Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 92 Perjuangan Mizka


__ADS_3

Mereka menuju ke dalam, walau Mizka sempat ragu namun ibunya mengatakan jika ayahnya juga sangat merindukan Mizka. Mereka sudah tahu semua kebusukan teman nya Mizka. Kedua orang tua Mizka mencoba mencari keberadaan Mizka namun ternyata ia tidak dapat menemukan.


Mizka mempunyai satu orang adik laki laki namun baru berumur sepuluh tahun. Jadi tidak bisa ikut mencari keberadaan kakaknya.


Ibunya masuk ke dalam memanggil ayahnya. Terlihat raut cemas dari wajah Mizka, namun Elwas selalu mengenggam tangan Mizka dan memberitahukan semua akan baik baik saja.


Terlihat ayah Mizka datang menghampiri, ia pun juga langsung memeluk anaknya, dan meminta maaf. Ia membelai anaknya, yang sekarang sudah berubah bentuk. Ia tidak menyangka anaknya akan berubah segendut itu. Namun namanya orang tua akan selalu menerima kekurangan anaknya. Dan sebuah kesalahan pahaman kemarin itu karena emosi sesaat Ayah nya yang begitu kalap mata, dengan pemberitahuan jika anak perempuan nya menjadi wanita penghibur juga simpanan.


Setelah selesai dengan drama kesedihan saling memaafkan, Elwas pun memberitahukan kedatangan nya untuk melamar Mizka sebagai istrinya. Sebenarnya orang tua sangat terkejut dengan keadaan ini. Mereka yang begitu sangat ingin bertemu dengan anaknya, akhirnya bisa bertemu. Namun saat itu pula anaknya akan di minta oleh orang lain. Ayah Mizka hanya bisa memberi restu, walau ia merasa telah gagal menjadi orang tua, karena sempat telah mengusir Mizka. Namun ia bersyukur masih dianggap oleh anak nya, dan kesini meminta restu.


Orang tua Mizka mengharap agar Mizka mau kembali di rumah ini. Dan tidak kembali ke kota. Semula Elwas keberatan, namun ternyata Mizka menyetujui, ia juga merindukan waktu bersama keluarga nya. Elwas hanya bisa mengalah, karena ia tidak mau memaksakan Mizka pulang bersama dirinya, jika pada akhirnya Mizka akan marah padanya.


Mizka mulai menjalani hidup di rumah orang tuanya. Ia membantu ibunya di rumah untuk memasak, sedangkan ayahnya setiap hari bekerja sebagai kepala sekolah akan berangkat pagi.


Mizka dan ibunya saja di rumah, terlihat sangat asri berada di lingkungan kota Mizka, karena jauh dari hingar bingar kehidupan kota.


" Nak, kamu akan menikah. Apa kamu tidak ada keinginan untuk menguruskan tubuhmu. " kata ibunya yang melibat Mizka sedang melamun di kursi karena tidak ada kegiatan.


" Sebenarnya aku berencana menguruskan setelah menikah bu. " jawab Mizka

__ADS_1


" Kenapa setelah menikah. Lebih baik sekarang, jadi saat acara prosesi pernikahan kamu terlihat sempurna di mata calon suami mu. " ibu Mizka membelai rambut Mizka


Mizka menatap ibunya dengan lembut dan terseyum.


" Tapi di sini tidak ada tempat gym bu, berbeda dengan di kota. " kata Mizka


" Siapa bilang. Ayo aku antar ke sana. Ibu malu punya anak perawan seperti orang orangan sawah seperti ini ! " kata ibunya terseyum dengan menarik tangan anaknya dengan lembut. Sedang Mizka kembali menjadi anak manja, mengikuti ibunya.


Hari pertama, Mizka diantar ibunya di suruh berkeliling taman sebanyak sepuluh kali, membuat Mizka akan pingsan saat itu juga. Belum sampai di situ saja Mizka langsung diajak senam oleh ibunya di sanggar senam tempat langganan ibunya.


" Sudah bu !! Hari ini cukup. "


Mizka sudah tidak sanggup untuk menumpu kedua kakinya. Sedangkan ibunya justru masih menggoda. Ibunya Mizka adalah orang yang selalu ramah, wajar saja jika sifat itu menurun pada Mizka.


Keduanya asik berbincang, di kejutkan karena ada seorang tamu yang ternyata adalah Elwas. Namun ibunya melarang Mizka untuk menemui.


" Tapi kenapa bu. Jarak Jakarta dengan bandung itu jauh. Kasian jika Elwas harus kembali tanpa bisa bertemu beauty angel nya. " kata Mizka dengan percaya diri melenggok meninggalkan ibunya, namun kembali di tarik.


" Ingat Mizka, kamu harus menahan nya. Apa kamu tidak ingin memberi kejutan untuk Elwas?? " tanya ibunya menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Setelah berpikir, akhirnya Mizka mengerti maksut ibunya agar tidak menemui Elwas. Ia pun mengalah, dan ibunya yang menemui.


Setalah mendapat penjelasan jika Elwas tidak boleh bertemu dengan Mizka sebelum hari pernikahan, Elwas langsung lemas saat itu juga. Ia yang sudah terbiasa dengan adanya Mizka disampingnya membuatnya kehilangan semangat.


Namun ibu Mizka mengatakan, jika ingin segera melihat Mizka, maka Elwas harus segera menghalalkan Mizka. Elwas pun berjanji akan membawa orang tua Mizka sesegera mungkin. Jujur Elwas sedikit menyesal membawa Mizka pada Orang tuanya, pada akhirnya di pisahkan begitu.


Akhirnya Elwas menanyakan ponsel Mizka yang tidak aktif, ibunya memberitahukan jika Mizka tidak punya ponsel sejak dari Jakarta.


Elwas pun kini juga baru menyadari jika setelah di Jerman tidak dapat menghubungi, Ia juga tidak pernah melihat Mizka bermain ponsel. Itu tandanya selama di apartemen nya dulu Mizka pasti sangat kesepian. Akhirnya Elwas sedikit lega karena ibunya memberikan nomornya jika ingin berkomunikasi dengan Mizka.


Setelah berbincang Elwas pamit undur diri karena besok masih harus bekerja. Namun tetap saja tidak merubah keputusan Orang tua Mizka untuk memberi ijin Elwas bertemu dengan Mizka.


Hari kedua Mizka masih sama, ia diajak ibunya berkeliling taman, lanjut senam. Begitu seterusnya sampai tak terasa satu minggu ia melakukan rutinitas seperti itu. Berbekal mentor ibunya Mizka dapat menurunkan berat badan nya sebanyak sepuluh kilo dalam seminggu.


Hari ini adalah hari dimana orang tua Elwas berkunjung. Namun tetap sama Orang tua Mizka tidak mengijinkan Elwas bertemu dengan Mizka. Semula Elwas sempat curiga jika Orang tua Mizka menyiksa atau ingin memisahkan mereka. Namun semenjak mereka dapat berkomunikasi, dan Mizka selalu menyakinkan jika orang tuanya dan juga Mizka akan memberikan kejutan untuk Elwas, membuat Elwas mengalah. Walau ia sangat penasaran rencana apa dan kejutan apa yang Mizka juga orang tua Mizka persiapkan untuknya.


Tak terasa hampir sebulan Mizka melakukan olah raga juga perawatan. Ia bagaikan puteri seperti dulu. Ia terlihat sangat cantik, juga sangat ramping. Ia bahkan tidak menyangka jika hampir sebulan saja ia sudah bisa mengembalikan tubuh gendutnya seperti semula.


Mizka masih saja berdiri di depan cermin melihat tubuhnya dengan balutan kebaya sangat cantik dan ramping, ia bahkan seolah tidak percaya jika kebaya sekecil itu bisa melekat di tubuhnya.

__ADS_1


Benar hari ini adalah hari dimana Mizka akan menikah. Elwas yang sudah tidak bisa menahan untuk bertemu dengan Mizka menyuruh mempercepat pernikahan nya. Yang pada Akhirnya pernikahan yang seharusnya terjadi bulan depan harus maju di bulan ini.


Elwas masih belum di berikan ijin bertemu dengan Mizka, sebelum melantunkan ijab qobul membuat Elwas menjadi gugup. Pikirannya menjadi bercabang, ada apa dengan Mizka.


__ADS_2