Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab 55 Kedatangan Reyhan.


__ADS_3

Elia masih belum bisa memejamkan matanya, Ia masih membayangkan saat Reyhan menciumnya secara paksa.


Elia meraba bibirnya, bagaimana pun Elia wanita dewasa, Dia juga merindukan sentuhan kasih sayang dari seorang suami. Dalam kesendirian seperti ini, pikiran nya kadang berhalusinasi sendiri.


Elia teringat saat pertama kali bertemu Reyhan, yang pada waktu itu dia menggantikan Nihan seminar, justru membawanya dalam perkenalan dan obrolan hangat bersama Reyhan.


" Seharusnya kita tidak bertemu kak. Kenapa dulu harus aku yang menggantikan kak Nihan seminar. " Elia bergumam sendiri.


" Atau harusnya aku tidak memperdulikan mu, tidak perlu aku meminta maaf atas nama kakak ku. Toh itu tidak ada urusannya dengan ku. " gumam Elia yang masih menyalahkan diri sendiri.


Elia membersihkan diri dan beranjak naik dalam ranjangnya. Ia berbaring ke samping kanan, lalu berbalik ke samping kiri. Namun ia tak kunjung bisa memejamkan matanya. Pada akhirnya Elia memilih keluar di balkon kamarnya. Di hirup udara malam yang terasa dingin. Terasa segar karena sudah tidak tercemar polusi udara. Sebelum keluar Elia menatap jam di dinding kamarnya menunjukan pukul setengah satu malam. Jalanan yang begitu sepi, sampai ia melihat mobil Reyhan terparkir di sebrang jalan.Terlihat pula Reyhan yang masih mendongak melihat ke atas. Dapat di pastikan jika Reyhan saat ini sedang menatap Elia.


Elia masih tak percaya dengan yang di lihat, ia melihat dengan seksama mobil yang di gunakan Reyhan. Benar mobil Reyhan, dan yang di lihat pun benar benar Reyhan.


Elia kembali masuk kamar dan tak lupa menutup pintu dan kordeng jendela. Ia berjalan ke ranjang mematikan lampu dan memaksakan memejamkan matanya. Ia tidak ingin terlihat oleh Reyhan jika dirinya sedang tak bisa tidur. Pasti Reyhan beranggapan jika Elia tak bisa tidur karena di cium olehnya.


Pagi menjelang, biasanya Elia sudah bangun terlebih dahulu dan membuat sarapan. Tapi untuk hari ini, Elia belum bangun saat Mizka sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


Mizka mencoba mengetuk pintu kamar Elia.


"Tok....tok... tok..."


" Elia....! "


Berulang kali Mizka mengetuk pintu juga memanggil namanya, barulah Elia menyahut panggilannya.


Di lihat jam di dinding Elia menujukan pukul tujuh pagi, itu tandanya hari ini dia kesiangan. Karena biasanya Elia sudah bangun sejak pukul lima pagi.


' Kenapa aku bisa kesiangan. ' gumam Elia sambil bergegas menuju kamar mandi untuk mandi.


Mizka menuju dapur untuk membuat teh hangat, untuk mereka berdua.

__ADS_1


Elia terburu buru merias diri, dan memakai baju blezer hitam dan rok mini pendek hitam. Cukup setengah jam Elia sudah rapi dengan riasan seadanya karena waktu yang sudah mepet.


" Mizka tak perlu buat sarapan, kitq cari sarapan di klinik saja. " kata Elia memakai sepatu sambil jalan. Ia membuka pintu apartemennya, namun pandangannya ke dapur, karena Mizka tak kunjung mengikuti langkahnya.


" Mizka cepat.... !!! Jangan sampai pelanggan menung.....Auw..."


Elia mundur kebelakang karena menabrak sesuatu yang tidak ia lihat sebelumnya.


" Kak Reyhan..." ceplos Elia begitu saja.


" E...emhemt .... Maaf Tuan Reyhan saya sedang terburu buru. Bisakah Anda menyingkir dari hadapanku. " kata Elia yang tak bisa keluar karena Reyhan berdiri tepat di tengah pintu, badan nya yang tinggi besar menutup hampir semua pintu.


" Panggil Aku kak...!! Panggil aku kak... Elia ! " kata Reyhan mendekati Elia


" Tidak.... Kita tidak seakrab itu sekarang. " jawab Elia lantang.


" Tidak mau ?? " Reyhan semakin memepet tubuh Elia yang membuat Elia mau tak mau mundur namun Reyhan justru semakin maju melangkah hingga hampir keduanya tidak berjarak.


" Panggil Aku Kak, Elia !! " pinta Reyhan lagi semakin mendekatkan wajahnya.


" Menyingkir dari hadapanku. " Elia marah karena Reyhan tak menyingkir tapi justru semakin mendekatkan wajah lagi. Tangan Elia yang ingin mendorong di tahan oleh tangan Reyhan kini kedua tangan Elia di kungkung oleh sstu tangan Reyhan.


" Jangan pernah berpikir kamu bisa lari dariku Elia, karena jika aku tidak dapat memilikimu, itu tandanya orang lain pun juga tidak bisa memilikimu. " kata Reyhan seperti akan mencium bibir Elia.


Elia memalingkan wajahnya, ia tak mau kejadian kemarin terjadi lagi. Ia tidak mau benteng pertahanan nya dalam berpisah dengan Reyhan runtuh karena sentuhan Reyhan.


Tangan kanan Reyhan menolehkan wajah Elia agar melihat kearahnya. Keduan nya saling bertatap. Terlihat wajah cantik alami Elia di pagi ini, pandangan Elia melihat bibir Reyhan terkadang melihat matanya.


" Lain kali jika mandi, mandilah yang benar. Apa perlu aku memandikanmu lahi seperti dulu. " kata Reyhan sambil membersihkan kotoran di sudut mata Elia.


" Deg...... "

__ADS_1


Jantung Elia seakan berhenti begitu saja. Mendapati perlakuan Reyhan, dan kata katanya yang begitu lembut meluluhkan segala emosi yang menjalar di pikiran nya.


Setelah membersihkan kotoran di mata Elia, Reyhan berbalik meninggalkan Elia. Di sana sudah ada Mizka yang tak menolong Elia, tapi justru melihatanya sebagai pertunjukan romantis gratis.


" Mizka cepat,kita berangkat sekarang. Karena pukul delapan kita harus buka klinik. " kata Elia


" Baiklah. " kata Mizka bergegas keluar. Namun Elia tidak bisa keluar karena Reyhan menahan tangan Elia, agar tidak ikut beranjaj pergi.


" Turunlah, kamu akan diantar Elwas pagi ini. Biarkan Elia sarapan terlebih dahulu. Lihatlah badanya semakin kurus semenjak tidak satu apartemen dengan ku. " kata Reyhan


" Tidak !!! Aku bisa sarapan di klinik. Terima kasih. " jawab Elia sambil mencoba melepaskan genggaman tangan nya.


Namun semakin kuat Elia ingin melepaskan, tangan Reyhan semakin kuat mengenggam nya.


Mizka keluar dan munutup pintu kembali, meninggalkan Elia yang tidak percaya dengan kelakuan Mizka yang meninggalkanya begitu saja.


" Mizka.....! Berani kamu meninggalkan aku ! "


" Lepaskan aku ! " bentak Elia, namun Reyhan seakan tuli dia menarik Elia ke dapur dan mendudukan di kursi makan.


Reyhan menyiapkan bubur ayam yang sengaja ia buatkan untuk Elia. Reyhan mulai menyuapkan bubur ayam ke mulut Elia, namun Elia tak kunjung membuka mulutnya. Dia hanya melihat sekilas bubur itu, namun dia enggan untuk menerima suapan itu.


" Makanlah Elia !! Aku sengaja membuat bubur ini hanya khusus untuk mu. Kamu tahu seberapa aku berjuang mempersiapkan semua ini ? " ucap Reyhan.


" Aku tidak tahu !! Dan Aku tidak perduli !!! ketus Elia


Lain di mulut, lain pula di perut. Karena pada kenyataannya, sekarang ini perut Elia berbunyi nyaring menandakan minta di isi, setelah menghirup bau harum dari bubur ayam tersebut. Reyhan hanya bisa tersenyum menatap Elia yang sedang menunduk melihat perut ratanya yang tak bisa di ajak kompromi.


Sungguh malu yang amat sangat, kini di rasakan Elia saat ini. Dirinya hanya bisa menutup mata dengan terpaksa.


Hello my READER,, terima kasih aku ucapkan masih menemani karya aku sampai di Episode ini.

__ADS_1


Tak henti henti aku mengingatkan untuk meluangkan like, gift, komentar dan vote karya aku, agar aku bisa terus berkarya.... 🥰🥰🥰. Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2