untuk mengingatkan Nayra.
"Nayra lupa Bu," ucap Nayra sambil menggaruk tengkuknya.
"Yaudah, sekarang kamu mandi dan ganti pakaian. Pakaian pernikahan yang kamu dan nak Rama pesan udah sampai. Buruan Nay, keburu besan Ibu dateng," titah ibu Sri dengan sedikit memaksa.
"Iya-iya Bu," ucap Nayra sambil berjalan menuju kamar mandi.
Keadaan dirumah Nayra tidak berbeda dengan rumah Rama.
"Ram, bangun Nak," titah bunda Molly sambil menepuk-nepuk pipi Rama.
Rama tidak bangun, dia hanya berpindah posisi saja, tanpa mau membuka matanya.
"Daddy kok nggak mau bangun cih, Glandma?" tanya Alice yang sudah tampil rapi dan cantik.
Alice lalu mengangguk. "Daddy, bangun!" pekik Alice tepat di samping telinga Rama.
"Apa-apa?" tanya Rama dengan linglung saat bangun dari tempat tidurnya.
"Daddy ini mau nikah kok malah nggak bangun-bangun cih?"
setelah mencerna perkataan Alice barusan, sontak membuat Rama membelakkan matanya lebar-lebar karena terkejut bukan main.
"Nikah?" tanya Rama dengan suara keras.
"Iya nikah, masa kamu lupa sih, Ram?" tanya bunda Molly yang heran akan kelakuan putanya tersebut.
"Tau nih Daddy, cekalang Daddy buluan mandi. Nanti kita ditunggu cama kelualganya mami," ucap Alice yang setengah mengomel.
__ADS_1
"Iya-iya, ini Daddy mau mandi."
"Buruan ya Ram, nanti kita malah ditunggu keluarganya Nayra lagi. Oh iya, itu pakaian untuk pernikahan kamu udah dateng tadi pagi, jadi cepat," titah bunda Molly dengan suara yang penuh penekanan.
"I-iya Bunda," ucap Rama dengan ketakutan.
"Udah siap Bun?" tanya Varell.
"Belum, dia baru aja bangun," ucap bunda Molly dengan suara lelah.
"Rama dari dulu emang nggak pernah berubah ya?"
"Iya, Bunda aja sampai bingung. Dulu itu Bunda ngidam apa sampai bisa lahir anak kayak Rama gitu," ucap bunda Molly sembari memegangi kepalanya.
Varell dan Alice langsung tertawa setelah mendengar ucapan dari bunda Molly.
"Akhirnya Rama nikah lagi ya Bun. Dengan pernikahan Rama ini, Varell harap Nayra dapat membuat Rama jatuh Cinta kepada dirinya. Kalau bisa sih, sampai jadi bucin," ucap Varell sambil terkekeh pelan.
"Amin." bunda Molly dan Alice meng-aminkan doa Varell tersebut.
Sesaat kemudian, Rama datang dengan balutan busana pria yang nampak sangat tampan dan berwibawa.
"Sudah siap?"
Bersambung💖
Halo Kakak-Kakakku sekalian. Aku mau rekomendasiin karya Kakak aku yang satu ini nih😍😙
Judul : The Ugly Duckling
Napen : Black Rose
Seorang gadis dengan tubuh yang gendut, jelek, dan hitam sedang berusaha merubah takdirnya menjadi cantik dan menarik.
__ADS_1
Saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, masih ada orang baik yang mau mengangkat derajatnya dan menjadikannya seorang putri. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah dia akan menemukan seorang pangeran tampan dan baik hati?