
"Saya setuju Bu," ucap ibu Sri langsung.
"Serius, Bu?" tanya bunda Molly yang tidak percaya.
Bunda Molly kira, akan ada tantangan untuk putranya. Tapi ternyata tidak ada sama sekali.
"Iya Bu, saya serius. Nanti hal ini akan saya bicarakan bersama suami saya," ujar bu Sri.
"Makasih banget ya Bu," ucap bunda Molly sambil meneteskan air matanya.
"Iya Bu." Kedua wanita paruh baya tersebut, saling berbepelukan erat.
..........
"Halo, Ram."
"Iya Bunda, ada apa telepon, Rama?" tanya Rama.
"Besok, kita dateng ya, kerumah Nayra. Kita mau lamar dia," ucap bunda Molly.
"Memangnya udah diterima, Bun?" tanya Rama yang penasaran.
"Kata bu Sri, mau dibicarakan dulu dengan suaminya," ujar bunda Molly.
"Tapi kalau mereka tidak menerima perjodohan ini, Bunda stop jodohin Rama sama yang lain ya. Ini semua Rama lakukan demi Bunda dan juga Alice, inget ya Bunda," ucap Rama.
Rama sendiri tidak yakin, apa yang dia ucapkan benar-benar keinginan hati kecilnya.
"Oh, yaudah deh, Bunda ngalah. Tapi nanti kamu harus benar-benar belajar membuka hatimu untuk Nayra ya, jangan pernah menyakiti hati Nayra. Ingat ya Rama," ucap bunda Molly dengan punuh peringatan.
"Iya, Rama ngerti kok Bunda. Udah ya, Rama masih mau rapat guru sebentar. Assalamualaikum," salam Rama.
"Waalaikumsalam," jawab bunda Molly.
'Semoga kamu bener-bener bisa buka hati kamu untuk Nayra ya, Rama.'
'Kok aku malah jadi deg-deg'an gini ya? Besok keluarga Nayra mau ngasih jawaban apa ya?'
Banyak pertanyaan di benak Rama, dia gugup karena menunggu jawaban dari keluarga Nayra.
Apakah keluarga mereka akan menerima Nayra menikah dengan Rama, karena selisih usia mereka adalah dua belas tahun. Ditambah lagi, dengan keadaan Nayra yang masih sekolah, membuat Rama semakin gugup dengan apa yang akan diberikan keluarga Nayra nantinya.
..........
Nayra dan Bila sekarang tengah berada di sebuah cafe, karena mereka sudah pulang sekolah, namun belum ganti seragam.
"Eh, Nay. Ngomong-ngomong, lo punya nggak, gebetan atau orang yang lo suka sekarang?" tanya Bila.
"Ada sih," ucap Nayra dengan spontan.
"Seriusan?" tanya Bila dengan memasang raut wajah terkejut.
__ADS_1
"Iya, serius gue," ucap Nayra dengan serius.
"Siapa?" tanya Bila.
"Tap lo jangan bilang ke siapa-siapa ya?"
"Iya deh, insyaallah gue nggak bakal bongkar rahasia lo," ujar Bila.
"Sini," ucap Nayra sambil menyuruh Bila untuk mendekat ke dirinya.
"Siapa?" tanya Bila dengan berbisik.
"Pak Rama," ucap Nayra dengan berbisik juga.
Sontak raut wajah Bila terkejut bukan main, hingga dia berteriak dengan sangat kencang.
"Serius?" tanya Bila dengan nada tinggi.
Setelah Bila berteriak dengan sangat kencang, dan hal itu membuat mata semua orang jadi fokus kepada kedua wanita tersebut. Nayra dengan segera langsung menutup mulut Bila agar tidak berteriak lagi.
"Lo bisa nggak sih, kalau ngomong itu yang pelan dikit!" ucap Nayra dengan sebal.
"Ya maaf. Habisnya gue kaget banget tau, masa bisa sih, lo suka sama pak Rama?" tanya Bila yang penasaran.
"Gue sebenarnya nggak tau apa yang sedang gue rasain ini," ucap Nayra dengan sedih.
"Tenang aja Bos Nay, sebagai sahabat yang baik, gue bakalan bantu lo," ucap Bila dengan serius.
"Yakin lah, kok lo jadi nggak percaya sama gue sih," ucap Bila dengan sebal.
"Iya deh, gue percaya kok."
"Oke, sekarang gue mau tanya."
"Tanya apa?"
"Apa yang lo rasain ketika berdekatan dengan pak Rama?" tanya Bila.
"Gue suka deg-deg'an ketika dekat dengan pak Rama," ucap Nayra dengan jujur.
"Trus apalagi?"
"Gue suka gugup kalo dekat dengan pak Rama, tapi gue juga seneng deket sama pak Rama."
"Lagi?"
"Gue suka mikirin pak Rama."
"Udah, itu doang?" tanya Bila.
"Iya, itu doang," jawab Nayra dengab yakin.
__ADS_1
"Oke, sekarang gue bakal simpulin semua jawaban lo tadi," ucap Bila.
Nayra menyimak setiap perkataan sahabatnya tersebut dengan baik.
"Gue bisa simpulin kalo lo, udah jatuh Cinta dengan pak Rama," ujar Bila dengan yakin.
"Cinta? Tapi kan, umur gue sama pak Rama beda jauh Bil, kok gue bisa jatuh Cinta sama dia," ucap Nayra yang tidak percaya.
"Nay, dalam suatu hubungan, umur itu tidaklah penting. Yang pentingkan umur lo udah legal buat nikah," ujar Bila.
"Bil, gue mau ngomong sesuatu nih," ucap Nayra.
"Mau ngomong apa?" tanya Bila.
"Sebenarnya, tadi gue udah dilamar sama pak Rama, Bil."
Duar!
"Lo serius?" tanya Bila dengan kencang lagi.
"Bisa diem nggak?" titah Nayra dengan tegas.
"Hehe, maaf Nay," ucap Bila sambil nyengir.
"Trus-trus, gimana? Lo terima lamaran pak Rama?" tanya Bila dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Nggak," ucap Nayra dengan singkat, padat, dan jelas.
"Lho, kenapa? Bukannya lo Cinta sama pak Rama?" tanya Bila yang merasa aneh dengan sahabatnya ini
"Gue tau kalau pas pak Rama ngelamar gue, dia itu disuruh sama bundanya. Gue nggak mau Bil, ada suatu hubungan tanpa adanya rasa Cinta, apalagi dalam pernikahan," ucap Nayra dengan sendu.
"Nay, gue kasih tau ya," ucap Bila.
"Apa?"
"Witing tresno jalaran soko kulino," ujar Bila.
"Hah? Maksudnya apa sih, gue nggak ngerti," ucap Nayra yang tidak mengerti.
"Cinta hadir karena terbiasa, Nayra," tutur Bila.
"Tumben lo jadi bijak gini," ucap Nayra sambil terkekeh.
"Lo nya aja yang baru sadar kalau selama ini gue bijak," ucap Bila.
"Bisa aja lo."
"Eh, ngomong-ngomong, lo udah move on belum dari, Kevin?"
Bersambung💖
__ADS_1