
Elia keluar dari kliniknya, di ikuti para pengawal yang di persiapkan Aldo.
" Kalian mau kemana? "
" Maaf Nona, Tuan Aldo memerintahkan mengikuti anda kemana pun Anda pergi. " kata salah satu pengawal itu.
" Aku hanya ingin jalan jalan di mall, kalian tidak perlu ikut. " kata Elia mulai geram
" Silahkan Nona, kami tidak akan menganggu anda. " jawab pengawal itu.
Elia bernapas lega karena pengawal itu tidak akan menganggu. Namun rasa lega itu hilang kembali saat masih mendapati pengawal itu masih mengikutinya.
" Kalian bilang tidak akan menganggu, kenapa masih mengikuti ku? " kata Elia berbalik dan memandang pengawal itu satu persatu.
" Kami tidak akan menganggu Nona, hanya akan menjaga keselamatan anda. Kami akan selalu di belakang anda Nona. " jawab pengawal itu lagi
" Oh my God.... !! kalian tidak menjaga keselamatan ku, tapi menghancurkan hidup ku !! Elia akhir berjalan cepat agar para bodyguard itu kehilangan jejaknya.
' Kak, pengawal itu terus mengikuti ku. '
Elia mengirim pesan pada Reyhan, tidak mungkin jika saat ini mereka memaksakan untuk bertemu.
' Ku tunggu di toilet loby selatan. '
Reyhan membalas pesan Elia, ia tidak bisa jika hari ini tidak bertemu dengan Elia.
' Oh ya ampun. Kenapa aku harus hidup dengan orang orang aneh seperti ini. Kakak ku sudah gila, sekarang suamiku juga ikut gila. masak iya kita harus bertemu di toilet umum. ' keluh Elia dalam hati.
Elia ingin membalas tidak mau jika harus bertemu di toilet umum, tapi sudah keduluan pesan Reyhan yang masuk.
' Jika tidak mau bertemu di sini. Aku akan nekat ke klinikmu membawa bodyguard sepuluh. '
Elia membulatkan matanya, membaca pesan suaminya yang nekat ingin bertemu. Akhirnya Elia mengalah dari pada harus memilih satu diantara keduanya. Karena jika Reyhan nekat itu akan menimbulkan kemarahan Aldo yang semakin memuncak.
Elia menuju ke toilet, masih di ikuti bodyguard itu.
__ADS_1
" Apa kalian akan ikut masuk?? " bentak Elia
Akhirnya Bodyguard itu membalik badan mengawasi sekeliling tempat itu berjaga jaga.
Elia langsung di tarik begitu saja oleh Reyhan, masuk ke toilet wanita. Ternyata Reyhan sudah menunggu di toilet wanita.
Elia melihat wajah Reyhan penuh dengan warna lebam, Elia dengan perlahan dan hati hati mengusap wajah Reyhan yang sakit. Reyhan mencium telapak tangan Elia. Akhirnya Elia berjinjit mencium bibir Reyhan, dan langsung di balas oleh Reyhan. Lama mereka berciuman akhirnya Reyhan melepaskan ciuman nya, dan kembali menciumi seluruh wajah Elia.
" Aku mencintaimu kak. " ucap Elia dengan memeluk erat tubuh suaminya
" Aku lebih mencintaimu Elia. Aku sangat mencintaimu. " ucap Reyhan ikut memeluk tubuh Elia dengan erat.
" Aku bisa gila jika tidak memilikimu Elia. " ucap Reyhan mencium kepala Elia.
" Aku akan mengatur bulan madu untuk kita. kamu pilih negara mana yang bisa untuk kita kunjungi. " kata Reyhan saat sudah mengurai pelukan nya.
" Bulan madu?? Kita sudah dua tahun menikah kak, apa masih pantas di bilang bulan madu? " kata Elia geli dengan ucapan Reyhan yang mempersiapkan bulan madu untuknya.
" Tapi kita baru saja bersatu, anggap saja kita baru saja menikah. Lagi pula kita dulu juga belum pernah bulan madu. " kata Reyhan lagi
" Besok kita berangkat, Oke ? " kata Reyhan
" Besok? Aku bahkan belum bertanya pada kak Aldo. " jawab Elia
" Ayolah Elia, kamu istriku. Bukan kekasih atau selingkuhan lagi. Kamu milik ku Elia,bukan milik Aldo. Dia sudah bahagia dengan istrinya, kenapa kita tidak bisa? Egois bukan? " kata Reyhan.
Elia menatap wajah suaminya, ia membenarkan ucapan suaminya.
" Baiklah. " jawab Elia
Reyhan terseyum dan kembali memeluk erat Elia, dia sangat bahagia bisa kembali memiliki istrinya. Tak perduli Aldo akan terus mengancamnya karena sejak awal pun hubungan mereka memang sudah tidak sehat.
Setelah di rasa tidak ada yang memperhatikan Reyhan pun langsung berlari ke toilet pria, sedangkan Elia merapikan diri lalu keluar meninggalkan kamar mandi.
Terlihat bahagia dari wajah Elia, ia terus terseyum mengabaikan para pengawal yang mengikuti langkahnya.
__ADS_1
Sampai di klinik Elia masuk dalam ruangan nya, ia benar benar lupa apa tujuan dia ke klinik hari ini, karena dia terus melamun dan tersenyum.
" Elia, apa perlu aku membawamu ke dokter? " tanya Mizka
" Kenapa? " tanya Elia tak memgerti.
" Aku pikir kamu demam tinggi, sampai otakmu ikut tergeser. " jawab Mizka asal
Elia melempar bantal kecil ke arah Mizka karena Elia sedang duduk melamun di sofa.
" Mizka, kira kira destinasi tempat romantis itu dimana ya? " tanya Elia
" Aku sangat mendambakan ada yang membawaku ke turki. Disana aku akan duduk di pantai dengan meminum secangkir teh turki. Dan selalu di peluk oleh pangeranku. " Mizka membayangkan seperti di film drama turki yang ia sering lihat.
Sejenak Elia menimang ucapan Mizka, ternyata walaupun bodoh Mizka tahu juga destinasi wisata indah. Sebuah negara yang membuatnya jatuh cinta pula, seluruh keindahan Istanbul terbesit di bayangan Elia.
" Pintar ! " Elia terseyum penuh arti pada Mizka
" Memang kamu mau ke sana? Bisakah aku ikut ? tanya Mizka memperlihatkan wajah semanis mungkin. Dia juga sangat mengidolakan negara Turki yang sangat indah dengan pemandangan pantai yang mengelilingi negara tersebut.
" Akan ku pertimbangkan. " jawab Elia bangun mengambil ponselnya.
Ia sudah menentukan Turki sebagai negara yang ia akan kunjungi. Elia ingin segera memberitahukan kepada Reyhan bahwa ia sudah bisa menentukan negara apa yang menjadi pilihan nya.
Malam menjelang, Elia memutuskan pulang ke apartemen nya. Melalui perdebatan nya dengan Aldo, akhirnya Elia bisa di ijinkan kembali ke apartemen nya. Bahkan Elia sudah minta ijin akan pergi ke Turki untuk menenangkan diri bersama Mizka.
Sebenarnya Aldo tidak mengijinkan Elia pergi, namun saat Elia menjelaskan ia pun ingin bahagia seperti kebahagiaan yang di rasakan Aldo saat ini, membuat Aldo tak mampu menjawab lagi. Aldo memberikan kebebasan pada Elia agar bisa kembali seperti dulu. Agar Elia bisa meraih cita citanya seperti mimpinya.
Pagi ini Elia akan berangkat ke Turki di antar Aldo, tak lupa Mizka yang sudah sangat bahagia karena Elia mau membawanya ikut serta sudah standby sejak pagi. Karena sejak semalam ia tidak bisa tidur membayangkan bisa bertemu Agatay, aktor tampan turki yang hanya bisa ia lihat di televisi.
Aldo tak bisa melarang adik semata wayangnya pergi. Karena pada dasarnya ia sangat menyayangi adiknya.
Elia segera naik ke pesawat, karena saat ini Reyhan juga akan ikut terbang dengan pesawat yang sama. Reyhan yang sudah duduk bersama Elwas segera mengusir asiten pribadinya agar bertukar tempat dengan Mizka, saat melihat Elia sudah berdiri di hadapannya.
Next Chapter akan ada sedikit kisah cinta Mizka dengan Elwas yang belum terselesaikan 🤭🤭🤭. Kira kira Mizka pilih siapa ya 🤔🤔🤔 Elwas ??? Kembali pada Rabel ??? Ataukah Sean yang merasa hampa saat Mizka berhenti mengejarnya ??? 😀😀😀 Author aja juga bingung 🙈🙈 Kalo kalian pilih Siapa ?? Tinggalkan masukan kalian di kolom komentar ya....😘😘😘
__ADS_1
Jangan Lupa like, gift dan vote agar Author semangat buat Up lagi. Happy reading ❤️❤️❤️