Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Rama Nayra Kembali


__ADS_3

"Kamu sama Rama lagi ada masalah ya?" tanya Bunda Molly.


"Eee ... enggak kok bun. Bunda kok bisa mikir gitu?" jawab Nayra.


"Yaa ... gelagat kamu sama Rama itu kayak pasangan yang lagi ngalamin masalah gitu, bunda jadi khawatir sama hubungan kalian nak," tutur Bunda Molly.


"Bunda tenang aja ya. Nayra sama Mas Rama baik-baik aja kok," ujar Nayra.


"Yaudah deh. Bunda cuma berharap hubungan kalian berdua baik-baik aja sampe kalian tua nanti," tutur Bunda Molly.


"Amin."


......................


Setelah percakapan singkat ditelepon itu, Rama sudah selesai mengemasi barang-barangnya dan segera memanggil Nayra.


"Nay," panggil Rama.


"Iya mas?" tanya Nayra.


"Kita udah siap, ayo pulang," ajak Rama.


"Iya mas. Ayo."


Perjalanan yang cukup jauh membuat Rama dan Nayra kelelahan. Bahkan Rama sudah menggempurnya selama beberapa ronde, dan itu membuat Nayra sangat lelah.


Setelah keduanya sampai di bandara. Rama langsung membangunkan Nayra yang tengah tertidur pulas.


"Nay, ayo bangun," ucap Rama dengan lembut.

__ADS_1


"Emm ... ngantuk mas, Nayra mau tidur dulu mas."


Ucapan Nayra itu membuat Rama sedikit menyesal. Pasalnya, Nayra kelelahan begini karena ulahnya.


Rama seketika punya inisiatif untuk menggendongnya saja.


'Maaf ya Nay.'


Entah kenapa. Kepala Rama saat ini penuh dengan penyesalan terhadap Nayra.


'Tenang Ram. Dia istri kamu, kamu nggak bersalah.'


'Kamu salah Ram. Kamu bejat, bisa-bisanya kamu melakukan hal itu terhadap anak murid kamu.'


Rama lalu bertemu dengan supirnya dan membawa Nayra agar dia bisa beristirahat di mobilnya.


Setelah sampai di rumahnya, orang pertama yang menyambut Rama dan Nayra adalah Alice. Anak dari Rama, dan anak sambung Nayra.


"Ssttt ... bunda lagi tidur Alice," ujar Rama sembari menggendong Nayra dengan gaya bridal sytle.


"Ups ... Alice minta maap ya daddy, Alice nggak tau," ucap Alice dengan senyuman manisnya.


"Iya, ayo kita kedalam."


"Iya dad."


"Selamat datang kembali Tuan Rama," ujar pembantu senior yang ada di rumah Rama dan diikuti oleh pembantu yang lainnya.


"Iya pak. Terima kasih kalian semua sudah menyambut saya," ucap Rama sembari tersenyum dengan para pembantunya tersebut.

__ADS_1


Setelah acara penyambutan singkat itu, Rama yang menggendong Nayra langsung masuk kedalam rumah dengan diikuti Alice di belakangnya.


"Daddy," panggil Alice.


"Iya? Ada apa Alice?" tanya Rama.


"Adeknya mana?" tanya Alice dengan polosnya.


"Uhuk-Uhuk ... Alice kok tanyanya gitu sih?" Rama benar-benar terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Alice.


"Ya ... Kan daddy udah janji kalau mau bawa adek cetelah pulang dali libulan."


"Emm ... nggak sekarang ya, daddy sama bunda mau bobo dulu, capek."


Setelah itu, Rama langsung menutup pintu kamarnya dan meninggalkan Alice sendirian di luar.


"Ihh ... daddy nyebelin!" teriak Alice dari luar kamar Rama dan Nayra.


"Hufftt ...," Rama langsung bisa bernapas lega setelah berhasil lepas dari pertanyaan nyeleneh Alice.


Rama lalu menatap Nayra yang tengah tertidur dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Nay ... Maafin mas ya, karena mas belum bisa menerima Cinta kamu. Tapi mas yakin, kalau sebentar lagi mas bakal Cinta sama kamu. Tunggu mas ya Nay," ucap Rama lirih.


Tanpa Rama sadari, Nayra ternyata mendengar itu semua. Saat Nayra memunggungi Rama, Nayra langsung mengeluarkan air matanya.


'Ya Allah, apakah sesusah ini untuk mendapatkan Cinta dari Mas Rama ya Allah. Hamba mohon ya Allah. Tolong mudahkan hamba dalam mengejar Cinta dari Mas Rama ya Allah.'


Bersambung ....

__ADS_1


Oke kakak-kakak. Ini bab baru ya, saya minta maaf karena hiatus lama sekali dan nggak bilang sama kakak-kakak semua. Saya hiatus karena ada masalah, terutama masalah hp. Sekarang udah ganti hp-ya, jadi bisa lanjut nulis lagi:D


__ADS_2