
"Kamu mau nggak nikah sama saya?" tanya pak Rama.
Jangan ditanya apa yang terjadi pada jantung Nayra saat ini, yang pasti jantung Nayra saat ini berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
"A-apa Pak?" tanya Nayra yang takut kalau pendengarannya salah.
"Kamu mau nggak nikah sama saya Nayra?" ulang pak Rama.
Nayra terdiam, dan hal itu cukup membuat pak Rama bingung dengan kelakuan wanita yang satu ini.
"Nay, kamu kenapa diem aja, jadi gimana, kamu terima lamaran saya atau enggak?" tanya pak Rama.
Nayra tersadarkan dari lamunannya dan menatap langsung menatap pak Rama dengan jantung yang deg-deg'an.
"S-saya ...." Nayra lalu menghela napas pelan. "Maaf Pak, lamaran Bapak, saya tolak karena saya masih Sekolah, maaf ya Pak." Nayra mengucapkan itu semua dengan lantang dan tegas, matanya menatap yakin kepada pak Rama.
Jlep!
Sekarang jantung pak Rama yang terasa seperti ditusuk oleh ribuan pedang, hatinya tiba-tiba terasa panas setelah mendengar penolakan dari Nayra.
"Baiklah kalau begitu, sekarang ayo masuk Kelas," ajak pak Rama.
karena memang hari ini adalah hari dimana pak Rama mengejar di kelas Nayra.
Sesampainya disana, kedua kaum Adam dan Hawa itu langsung disuguhkan dengan keadaan kelas yang ricuh seperti habis terjadi perang.
"Kalian tenang!" bentak pak Rama.
Mendengar bentakan dari sang guru, semua murid-murid yang ada di kelas tersebut langsung ketakutan.
__ADS_1
Aura menyeramkan keluar dari tubuh pak Rama, dia seperti akan memangsa apapun yang bisa membuatnya marah atau pun kesal.
"Sekarang kalian bersihkan Kelas ini, saya tinggal sebentar, setelah saya kembali, keadaan Kelas harus lebih bersih dari sekarang, mengerti!" titah pak Rama dengan tegas.
"M-mengerti Pak," ucap semua murid dengan nada pelan.
"Saya ulangi, mengerti!" ulang pak Rama dengan tegas.
"Mengerti Pak," jawab semua murid dengan tegas juga.
Pak Rama lalu meninggalkan kelas Nayra dan pergi entah kemana, sedangkan Nayra, dia sedang di introgasi teman-temannya, lagi.
"Lo habis ngapain aja sama pak Rama Nay?" tanya teman Nayra.
"G-gue nggak ngapa-ngapain kok sama pak Rama," ucap Nayra.
"Yaudah lah, yok kita lanjut bersih-bersih, daripada nanti dimarahin pak Rama lagi," ucap Bila untuk mengalihkan teman-temannya.
"Makasih ya Bil," ucap Nayra dengan tulus.
"Santai aja Nay, yok kita bersih-bersih Kelas biar nggak dimarahin pak Rama lagi," ajak Bila.
Nayra mengangguk dan segera ikut membersihkan ruangan kelasnya, sementara pak Rama, dia sedang bersandar pada sebuah dinding di samping sekolah.
Ingatan pak Rama langsung kembali saat dia sebelum melamar Nayra tadi.
"Lihat Ram, Nayra marah tuh," ucap bunda Molly dengan kesal.
"Marah gimana, Nayra biasa aja kok," ucap pak Rama dengan nada santai.
__ADS_1
"Biasa aja gimana, Nayra pas tadi mau ijin masuk ke Kelasnya, dia ngucapin itu semua dengan bibir yang bergetar sama matanya itu udah berkaca-kaca Ram!" ujar bunda Molly dengan membentak.
"Bunda kok malah nyalahin aku sih, kan aku cuma ngasih pendapat aku, Rama itu nggak mau menikah lagi, titik nggak pake koma," ucap Rama.
"Sekarang, kamu pikirin gimana nasib Alice coba?" tanya bunda Molly.
"Nasib Alice kan baik-baik aja Bunda."
"Darimana kamu tau kalau Alice itu baik-baik aja?" tanya bunda Molly lagi.
Rama terdiam.
"Lihat, kamu sendiri aja nggak tau gimana yang Alice rasain di Sekolahnya!" bentak bunda Molly yang sudah lelah dengan sifat keras kepala anaknya ini.
"E-emangnya Alice di Sekolah kenapa ya Bun?" tanya pak Rama dengan gugup.
"Dia itu dibully sama satu Sekolahannya gara-gara nggak punya seorang ibu Rama! Sekarang kamu coba bayangin, Anak sekecil Alice harus mendapat semua perlakuan seperti itu, apa kamu tidak pernah sedikitpun memikirkan Alice, Rama?"
"Ya tapi kan ...." Ucapan pak Rama terpotong kala bunda Molly berbicara terlebih dahulu.
"Tapi apa, yang harus kamu pikirin itu sekarang adalah kebahagiaan Alice, dan untuk masalah Sisil(Mendiang Istri Rama), dia pasti rela kamu menikah lagi, karena apa, karena ini semua untuk kebaikan kamu dan juga Alice, Rama!" tutur bunda Molly.
Rama hanya terdiam sembari meresapi perkataan bundanya dengan baik-baik.
"Kalau kamu egois seperti ini terus, kamu sama aja kaya orang yang nggak punya hati, keegois'an kamu bisa membuat Alice kehilangan kebahagiannya untuk memiliki seorang ibu, Rama, sekarang kamu kejar Nayra dan lamar dia," tutur bunda Molly lagi yang sudah tidak tahan dengan sifat egois putranya tersebut.
"Tapi kenapa harus Nayra, Bunda?" tanya pak Rama.
"Itu karena Bunda bisa melihat sosok keibuan dari dalam diri Nayra, Alice itu adalah tipe yang tidak bisa dekat dengan orang yang baru ditemuinya, sedangkan waktu bertemu dengan Nayra pertama kali, Alice langsung dekat dengan Nayra, dia seperti menemukan sosok ibu dalam diri Nayra, Rama," lirih Bunda Molly, air mata bunda Molly sudah keluar dari tadi.
__ADS_1
"Kalau Rama nggak bisa menCintai Nayra bagaimana, Bunda?"
Bersambung💖