
Mizka memasuki kamar nya, di ikuti Elwas di belakangnya.
" Sayang !!! "
Tanpa aba aba Elwas langsung memeluk tubuh ramping Mizka dari belakang dengan sangat erat lalu membalik tubuhnya dan mencium bibirnya dengan menuntut tanpa ada canggung sedikit pun. Membuat Mizka justru bergidik ngeri. Sungguh jauh dari Elwas yang biasa ia rasakan.
" Stop Elwas. Kamu membuatku takut. " ucap Elwas dengan memundurkan wajahnya namun Elwas tak menghiraukan masih membenamkan di dada Mizka yang pada akhirnya Mizka mendorong wajah Elwas.
" Elwas !! Apa yang kamu lakukan. Di luar masih banyak kerabat. " kata Mizka yang tak tahan geli karena ulah Elwas yang mengendus endus lehernya.
" Kamu berani mempermainkan aku Mizka. Berani nya kamu menguruskan badan tanpa seijin ku. Kamu harus di hukum Mizka. " kata Elwas tanpa pindah dari posisinya di leher Mizka
" Jadi kamu tak suka aku seperti ini. Ini semua ini khusus aku berikan untuk calon suamiku. Kamu tahu seberapa keras aku berjuang? sangat keras dan sangat tragis. "
" Aku tidak suka. Aku lebih suka Mizka yang gemuk, yang sexy, yang jika berjalan dengan ku, tak ada satu pun yang tertarik melihatmu. Jadi aku tak perlu khawatir untuk kau tinggalkan. " kata Elwas dengan memberi tanda di leher Mizka membuat Mizka mendorong Elwas keras agar menjauh darinya.
" Elwas, Aku malu jika ada yang melihatnya. " kata Mizka dengan melihat lehernya di pantulan kaca. Namun seolah Elwas tak perduli, ia justru ingin melakukan lagi dari belakang.
" Elwas, jangan di sini !!! "
" Baiklah, aku akan melakukan di tempat lain. yang tidak terlihat. "
Tanpa berpikir panjang Elwas langsung membalik tubuh Mizka kembali menghadapnya, dengan tidak sabar Elwas membuka baju kebaya Mizka bahkan kancing harus terlepas dari jahitan nya karena Elwas begitu tak sabar membuat Mizka jadi aneh. Kenapa bisa Elwas yang dulu selalu dingin, bahkan seolah tidak tertarik dengan nya kini menjadi sangat agresif seperti itu.
Semula Mizka sempat takut, ada beberapa bayangan masa lalu menghampiri, namun karena Elwas melakukan nya tidak kasar, hanya terlihat sangat menuntut membuat Mizka ikut larut dalam romansa. Tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, bahkan mereka mengabaikan setiap ketukan pintu yang meminta mereka untuk keluar, karena Elwas melarang untuk menjawab, dan tidak menghentikan aktifitasnya.
Mizka tak pernah menyangka jika di balik sifat diam dan dingin Elwas ternyata memiliki sisi liar yang sangat sulit ia jabarkan. Karena kini ia hanya bisa pasrah mengikuti setiap permainan yang Elwas pimpin.
Memang ini adalah hal kedua dari mereka berdua, namun dulu Elwas melakukan dengan tanpa kesadaran, begitu juga dengan Mizka ia mengalami rasa takut yang mendalam membuatnya tertekan.
Tapi sekarang, dengan sebuah rasa cinta dari keduanya, mereka dapat merasakan surga dunia, yang tanpa ia pelajari, ia bisa melakukan sendiri. Karena dorongan sebuah rasa cinta hingga terciptalah rasa ingin memberi dan menerima setiap sentuhan yang mereka ciptakan. Sore yang indah untuk malam pengantin yang sudah tak bisa tertahankan.
__ADS_1
Setelah selesai Elwaya mengusap perut rata Mizka, sebenarnya Mizka sangat malu Elwas melakukan hal seperti itu, namun Elwas seolah biasa saja. Ia merasa apa yang di miliki Mizka adalah miliknya, jadi ia berhak atas seluruhnya yang di miliki Mizka.
" Apa aku menyakitinya?? "
Mizka terseyum, pasti Elwas mengira jika dirinya sudah benar benar hamil.
" Aku belum hamil, sejak aku sampai di bandung aku langsung kedatangan tamuku. "
" Tamu?? " tanya Elwas tak mengerti
" Aku menstruasi saat sampai di bandung. "
" Benarkah?? "
Elwas mengecup kening Mizka, walau ia akan menyayangi anak itu, seperti anaknya sendiri, namun jujur itu membuat rasa takut Elwas jika sewaktu waktu Mizka berubah pikiran dan akan kembali pada Rabel demi anak itu kelak.
" Iya. Tuhan mengijinkan aku hanya mengandung anakmu. "
" Tidak !! Bukankah kita akan ke Jakarta malam ini. Lebih baik kita bersihkan diri. " ujar Mizka kabur dengan melilit tubuhnya dengan Selimut dan menuju kamar mandi.
Elwas terseyum bahagia melihat istri ya berlari, ia bahkan masih tersenyum senyum sendiri membayangkan kegiatan panas yang baru saja ia lewati. Ia juga tidak menyadari jika ia akan seliar tadi dan lebih bahagia lagi Mizka tak pernah menolaknya.
Setelah rapi, Mizka bersiap akan ikut dengan Elwas sesuai kesepakatan dengan keluarganya.
Semua mata tertuju pada mereka berdua yang dengan santainya Elwas melenggang keluar di ikuti Mikza di belakang nya. Setelah berpamitan dengan semua keluarganya mereka pun kembali ke jakarta.
Elwas yang melihat ada sebuah syal di leher Mizka pun menariknya dan membuang di jalan.
" Elwas, apa yang kamu lakukan?? " Mizka marah karena membuang syalnya di jalan begitu saja tanpa persetujuan dari nya.
" Aku tahu apa tujuanmu memakai syal. Ingat Mizka aku akan memberikan tanda itu setiap hari di lehermu, sebelum kamu mengembalikan tubuhmu seperti semula. "
__ADS_1
Mizka melongo, tak habis pikir bagaimana bisa sikap Elwas jadi seenaknya sendiri setelah menikah.
" Tapi Elwas - "
" Aku tak mau satu lelaki pun berani merebutmu dariku. Karena kamu hanya milik ku seutuhnya sekarang. " ujar Elwas dengan membawa satu tangan Mizka di cium karena posisi Elwas sekarang sedang menyetir.
Sampai di apartemen, Elwas terpaksa meninggalkan Mizka seorang diri karena harus menjemput Reyhan yang sudah pulang dari honey moon nya setelah dua bulan lebih keliling berbagai negara.
" Elwas, apa kamu tidak segera pulang nanti?? "
" Tentu saja aku akan langsung pulang. Kita belum menyelesaikan malam pertama kita " jawab Elwas dengan berbisik di telinga Mizka membuatnya meremang dan bersemu merah. Mizka benar benar tak menyangka lagi, jika Elwas begitu mesum seperti Reyhan yang selalu di ceritakan Elia padanya.
Sampai di bandara terlihat sepasang suami istri sedang berjalan menuju kearahnya. Tak terlepas wanita itu dari ketiak suaminya.
" Bagaimana Elwas?? Apa ada sesuatu. " tanya Reyhan. Setiap kali Reyhan dari bepergian pasti memantau perkembangan apa pun dari Elwas.
" Tidak Tuan. "
Ketiganya memasuki mobil, tak ada percakapan dari ketiganya hanya Reyhan yang sibuk menciumi istrinya seolah tidak waktu lain untuk bersama. Padahal satu menit pun Elia tidak di ijinkan lepas dari pandangan Reyhan selama ini.
" Elwas, apa kamu tahu kenapa ponsel Mizka tidak aktif? " tanya Elia
Karena selama ini Elia berusaha menghubungi Mizka namun tak pernah tersambung.
" Saat ini Mizka tidak mempunyai ponsel Nona. "
" Kenapa?? "
" Rusak. "
Akhirnya Elia diam, ia akan menanyakan nanti langsung di apartemen, karena Elia tidak ingin memasuki apartemen Reyhan lagi banyak kenangan buruk yang tidak ingin ia kenang, sehingga terpaksa Reyhan mengikuti Elia ikut tinggal di apartemen Elia.
__ADS_1