Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab 41 Terungkap


__ADS_3

Semula Aldo tak mendengarkan Elia memanggilnya, dia terus memukul Reyhan sampai wajahnya berdarah darah. Sesekali Reyhan membela diri dengan mendorong Aldo agar tidak menyakiti wajah terus.


Amarah Aldo sudah tak dapat terkontrol lagi, saat dia mendengar kata kata Elia dengan telinganya sendiri, jika Elia hanya di gunakan ajang balas dendamnya Reyhan pada Aldo selama ini. Membuat Aldo semakin kuat memukul Reyhan dan berusaha mencekik Reyhan. Tak perduli lagi di otak Aldo tentang hukuman yang akan di terima, jika dia terus menyakiti Reyhan sampai mati.


Namun saat melihat Elia tergeletak tak berdaya karena tak sadarkan diri, Aldo langsung berdiri dan berlari menghampiri Elia yang sudah terbaring lemas di lantai.


" Elia.... Elia... ! " Aldo sangat khawatir mengetahui keadaan Elia yang tak sadarkan diri. Aldo terus memanggil nama Elua dan menggoyang goyangkan tubuh Elia dalam pelukanya. Aldo yang melihat ada darah di kaki Elia yang mengalir, semakin membuat Aldo panik.


Reyhan berupaya bangkit bangun dan mendekati Elia untuk mengetahui keadaannya. Namun Aldo menyungkurkan tubuh Reyhan, sampai terjatuh. Wajah Reyhan sudah tak terlihat lagi aura ketampanannya. Reyhan sudah lemas tak berdaya, dengan penuh luka dan darah. Bahkan penampilannya sudah sangat buruk dan acak acakan saat ini.


" Jika sampai terjadi sesuatu dengan Elia, jangan harap kamu masih bisa berdiri menginjak bumi. " ancam Aldo, bahkan karena rasa benci berlebihan pada Reyhan ia meludah tepat di wajahnya. Namun Reyhan sama sekali tak membalas apa yang di lakukan Aldo saat ini.


Aldo segera bangun mengangkat tubuh Elia, ia berlari membawanya turun dari ruangan tersebut. Tergambar raut panik di wajah Aldo, ia sangat khawatir dengan kondisi Elia yang tak berdaya saat ini. Apalagi Elia tak berhenti mengeluarkan darah yang sangat banyak, sampai menetes di lantai saat Aldo membawanya dengan berlari.


Aldo yang melihat taxi terparkir di jalanan, segera menghampiri, dia langsung naik dan menyuruh sopir taxi membawa mereka ke rumah sakit. Ia tak menghiraukan mobilnya masih terparkir di apartemen itu, dan meninggalkannya begitu saja di sana. Karena pikiran Aldo sedang kalut tak memungkinkan jika dia menyetir sendiri.


Aldo terus mendesak sopir taxi itu untuk melajukan mobilnya semakin kencang, karena wajah Elia semakin pucat.


" Elia bangun Elia...!! " kata Aldo dengan menepuk nepuk wajah Elia, namun Elia sama sekali tak bangun. Aldo sangat menyesali kondisi ini. Ia baru menyadari jika selama dua tahun ini adiknya tersiksa karena dirinya. Sungguh di luar dugaanya selama ini, Elia pandai menyembunyikan hal menyedihkan seperti ini.


Aldo memeluk erat tubuh Elia, sesekali di cium puncak kepala adiknya, bahkan Aldo sampai meneteskan air mata melihat kondisi Elia yang sangat pucat.


Ingin rasanya Aldo berteriak dan membunuh Reyhan saat ini. Jika ia tidak memikirkan Nihan sedang mengandung, mungkin saat itu juga Aldo membunuh Reyhan. Penyesalan yang amat dalam kini sedang dirasakan Aldo saat ini, saat sudah mengetahui semuanya.


Aldo mencoba menghubungi Nihan, agar menyusulnya ke rumah sakit. Karena saat ini sebenarnya Nihan masih mengambil masa cuti selama satu minggu.

__ADS_1


Sampai di rumah sakit, Aldo membawa Elia keruang ugd, agar segera mendapat penanganan tim medis. Atas perintah dokter yang menangani, Aldo dilarang menunggu di dalam, dan menyuruhnya menunggu di luar ruangan. Aldo berjalan mondar mandir menunggu di luar. Karena langsung ada tiga dokter yang masuk untuk menangani Elia saat ini .


*


*


Reyhan mencoba berdiri dengan sisa tenaganya, ia ingin membersihkan wajahnya yang di ludahi oleh Aldo. Ia memasuki kamar, dan langsung menuju kamar mandi lalu mengunci pintu dari dalam. Reyhan membersihkan wajahnya dari ludah dan darah dengan sangat pelan. Pukulan Aldo yang berlebihan membuatnya kesakitan dan perih saat terkena air.


Reyhan menatap wajahnya sendiri, penuh dengan luka dan memar. Bahkan pipinya terlihat bengkak.


Reyhan mengelap wajahnya berlahan dengan handuk dengan menempelkan sangat pelan. sejenak Reyhan menunduk merasakan perih dan nyeri di wajahnya. Saat membuka matanya, pandangannya terfokus pada suatu barang yang berada dalam kantong sampah.


Reyhan berjongkok dan mengambil barang tersebut. Di lihat dengan seksama barang tersebut, ia dapat melihat sebuah garis dua dari barang itu, barulah kini ia mengetahui jika Elia saat ini sedang mengandung.


" Bodoh...... " gumah Reyhan memukul tembok di samping nya.


Reyhan segera membuka kamar mandi dan ingin keluar dari kamar. Namun Reyhan kaget karena Paula ada di kamarnya bahkan sedang duduk di tepi ranjangnya.


" Sedang apa kamu di situ Paula? " tanya Reyhan tak suka.


Paula bangun dan mendekati Reyhan. Tangannya ingin menyentuh wajah Reyhan, namun di tahan oleh tangan Reyhan.


" Aku ingin mengobati lukamu Rey. " jawab Paula


" Paula kamu seharusnya sudah tahu, aku paling benci seseorang memasuki ruangan kamarku. Harusnya kamu tahu betul sejak dulu, jika ruang kamar adalah ruangan pribadi untuk aku. Tidak akan ku perbolehkan orang lain memasuki kamarku. " kata Reyhan memperingati, lalu ia berjalan keluar kamar.

__ADS_1


" Rey.... kamu mau kemana ? " tanya Paula selembut mungkin


" Aku akan menyusul Elia kerumah sakit. " kata Reyhan dengan terus berjalan, ia berhenti tepat di tempat Elia pingsan tadi. Dia baru menyadari jika ada darah disana.


Reyhan segera berjalan cepat, untuk keluar.


" Rey.. Aku ikut ! " kata Paula mengejar


" Paula kamu sedang sakit. Istirahatlah di kamar itu. " kata Reyhan menunjuk kamar bekas Elia dulu.


" Tidak Rey, aku takut sendiri. Lagi pula sekalian aku mau periksa kesehatanku. " pinta Paula memaksa


Akhirnya Reyhan memperbolehkan Paula untuk ikut ke rumah sakit. Karena pikirnya mungkin lebih baik jika seperti itu.


Reyhan mengambil mobilnya, dan membawanya dengan Paula duduk di sampingnya. Sepanjang perjalan Paula mengajak ngobrol Reyhan, namun tak ada sahutan dari Reyhan, karena Reyhan sibuk dengan bayangan kata kata Elia.


Reyhan masih berpikir dari mana Elia tahu tentang rencana awalnya dulu, yaitu membuat Elia bertekuk lutut dengan cintanya, lalu perlahan dia akan menyakiti hati Elia sedikit demi sedikit, tanpa kecurigaan.


" Elwas.... " gumam Reyhan.


Karena selama ini hanya dia yang tahu dengan semua rencana. Bahkan dialah yang mencetuskan ide untuk dirinya.


Reyhan memarkirkan mobilnya di parkiran, lalu dia menuju tempat resepsionis, untuk menanyakan dimana Elia di rawat. Dengan berbekal informasi yang ia dapat, Reyhan mencari ruangan yang di sebutkan oleh salah satu resepsionis di sana.


Reyhan berjalan cepat mencari ruangan Elia, ternyata Aldo menaruh Elia di ruangan khusus vvip. Reyhan harus naik lift terlebih dahulu karena tempat vvip berada di lantai atas. Reyhan dapat melihat Aldo sedang mondar mandir dan sesekali melihat kaca jendela ruangan tempat Elia di rawat saat ini.

__ADS_1


__ADS_2