Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 40 Sebuah Fakta 2


__ADS_3

Elia menangis bersandarkan dinding di kamar mandi lalu terduduk. Ia tidak tahu harus melangkah maju, atau menyerah dengan keadaan.


Dalam hidupnya, hal yang paling tidak ia maafkan adalah perselingkuhan. Dan sekarang ia bimbang, haruskah bertahan demi memperoleh status seorang ayah untuk anaknya kelak. Atau ia harus membesarkan sendiri, tanpa harus adanya seorang ayah di sampingnya.


" Elia.... Buka pintunya ! Kenapa kamu tak membangunkan aku. " kata Reyhan mengetuk pintu kamar mandinya.


Elia menghapus air matanya, dan membersihkan wajah juga menggosok gigi. Elia membuka pintu kamar mandi, dan keluar begitu saja tanpa menanggapi ucapan Reyhan.


Sedangkan Reyhan memilih langsung masuk, karena kesiangan. Elia tetap menyiapkan pakaian untuk Reyhan, juga menyiapkan sarapan. Elia memaksakan diri memakan roti bakar dan meminum susu, agar kondisi janinnya tetap kuat. Dia berusaha kuat untuk anaknya.


Elia membelai perut rata,nya terbayang saat Reyhan pernah mencium perutnya dan berharap akan ada Reyhan junior di sana. Apakah itu semua juga sandiwaranya. Elia masih bertanya tanya, dan masih belum percaya sepenuhnya jika Reyhan tidak mencintainya.


Reyhan ikut memakan roti bakar yang di buat Elia, walaupun Ia kesiangan namun masih di sempatkan.


" Elia aku berangkat. " kata Reyhan meninggalkan Elia yang masih duduk di kursi itu. Melihat Elia tak mengikuti langkahnya, Reyhan kembali berbalik. Biasanya Elia selalu mengikut di belakang Reyhan mengambilkan tas dan mencium tangan suaminya sebelum bekerja. Namun hari ini Elia tidak melakukan.


" Elia, ada apa denganmu? " tanya Reyhan


" Seharusnya aku yang bertanya kak, Ada apa denganmu? " jawab Elia


" Aku hanya sibuk bekerja, aku masih proses penyesuaian dengan pekerjaaanku Elia. " kata Reyhan


" Tapi kamu masih sempat menemui kekasihmu. " kata Elia


" Elia cukup. Jangan membicarakan hal yang tidak penting. " kata Reyhan berbalik seolah menghindar dari masalah ini.


" Aku tidak membicarakan jika kamu tidak memulai. Hanya satu permintaanku kak, jadikan masa lalu sebagai pengalaman, bahwa kamu tidak akan memiliki dua wanita dalam hidupmu. Pilih aku atau lepaskan aku. " kata Elia


Reyhan melangkah pergi tanpa menjawab perkataan Elia. Sedangkan Elia kembali menangis, ia mengusap perutnya dengan deraian air mata.

__ADS_1


" Aku akan bertahan untuk kamu sayang. Ibu akan memberitahu ayahmu, jika kamu bersedih karena sikap ayahmu. " kata Elia.


Elia kembali ke kamar, ia meneliti nakas apakah ada sesuatu tentang masa lalu Reyhan yang tersisa, sampai Elia menemukan sebuah kunci bergantung tiga.


Elia menatap kamar yang membuatnya penasaran, Elia mengambil kunci itu, dan menatapnya sesaat. Elia bangkit dan mendekati pintu kamar yang terkunci itu.


Sebenarnya Elia tak ingin lancang, dan akan bertanya pada Reyhan nanti. Tapi sebuah fakta fakta baru yang ia dapatkan,membuatnya ingin mengetahui sendiri tanpa ada kebohongan.


Elia mencoba satu persatu kunci itu, tak ada yang cocok. Sampai ia mencoba kunci yang ketiga, ia merasa dapat membuka pintu itu. Dengan bimbang Elia membuka pintu kamar itu.


" Klek... "


Elia membuka berlahan, terlihat ruang yang gelap, Elia mencari saklar lampu ruangan itu, setelah meraba raba akhirnya ketemu. Elia masuk kedalam, ada sebuah sofa yang tak dapat ia lupakan. Dimana sofa itu adalah saksi terenggutnya mahkota kesuciannya. Bahkan Noda darah itu masih terlihat disana.


Elia meraba sofa itu, ternyata masih disimpan oleh Reyhan. Ia duduk dan menghadap dinding, Elia menutup mulutnya seakan benar benar terkejut melihat pemandangan di dinding kamar tersebut.


Elia menangis sejadi jadinya, ternyata apa yang ia takutkan memang benar adanya. Elia memegang perutnya yang terasa tegang karena dia menangis terisak.


Elia keluar dari kamar tersebut, dengan jalan tertatih merambat tembok, dengan satu tanganya menahan perutnya yang tegang.


Elia duduk di tepi ranjang dan meraih ponselnya, Elia menghubungi Aldo agar menjemputnya di apartemen, karena perutnya terasa sangat sakit, tidak memungkinkan jika ia berjalan sendiri keluar rumah.


Elia menunggu Aldo di ruang tamu, saat pintu terbuka Elia bergegas bangun namun yang datang justru Reyhan, dengan seorang wanita di belakangnya.


Terlihat raut kemarahan dari wajah Elia, saat mendapati Reyhan membimbing wanita itu masuk ke dalam, tanpa menutup pintu terlebih dahulu.


Kesedihan Elia yang tadi ia tahan, sekarang ini berubah menjadi sebuah amarah yang tak terbendung lagi.


" Kenapa kakak membawa wanita murahan ini ke rumah ini. " teriak Elia mendekati mereka

__ADS_1


" Elia jaga ucapanmu. " kata Reyhan membentak.


" Lalu aku harus menjaga ucapan seperti apa, untuk wanita yang mengejar lelaki yang sudah menikah. Pelacur ? " kata Elia penuh penekanan diakhir kata.


" Elia.... ! " bentak Reyhan ingin menampar pipi Elia namun di tahan dengan berani oleh Elia dengan tangan kanannya.


" Jangan pernah mengotori wajahku, dengan tangan kotor yang sudah tercemari wanita murahan ini. " kata Elia


" Bagus sekali sandiwaramu selama ini Tuan Reyhan. Kamu ingin membuatku jatuh cinta untuk membalaskan dendam mu. Dan sekarang kamu sudah berhasil Tuan Reyhan. Kamu tidak hanya berhasil membuatku jatuh cinta dan merasakan sakit dengan berlahan Tuan Reyhan !!! Kamu juga sudah berhasil membuat hancur wanita tak bersalah seperti aku ini. Jika kamu ingin melihat kak Aldo merasakan sakit hati . Kamu juga sudah berhasil !! Kamu sudah berhasil menghancurkan hati kakak ku jika melihat adiknya tersakiti olehmu sekarang ini. Sekarang kamu puas Tuan Reyhan, KAMU PUAS ??? " teriak Elia dengan deraian air mata dan mendorong tubuh Reyhan sekuat tenaga agar menjauh dari hadapannya, Elia sudah tak menghiraukan rasa sakit yang amat sangat di perutnya.


" Mulai saat ini kita impas Tuan Reyhan. Dendam sakit hati mu sudah terbayarkan !! Sakit hati yang ingin kamu berikan pada kami, sudah tercapai. Kini saatnya aku undur diri, berbahagialah dengan wanitamu. Karena mulai detik ini, aku sudah tak menjadi istrimu lagi. Kalian adalah pasangan serasi, wanita penuh dengan kebohongan dan seorang lelaki pengecut." kata Elia mengusap airmata, ia berjalan dengan memegang perutnya yang semakin sakit. Dan betapa terkejutnya Elia, karena melihat kakaknya menatap mereka penuh amarah. Entah sejak kapan Aldo berdiri di pintu itu, yang jelas Terlihat api kemarahan yang membara di sana.


Aldo melangkah besar menghampiri Reyhan di ruang sofa itu.


" Bugh.... bugh... "


Seketika terlihat Aldo memukul wajah Reyhan.


" B********n " kata Aldo dengan terus memukul wajah Reyhan, terlihat wanita itu melerai keduanya namun di singkirkan dengan mudahnya oleh Aldo hanya dengan satu tangannya sampai terjatuh.


Elia yang tak ingin kakaknya terkena masalah dengan polisi, karena memukul seseorang, berlari menghampiri, namun naas perutnya sudah tak tertahan lagi.


" Kak Aldo..... " tangis Elia sudah dalam keadaan berjongkok, terlihat rasa sakit yang amat sangat ia tahan karena wajahnya sudah berubah pucat pasi.


KARENA AUTHOR BERBAIK HATI CRAZY UP SAMPAI TIGA BAB.... BOLEH DONG AUTHOR MINTA GIFT DAN VOTE NYA🙈😘😘😘


TERIMA KASIH SUDAH SETIA SAMPAI BAB INI.... TUNGGU KELANJUTAN CERITANYA YA...BAGAIMANA PERJUANGAN REYHAN MEMOHON MAAF PADA ELIA,TAPI HATI ELIA YANG SUDAH BENAR BENAR MATI RASA UNTUK REYHAN. DIMAAFKAN ENGGAK YA 🤔🤔🤔....❤️❤️❤️


I LOVE YOU ALL MY READER. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2