
"D-dia sebenarnya adalah ...." ucapan Kevin terpotong kala wanita itu berbicara terlebih dahulu.
"Kenalin, namaku Clara. Aku pacarnya Kevin," ucap Clara dengan santai.
"Pacar? Pacarnya Kevin itu aku!" bentak Nayra.
"Siapa bilang, pacarnya Kevin itu cuma aku ya!" bentak Clara yang tidak mau kalah.
Semua pengunjung yang ada di cafe tersebut menatap dua wanita itu.
"Cukup!" bentak Kevin.
"Kamu berani ya, sekarang udah bentak aku," ucap Clara.
"M-maafin aku Sayang," ucap Kevin dengan memelas.
"Sayang? Kamu ini pacarnya siapa sih?" tanya Nayra dengan nada tinggi.
"Udah! Kamu diem aja nggak usah ikut campur!" bentak Kevin kearah Nayra.
"Kamu bentak aku, Kevin?" tanya Nayra dengan nada tidak percaya.
"Sekarang kamu pergi! Kita putus." Setelah mendengar kata 'putus.' Terlontar dari mulut Kevin, hati Nayra langsung hancur tak tersisa.
"Oke, aku pergi, dan kita putus," ucap Nayra sambil meninggalkan cafe tersebut.
...........
Sesampainya dirumah, Nayra segera masuk kekamar dan langsung mengunci pintu kamar tersebut.
Nayra lalu menangis sejadi-jadinya setelah Kevin selingkuh, lalu membela selingkuhannya tersebut, dan mengatakan kata putus kepada dirinya.
Hati Nayra hancur, dia sudah tidak mempunyai semangat lagi, tapi dia tidak ingin terpuruk seperti ini terus.
Nayra harus tetap seperti dulu agar tidak membuat orang tua serta teman-temannya merasa khawatir.
"Begitulah Pak, awal aku dan Kevin betemu, hingga kami pacaran, lalu putus," ujar Nayra setelah menceritakan masa lalunya dengan Kevin kepada Rama.
"Oh, begitu ya. Kasihan juga ya kamu, dua tahun pacara, tapi putus," ucap Rama dengan prihatin.
"Aku sama Kevin mungkin memang belum jodoh kali Pak," ujar Nayra.
"Kamu nggk sedih, diputusin Kevin, dulu?" tanya Rama yang penasaran.
__ADS_1
"Bohong kalau Nayra nggak sedih Pak. Bahkan sampai sekarang, kesedihan itu masih Nayra rasakan," ucap Nayra.
"Oh, begitu ya," ucap Rama dengan nada yang tiba-tiba berubah menjadi sedih.
"Iya Pak. Tapi Nayra sadar, kalau hidup itu harus terus maju, Nayra nggak boleh terus terjebak pada masa lalu," tutur Nayra.
Tiba-tiba raut wajah Rama tadi sedih kini langsung ceria kembali.
"Wah, bagus itu. Kamu jangan sampai terjebak dalam masa lalu yang tidak perlu," ujar Rama.
Deg!
Setelah mengucapkan kata tersebut, Rama seketika sadar, kalau Rama sendirilah yang terjebak dalam masa lalu bersama dengan mendiang istrinya.
"Pak," panggil Nayra.
"Eh, a-ada apa Nay?" tanya Rama dengan gugup.
"Bapak, kenapa melamun?" tanya Nayra.
"Ah, enggak papa kok. Udah, kamu masuk ke Kelas sana, bentar lagi bell masuk," ujar Rama.
"Baik Pak. Terima kasih ya, Bapak sudah mau mendengarkan curhatan saya," ucap dengan tulus.
Nayra segera masuk kedalam kelasnya. Sedangkan Rama, dia mengambol handphonenya dan bermaksud untuk menelepon seseorang.
"Halo, assalamualaikum," salam Rama.
"Waalaikumsalam. Ada apa Ram, kamu telepon Bunda?" tanya bunta Molly.
Ternyata yang ditelepon Rama adalah bundanya yaitu bunda Molly.
"Bunda, maaf ya," ucap Rama.
"Maaf kenapa?" tanya bunda Molly.
"Nayra, menolak lamaran Rama, dia bilang, dia mau fokus pada sekolahnya dulu," ujar Rama.
"Tuh kan, tadi kamu sih. Dateng-dateng langsung nolak Nayra, sekarang pasti Nayra sakit hati sama penolakan kamu," ucap bunda Molly yang malah kesal terhadap Rama.
"Ya maaf, Bunda."
"Yaudah lah, mau gimana lagi," ucap bunda Molly pasrah.
__ADS_1
"Bunda, Rama boleh minta sesuatu nggak?" tanya Rama.
"Kamu mau minta apa, Nak?" tanya bunda Molly.
"Rama ...." Rama menjeda sebentar ucapannya.
"Kamu mau apa? Buruan Ram," ucap bunda Molly.
"Rama, mau melamar Nayra langsung di depan kedua orang tuanya Bunda."
Ucapan Rama tentunya membuat bunda Molly terkejut bukan main.
"Apa kamu bilang, Ram?" tanya bunda Molly dengan nada tak percaya.
"Iya Bunda, Rama nanti mau ngomong didepan orang tuanya Nayra, kalau Rama pengen nikahin Nayra. Boleh kan Bunda?"
"Boleh dong, boleh banget malah. Tapi, kapan kamu akan melamar Nayra didepan kedua orang tuanya, trus kalau Nayra nolak lagi gimana?"
"Nah, mangkanya Rama telepon Bunda. Rama minta tolong, tolong jodohin Rama sama Nayra ya Bun," ujar Rama.
"Yaudah deh, demi agar Nayra bisa menjadi menantu Bunda, Bunda bakalan bantu kamu," ucap Bunda.
"Makasih ya Bunda."
"Iya."
"Tunggu aku Nay, aku pasti bakalan jadiin kamu sebagai Istriku," ucap Rama dengan yakin.
..........
Seperti janji bunda Molly kepada Rama, bunda Molly benar-benar datang kerumah Nayra untuk menjodohkan Rama dan Nayra.
"Jadi Bu. Ada urusan apa Ibu kemari?" tanya ibu Sri dengan ramah.
"Saya kemari ingin menjodohkan Rama dan juga Nayra," ucap bunda Molly.
"Apa Bu?" tanya ibu Sri dengan terkejut.
"Iya Bu, saya kesini ingin menjodohkan Rama dengan Nayra. Bagaimana menurut Ibu?" tanya bunda Molly.
"Saya ...."
Bersambung💖
__ADS_1