
"Kamu nggak papa kan Nay?" tanya Rama sambil menyentuh jidat dari Nayra.
"I-iya Mas, Na-Nayra nggak papa kok."
Rama sekarang mengerti, kenapa pipi Nayra memerah. Inilah kesempatan Rama untuk mengerjai Nayra.
Rama tanpa aba-aba langsung mendorong tubuh Nayra kearahnya, dan memeluk erat Nayra.
"Ma-Ma-Mas?" Nayra benar-benar panik saat mendapatkan serangan mendadak dari Rama. Lalu tiba-tiba ....
Cup!
Sebuah ciuman mendarat tepat di bibir manis berwarna merah muda milik Nayra.
"Em ... le-lepasin Mas," ucap Nayra sambil mendorong dada bidang milik suaminya.
Ciuman tersebut yang awalnya hanya menempelkan bibir saja, kini sudah menjadi ******* penuh nafsu.
"Emm ... Ma-Massh ah." Nayra yang sudah terbuai oleh ******* sang suami, kini mulai membalas ciuman tersebut.
Hingga tidak berselang lama, kegiatan panas mereka terhenti saat Pak Ujang melihat hal tersebut.
"Astaghfirullah."
Rama dan Nayra terlihat gelagapan saat Pak Ujang memergoki mereka yang sedang berciuman.
"Pa-Pak Ujang?" tanya Rama.
"Iya Tuan. Maafkan saya Tuan, karena tadi melihat adegan yang seharusnya tidak saya lihat," sesal Pak Ujang.
"Ti-tidak papa Pak, tapi saya mohon. Jangan beritahu siapa pun ya Pak?" mohon Rama.
__ADS_1
"Iya Tuan, Anda tenang saja. Kalau begitu, saya permisi dulu," ujar Pak Ujang.
"Si-silahkan Pak," jawab Rama dan juga Nayra.
Saat Pak Ujang sudah berlalu pergi, kini tinggal Rama dan Nayra yang masih diam dalam keadaan canggung.
"Ee ... sa-saya minta maaf soal yang tadi ya Nay?"
"I-iya Mas, ti-tidak papa." Nayra hanya bisa menunduk dengan pipi yang merah sempurna karena menahan malu.
'B*go banget sih gue, bisa-bisanya gue terbuai sama ciuman Mas Rama.'
Nayra mengump*t'i dirinya sendiri saat tadi, dia terbuai dengan ******n yang di berikan oleh Rama.
'Tadi kan, niatnya aku cuma nempelin bibirku ke Nayra. Tapi kenapa malah jadi ******n sih.'
Rama sendiri juga kesal, padahal tadi dia hanya berniat untuk mengerjai Nayra dengan menempelkan bibir miliknya saja. Tapi, dia malah terbuai dengan bibir milik Nayra yang manis dan lembut, serta pink tersebut.
"Ma-Mas. Nayra mau tanya sesuatu sama Mas, boleh?" tanya Nayra.
"Gimana cara ngomongnya ya," gumam Nayra.
"Apa?" tanya Rama saat mendengar Nayra menggumamkan sesuatu.
"Eh, ee ... gini Mas, Nayra mau tanya. Waktu malem pertama, itu sakit nggak sih Mas?" tanya Nayra dengan gugup.
Rama mulai mencerna apa yang tadi Nayra katakan dan memikirkan sebuah jawaban sederhana agar Nayra mengerti.
"Begini Nay, ee ... gimana ya cara ngejelasin hal ini kekamu. Intinya, malem pertama itu sakit, karena apa, karena mahkota yang selama ini kamu jaga, akan di ambil oleh seseorang," tutur Rama.
Deg!
__ADS_1
Hati Nayra semakin tidak karuan saat Rama mengatakan kata 'sakit.'
Rama yang mengerti akan kekhawatiran Nayra, mencoba menenangkan istri kecilnya tersebut.
"Kamu tenang saja Nay, sakitnya cuma sebentar kok. Nanti bakalan berubah jadi keenakan tiada tara, saya jamin itu," ujar Rama.
"Mas tau dari mana?" tanya Nayra.
"Tau dong, soalnya pas malam pertama dengan Sisil, dia juga begitu."
"Begitu gimana Mas?"
"Awalnya bilang sakit, tapi lama-lama bilang enak," ujar Rama.
Nayra menyimak pembelajaran dewasa yang di berikan oleh Rama dengan seksama.
"Gimana. Kamu mau coba sekarang?"
Bersambung💖
Kira-kira, Nayra mau coba sekarang nggak ya?🤔sembari menunggu, Author mau rekomendasiin karya Kakak Author nih, di jamin bagus😍
Judul karya: Protagonis Laki-Laki Terlalu Mencintaiku
Author: MommynyaJudy
Blurb : Judy yang meninggal karena terlalu sedih menonton film dimana melihat akhir cerita Milea dan dilan tak bersama membuat dirinya sesak nafas karena terlalu sedih hingga meninggal dunia dan terpaksa mengikat jiwa ke system 174 dan harus membuat protagonis laki-laki di setiap dunia mencintainya.
Dilan : aku tak bisa merangkai kata, tapi akan aku katakan dengan pasti bahwa aku mencintaimu .
Nathan : kau suka laki-laki yang baik?, maka akan aku wujudkan keinginanmu.
__ADS_1
Boy : Sepertinya aku mulai menyukai motor bebek.
Roman : ketika diriku bertemu denganmu, disitulah aku tahu , jika cinta itu bisa membuatku menjadi gila.