Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 53 Pria Terakhir


__ADS_3

Hari ini adalah peresmian grand opening Klinik kecantikan Elia, Ia sengaja memilih hari ini, karena hari ini adalah hari aniversary pernikahan Elia dengan Reyhan. Tak ada yang tahu jika hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan Elia. Bahkan Aldo dan Nihan hanya mengingat ini adalah aniversary untuk mereka. Padahal jelas jelas hari pernikahan mereka di gelar di hari yang sama.


Elia terlihat sangat cantik dengan balutan dress selutut berwarna biru dan di padukan dengan blezer berwarna biru tua. Elia terlihat senyum bahagia saat memutuskan tali pita tanda Klinik sudah resmi di buka.


Banyak kerabat, saudara yang hadir memberikan ucapan atas pencapaian Elia yang luar biasa ini. Karena berhasil membuka klinik beserta produk skin care made in Elia sendiri.


Elia terlihat begitu semangat memimpin acara yang ia gelar. Ia sibuk berfoto foto dengan sahabat sahabatnya, dengan Mizka bahkan dengan baby Zian. Sean meminta mereka bertiga berfoto dengan Elia, Zian, juga Sean namun tiba tiba Mizka hadir memeluk lengan Sean, sehingga membuat keributan di acara tersebut. Sean yang marah marah karena Mizka selalu mengacaukan rencananya berdekatan dengan Elia. Namun Mizka seolah tuli, ia tak mau beranjak meninggalkan Sean. Dan akhirnya Elia pergi berfoto dengan yang lain.


Elia sangat senang saat Mizka menahan muka temboknya untuk menjaga hati Elia. Karena sebenarnya Elia sudah menolak foto bersama, namun Sean memaksa.


Para tamu undangan pun sudah banyak yang meninggalkan lokasi peresmian, tapi masih banyak pelanggan yang melakukan perawatan. Mizka yang sudah di bimbing oleh Elia cara yang benar bekerja pun melaksanakan dengan sepenuh hati, sehingga banyak customer yang puas dengan penanganan di klinik Elia.


Menjelang sore, Suasana klinik Elia justru semakin ramai, membuatnya sedikit sibuk dengan melayani konsultasi para pelanggan yang ingin menggunakan produk skin care miliknya.


Mizka sendiri masih sibuk melayani pelanggan yang melakukan detoks wajah. Hingga pukul lima sore Elia memutuskan menutup klinik agar tidak lagi ada yang mendaftar karena masih ada saja yang datang ke klinik. Elia menyarankan agar melakukan reservasi untuk hari berikutnya.


Terlihat wajah kelelahan dari Mizka dan Elia. Keduanya justru tertawa bersama saat melihat seluruh ruangan yang masih sangat berantakan, tapi keduanya memilih berbaring telentang di kursi tunggu yang panjang.


" Aku harus merekrut seorang cleaning servis, jika tidak kita akan bermalam di sini karena tak selesai bersih bersih. " kata Elia sambil tertawa, ia tidak menyangka untuk hari pertama grand opening nya sangat ramai yang berdatangan.


" Kamu benar Elia. " kata Mizka ikut tertawa, karena badannya sudah hancur tidak berdaya untuk bersih bersih kembali.


Setelah membersihkan ruangan semampunya, mereka memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menunjukan pukul delapan malam.


Elia mengunci pintu terlebih dahulu dan serius melihat gembok yang akan ia kunci.


Mizka terperanjat saat seseorang membekap mulutnya dan membawa lari menjauh dari Elia. Karena suasana mall yang masih ramai, Elia tak mendengar suara Mizka yang dalam bekapan minta tolong.


Sampai di tempat agak jauh laki laki itu membuka bekapan tangannya di mulut Mizka.

__ADS_1


" Kamu itu siapa? berani beraninya menyulik gadis secantik diriku. " kata Mizka penuh percaya diri.


Elwas menatap Mizka heran, kenapa ada gadis yang sangat narsis seperti ini.


" Jangan melihatku terlalu lama. Karena kamu bisa jatuh cinta padaku nantinya. " kata Mizka ingin pergi menghampiri Elia.


" Tunggu !!! " pinta Elwas dengan mencekal lengan Mizka yang besar


" Kamu itu wanita bukan sih, kenapa tidak semulus seperti wanita pada umunya. " kata Elwas.


Mizka menarik tangannya jengkel. Elwas adalah laki laki yang ke seratus kali mungkin, mengatakan seperti itu.


" Bukan !!! Aku waria. " kata Mizka sewot


" Tidak begitu cantik. " kata Elwas saat mengingat apa tujuan dia menculik Mizka


" Begini,aku minta waktu sedikit untuk berbicara denganmu. " kata Elwas


Mizka mendengar dengan seksama permintaan Elwas, namun ada juga yang di bantah Mizka.


" Lalu hadiahnya apa, jika qku bisa membantumu? " kata Mizka


" Kamu bisa minta apa pun yang kamu mau. " jawab Elwas dengan meneguk air mineral.


" Baiklah. Aku mau kamu jadi pacarku. " kata Mizka girang


Sedangkan Elwas tersedak minuman yang sedang ia minum.


" Uhuk....uhuk !!! "

__ADS_1


Elwas yang seumur hidupnya tak pernah tertarik pada wanita, begitu kaget karena ada wanita yang menembaknya.


" Bagaimana...??? " tanya Mizka antusias


" Terserah kamu sajalah. " jawab Elwas mengalah, dari pada menolak ia akan di marahi Reyhan karena tak sesuai dengan yang di rencanakan Tuannya.


" Berarti mulai sekarang kamu adalah pacar ku. " ucap Mizka senang karena ada lelaki tampan yang pacarnya.


" Tidak, jika kamu mau jadi pacarku, kuruskan dulu badanmu. Setelah kurus aku akan mempertimbangkan. " jawab Elwas


Mizka memanyunkan bibirnya, tak suka dengan jawaban Elwas.


" Pada akhirnya semua laki laki sama saja. Jika tak mau kekuranganku ya sudah, tak punya pacar pun tak masalah. " kata Mizka sambil berjalan pergi.


Elwas di buat ketakutan karena ia Mizka benar benar akan pergi.


" Baiklah kita pacaran. Aku tadi hanya bercanda. " kata Elwas.


Mizka sangat senang akhirnya dia mendapatkan pacar juga. Keduanya mulai terlarut dalam perbincangan hangat karena Mizka selalu menggoda Elwas yang sangat dingin, berbeda jauh dengan Mizka yang sangat agresif.


Elia mencari di sekeliling Mizka sudah tidak ada ia pikir Mizka sudah lebih dulu masuk mobil karena capek. Elia bergegas menuju mobil yang terparkir di basemant. Namun langkahnya terhenti saat seorang pria menghalangi jalannya. Pria itu menutup wajahnya dengan seikat bunga mawar putih di depannya. Berlahan bunga itu di turunkan, sampai wajah pria itu dapat di kenali oleh Elia.


Rasa benci Elia kembali hadir bila mengingat Paula mengatakan jika Reyhan dan Paula saling mencintai. Elia pura pura tak perduli dengan terus berjalan melewati Reyhan begitu saja, membuat hati Reyhan panas karena di abaikan.


Reyhan menarik lengan Elia, agar berhenti dan menghadapkan wajah Elia ke wajahnya. Kini keduanya berhadapan.


Elia menatap Reyhan, tak ada lagi kesedihan seperti kemarin, karen Elia sudah berjanji tak akan sedih karena sudah di campakan.


" Aku sengaja tidak ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat, karena aku ingin menjadi orang yang terakhir di hidupmu. Seperti aku di hatimu, aku tidak masalah tidak menjadi cinta pertama di hatimu. Namun aku selalu ingin, akulah orang yang terakhir terpatri di hatimu. Aku mencintaimu Elia, sekarang, nanti dan selamanya. Mari kita membuka lembaran baru bersama, kita tinggalkan semua yang membuat kita berjarak. Mari kita memulai semuanya, seperti kita memulai lembaran baru saat di Jerman. " kata Reyhan menatap intens kedua mata Elia yang jernih.

__ADS_1


__ADS_2