
"Kamu kenapa bisa jatuh Cinta sama saya?" tanya Rama kepada Nayra.
"Saya sendiri tidak tau apa itu Cinta. Tapi saya yakin kalau yang saya rasakan ini adalah Cinta Pak," ucap Nayra dengan tegas.
Rama langsung terdiam tanpa membalas perkataan Nayra. Tidak lama berselang, Nayra dan Rama tiba ditempat tujuan mereka.
"Selamat datang, Tuan dan Nyonya," ucap karyawan tersebut saat menyambut kedatangan Rama dan juga Nayra.
"Saya kesini ingin memilih pakaian untuk pernikahan," ucap Rama dengan tegas.
"Oh baik, kalau begitu ikuti saya," ucap karyawan tersebut dengan ramah.
Rama dan juga Nayra hanya mengikuti arah yang ditunjukkan karyawan tersebut. Sepanjang jalan, Nayra terpesona oleh deretan baju dengan merek terkenal, tentu dengan harga fantastis.
"Berikan kami pakaian pernikahan terbaik kalian," ucap Rama.
"A-Anda yakin Tuan?" tanya karyawan tersebut dengan ragu.
"Yakin," ucap Rama dengan tegas.
Karyawan tersebut lalu melihat pakaian yang dikenakan Rama dan juga Nayra dari atas hingga kebawah.
'Miskin kok mau beli baju pernikahan terbaik ya?'
"Maaf Tuan, sepertinya itu kurang cocok dengan uang Anda," ucap si karyawan dengan remeh.
"Maksud Anda apa ya?" tanya Rama yang sudah terpancing emosi.
"Maafkan Karyawan baru kami ya Pak?" tanya pemilik dari butik tersebut.
Seluruh karyawan toko juga datang dan memberi hormat kepada Rama. Nayra dan juga pelayan tadi tercengang dengan kejadian tersebut.
"Kamu cepet minta maaf sama Pak Rama!" bentak pemilik butik tersebut.
"Kenapa saya harus meminta maaf kepada pria ini!" bentak si karyawan sambil menunjuk kearah Rama.
"Kamu belum tau siapa Pak Rama?" tanya pemilik butik tersebut.
Karyawan tersebut menggelengkan kepalanya, para Karyawan lain juga menatap karyawan baru itu dengan tatapan heran.
"Aku kasih tau siapa Pak Rama ini, dia itu adalah CEO dari HIX Group kau tau?" tanya pemilik butik dengan emosi.
__ADS_1
Bagaimana bisa ada orang yang tidak mengenal Rama Dewangga, seorang CEO dari perusahaan terkenal yaitu HIX Group.
Orang-orang dari kalangan atas tentu sudah mengenal Rama Dewangga. Penampilannya yang sederhana terkadang membuat orang mengira bahwa Rama itu adalah orang dari kalangan yang tidak mampu.
"A-apa?" tanya Karyawan tersebut dengan keterkejutan yang tinggi.
Nayra juga sampai melongo dengan identitas milik calon suaminya besok.
'Kalo Pak Rama adalah CEO dari perusahaan besar itu, kenapa dia memilih untuk menjadi guru ya?'
"S-saya minta maaf Pak, karena telah salah menilai Bapak," ucap Karyawan tersebut sambil memohon.
"Baiklah, saya maafkan. Karena waktu saya tidak banyak, saya ingin pakaian pernikahan terbaik yang kalian punya," titah Rama dengan tegas.
"B-baik Pak. Cepat ambilkan pakaian pernikahan untuk Pak Rama dan juga calon Istrinya!" titah pemilik butik dengan tegas.
"Baik!" jawab seluruh karyawan yang ada di butik tersebut.
"B-Bapak CEO dari HIX Group?" tanya Nayra dengan nada tidak percaya.
"Iya," ucap Rama dengan singkat, padat, dan jelas.
"T-tapi kenapa Bapak memilih untuk menjadi Guru?" tanya Nayra dengan heran.
"Mari Pak, Bu, saya sudah menyiapkan pakaian pernikahan terbaik kami, mari ikut saya," ucap pemilik butik tersebut dengan sopan.
Rama dan Nayra langsung mengikuti pemilik butik tersebut, hingga sampailah mereka pada dua pakaian pernikahan dengan model mewah nan elegan.
"Saya suka ini," ucap Rama.
"Pak, bukannya ini terlalu mewah ya, pernikahan kita kan cuma berlangsung secara sederhana," ucap Nayra dengan pelan.
"Udah, kamu nurut aja," titah Rama dengan nada yang tidak mau dibantah.
"Siapa yang mau mencoba pakaiannya dulu?" tanya pemilik butik tersebut.
"Kamu dulu," ucap Rama.
Nayra lalu mengangguk dan mengikuti pemilik butik tersebut untuk mencoba pakaian pernikahannya besok.
Tidak berselang lama, Nayra keluar dari ruang ganti, dan pemandangan itu membuat semua orang yang melihat Nayra menjadi terpana karena penampilannya.
__ADS_1
Bahkan Rama sampai melongo melihat penampilan Nayra bak putri diNegeri dongeng.
"B-bagaimana penampilan saya, P-Pak?" tanya Nayra dengan ragu.
"Cantik," gumam Rama yang tidak terdengar Nayra.
"Apa Pak?" tanya Nayra yang tidak mendengar gumam'an dari Rama.
"Ah, kamu ...."
'Cantik.'
"Biasa aja." entah kenapa, pikiran dan mulut Rama tidak singkron. Pikirannya bilang bahwa Nayra cantik, sedangkan mulut Rama bilang bahwa Nayra biasa saja.
"Oh," ucap Nayra dengan sedih.
"Biasa aja ya Pak?" tanya Nayra dengan memasang wajah sedihnya.
Glek!
Pemandangan itu justru semakin membuat Rama bergairah. Jika saja tidak ada orang lain disini, mungkin Rama akan menerkam Nayra dengan ganas.
'Ya Allah, sungguh indah ciptaanmu. Kuatkan hamba dalam menghadapi godaan yang amat besar ini ya Allah.'
Rama melamun dengan mulut menganga karena melihat wajah sedih Nayra yang justru lucu di mata Rama.
"Bapak kenapa melamun sih," ucap Nayra dengan sebal.
Glek!
Lagi-lagi Rama harus menelan salivanya dengan susah payah saat melihat wajah Nayra yang tengah kesal.
'Ya Allah, cobaan apalagi ini?'
"S-saya mau ganti pakaian dulu," ucap Rama dengan gagap.
"Yaudah deh, sana. Saya mau lihat seberapa tampan suami saya besok," goda Nayra.
Rama langsung masuk ke dalam ruang ganti. Sementara Nayra, dia sedang fokus dengan ponselnya.
"Bagaimana penampilan saya?" tanya Rama.
__ADS_1
Bersambung💖