
Reyhan memilih kembali ke apartemen, sampai di dalam dia mengunci pintunya dan masuk ke kamar. Ia berjalan dengan sangat pelan, di lihat suasana apartemen yang terasa sepi tanpa ada Elia di sisinya.
Reyhan ingin membersihkan diri dengan mandi, karena sudah dua hari ini dia tidak mandi. Reyhan menatap sekeliling ruangan kamar, dan matanya terpatri pada sebuah ruangan yang sangat ia rahasiakan selama ini sudah terbuka sangat lebar.
Reyhan memasuki ruangan itu, sekarang ia mengerti kenapa Elia sangat marah padanya saat itu. Karena Elia sudah melihat ruangan itu terlebih dahulu, sebelum Reyhan menjelaskan maksud semua yang di lihat Elia.
Reyhan duduk di sebuah sofa, tempat ia menjamah Elia pertama kali. Terlintas bayangan saat Elia menangis memohon untuk di lepaskan, namun dengan penuh kebencian Reyhan sama sekali tak mendengarkan. Ia melakukannya dengan kasar dan paksa. Tak terasa Reyhan meneteskan airmata, jika mengingat kejahatan yang ia lakukan pada Elia dulu.
Reyhan meraba darah yang sudah berubah coklat, tanda dialah orang pertama yang memiliki Elia. terdengar isak tangis Reyhan saat mengingat kini Elia sedang bersedih karena kehilangan buah cinta mereka.
Reyhan mengobrak abrik semua barang yang tertata rapi di sini. Reyhan menatap foto Elia juga Aldo yang tertancap sebuah panah, dia berjalan mendekati foto Elia dan mencabut anak panahnya. Reyhan mengambil dan memeluk foto itu. Terlintas kembali saat ia menembakan anak panah tepat di kening wajah masing masing foto. Kala itu Reyhan masih sangat membenci keduanya, karena ia harus gagal mengejar cintanya yang sempat ia pendam untuk Nihan.
Reyhan baru menyadari, saat ia bertemu dengan Nihan kemarin, sudah tidak ada getaran dalam hatinya, bahkan tak ada rasa sesak atau panas saat melihat Nihan memanggil Aldo dengan sebutan Dady atau sayang. Atau saat Nihan membimbing Aldo dan menenangkan Reyhan sama sekali tak merasakan sesuatu, dalam pikirannya saat itu berharap Elia juga bisa memberikan perhatian seperti itu nantinya.
" Maafkan aku Elia..... Maafkan aku yang belum bisa menjelaskan masalah ini. Aku sangat mencintaimu Elia, sangat mencintaimu.... " Reyhan terduduk bersandar di tembok di bawah ia mengambil foto Elia.
Reyhan mengabaikan seseorang yang mengetuk pintu juga membunyikan bel rumah berulang ulang. Reyhan sudah seperti orang bodoh, yang kehilangan harapan. Jauh dari Reyhan yang berwibawa dan terlihat berkharisma. Bahkan sekarang ini Reyhan menangis semakin terisak merasakan dadanya yang terasa panas dan sesak. Ingin sekali ia memukul dirinya sendiri saat ini. Kenapa dengan rasa penyesalan terhadap Paula, ia justru mengabaikan Elia yang selalu setia padanya. Dan saat Elia memilih pergi Reyhan baru merasakan jika dia hanya butiran debu yang mudah tertiup dan berterbangan.
Reyhan kini merasakan sakit yang mendalam, luar dalam sakit yang kini ia rasakan. Tubuhnya yang hancur di remukan oleh Aldo, dan dalam hatinya yang sudah di hancurkan oleh Elia.
" Kalian sudah berhasil membalasku, kalian harus memaafkan aku !! " gumam Reyhan di sela tangisnya dan masih memeluk foto Elia.
Kesedihan Reyhan hari ini, adalah kesedihan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Karen disetiap kesedihannya, masih ada orang tua dan kasih sayang ibu yang menguatkan, tapi sekarang... Jangankan ayah yang menguatkan, ibu pun sudah memilih meninggalkannya karena rasa kecewa terhadap nya.
Reyhan bergegas bangun, ia menhapus air matanya dan akan pergi mandi. Reyhan tak ingin membuang waktu untuk bersedih lagi, ia akan kembali ke rumah sakit dan akan menemani Elia sekalipun ia akan di pukul oleh Aldo lagi, ia tak akan perduli, asalkan ia masih bisa bertemu dengan Elia.
__ADS_1
Reyhan membersihkan tubuhnya, dan merias diri. Ia sudah tidak sabar untuk segera menemui Elia.
Reyhan membuka pintu apartemen nya, terlihat Paula masih berada di sana dengan membawa bekal makanan.
" Paula? " kata Reyhan
Paula tersenyum pada Reyhan, dan mendekati.
" Aku sejak tadi mengetuk pintu, tapi kamu tak membukanya. Aku sengaja menunuggumu, untuk memberikan ini untuk makan siangmu. " kata Paula sambil memperlihatkan bekal yang ia bawa.
" Paula aku harus pergi. Aku sedang tidak lapar. " kata Reyhan
" Tapi kondisi mu sekarang belum pulih Rey, aku takut kamu semakin sakit nanti. Bagaimana kamu bisa menemui Elia nanti jika kamu sakit. " kata Paula
" Makanlah dulu, nanti aku akan menemanimu ke rumah sakit. " kata Paula
" Rey.... Bagaimana jika Aldo memukul mu lagi, makanlah dulu, agar kamu setidaknya bisa bertahan menghadapinya. Aku sengaja membuatkan sup untukmu" kata Paula memaksa.
Reyhan menatap Paula, dan menatap bekal yang Paula bawa.
" Aku akan makan nanti, terima kasih. " kata Reyhan mengambil bekal dari tangan Paula.
" Pulanglah, kamu pasti capek sudah mengurusku. " kata Reyhan menepuk pundak Paula dan pergi meninggalkan begitu saja.
Paula menatap punggung Reyhan yang semakin jauh dari hadapannya. Ia menggigit bibir bawahnya. Rencananya untuk membuat Reyhan menjauh dari Elia gagal. Paula berlari mengejar Reyhan dan membuka pintu lift yang sedikit sudah akan tertutup.
__ADS_1
" Aku akan menemanimu, aku akan membantumu menjelaskan semua ini pada Elia nanti." kata Paula saat sudah berada dalam lift.
Reyhan hanya diam saja. Mungkin benar jika Paulalah yang menjelaskan jika tidak ada sesuatu apa pun dengan Paula, mungkin Elia akan mengerti dan memaafkan nya.
Sampai di rumah sakit Reyhan melihat ibunya turun dari mobil. Ia seakan tak mengenal Reyhan sekarang, ia berjalan melewati anaknya begitu saja.
" Ibu...! " panggil Reyhan. Ia tak menyangka jika ibunya akan bersungguh sungguh dengan ucapannya.
Sina yang berjalan tegak menghentikan langkahnya, menunggu anak semata wayang nya berbicara.
" Ibu mau kemana? " tanya Reyhan mendekati Sina dan berdiri di hadapan ibunya.
Sina melepaskan kaca mata hitam yang ia pakai. Dan menatap tegas pada wajah Reyhan.
" Jangan pernah memanggilku ibu, selama kamu masih memposisikan dia di sampingmu, aku tak akan menganggap kamu sebagai anak ku. Bukankah aku sudah memberi pilihan, untuk memilih dia atau ibu. Namun kamu lebih memilih wanita itu di banding dengan ibumu sendiri. " jawab Sina dengan lembut namun penuh penekanan
Paula mendekati Reyhan dan ibunya, namun ia tak berani menjawab. Ia tak mau Reyhan menilai buruk tentang dirinya, jika ia berani menyangkal ucapan ibunya.
" Dan anda wanita terhormat. Anda bisa mendapatkan Reyhan, tapi selamanya kamu tak akan pernah mendapat restu dari keluarga Reyhan. Kamu tak akan pernah mendapat status dari keluarga Mandala, karena keluarga Mandala hanya menganggap Elia bagian dari keluarganya. Tidak termasuk Anda !!! " ketus Sina
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN Minggu ini.... ❤️❤️❤️
YOU ALL , IS THE BEST FOR ME.....🥰🥰🥰
Aku doakan semoga kalian semua di beri kesehatan, kebahagiaan dan kelancaran rejeki 🙌🙌🙌. Aminnn 😘😘😘
__ADS_1