
Reyhan sudah bisa merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Untuk bergerak saja Reyhan merasa kesakitan. Paula dengan sabar menenani Reyhan dan membantunya jika kesulitan bergerak jika merubah posisi berbaringnya.
Sina memasuki ruangan dengan terburu buru. Dia mendekati Paula dan mendorong dorong sampai tubuh Paula terhuyung kebelakang hampir jatuh.
Reyhan yang melihat adegan itupun terkejut dengan perlakuan ibunya. Selama ini ibu Reyhan selalu bersikap lemah lembut pada siapa saja. Namun sekarang Sina terlihat sangat menakutkan, berbeda dengan hari biasanya.
" Ini semua pasti gara gara kamu ! Keluar dari sini, Keluar !! " teriak Sina di hadapan Paula.
" Gara gara kamu aku kehilangan cucuku. Kamu itu wanita atau bukan, dimana hati nuranimu ?? Setelah kamu meninggalkan Reyhan dulu, harusnya kamu malu untuk menemuinya lagi. Tapi sekarang kenapa kamu tak tahu malu sekali, menghancurkan sebuah keluarga yang sudah terbina dengan penuh cinta. Keluar sekarang juga, keluarr !!! " teriak Sina seperti orang kesurupan.
Reyhan yang melihat Paula di dorong dorong tak membalas, hatinya merasa kasihan.
" Bu... jangan bu ! Paula tak punya siapa siapa lagi. Jangan menyakitinya seperti itu. " kata Reyhan mencoba duduk dari berbaringnya dengan susah payah.
" Reyhan, kamu itu sadar tidak dengan yang kamu ucapkan, Istrimu menderita tak berdaya diatas sana, karena wanita ini. Bahkan anakmu tak terselamatkan karena wanita ini. Tapi kamu masih mementingkan perasaan wanita ular ini, dari pada hati istri dan anakmu yang sudah tak terselamatkan. Dimana akal sehatmu Rey ?? Sekarang katakan sejujurnya pada ibu. Kamu memilih wanita ini atau meninggalkan Elia? " kata Sina menatap jengkel pada anak semata wayangnya.
Reyhan menatap ibunya tak percaya. Dia sendiri juga bimbang merasakan semua masalah ini. Langkah mana yang akan baik untuk semuanya.
" Cepat jawab Reyhan. Kamu mencintai Elia, atau mencintai gadis ini. Jika kamu memilih wanita ini, aku akan mengurus perceraian kalian secepatnya. Aku tak akan membiarkan hati Elia tersakiti lebih dalam oleh perasaan mu yang mengambang. Elia tidak pantas merasakan kepedihan dari mu Reyhan. Jika kamu lebih memilih dia, biarkan Elia mencari kebahagiaannya tanpa bayang bayangmu. Katakan sekarang Reyhan, KATAKAN !!! " teriak Sina yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Air matanya sudah membanjiri wajahnya. Sina benar benar kecewa dengan apa yang di lakukan Reyhan pada Elia. Walaupun Reyhan anaknya, namun kasih sayangnya terhadap Elia sama besarnya seperti anak sendiri. Ia bahkan lebih memahami perasaan Elia saat ini yang sedang hancur karena kebodohan anaknya.
__ADS_1
Reyhan terdiam tak bisa menjawab dengan pilihan yang di tujukan oleh ibunya untuknya. Perasaan bersalah untuk kedua wanita yang ada di hidupnya membuatnya mengambil keputusan yang bimbang.
" Paula, pulanglah terlebih dahulu. Kamu juga butuh istirahat. " kata Reyhan akhirnya.
Paula menatap Reyhan dengan menggeleng kepala, menandakan tidak mau. Namun Reyhan menganggukan kepalannya. Meminta Paula menuruti permintaaannya.
Dengan berat hati Paula meninggalkan kamar Reyhan.
Sina yang melihat Paula mencium kedua pipi Reyhan sangat geram, dan semakin geram saat melihat Reyhan tidak menolak ciuman itu. Walau hanya sebatas ciuman pipi namun Sina sangat tidak terima jika sampai Elia melihat adegan tersebut.
Setelah Paula keluar Sina kembali memarahi Reyhan dan mencecar dengan pertanyaan pertanyaan yang memojokan.
Reyhan masih diam saja tak menjawab pertanyaan ibunya. Ia sendiri bingung harus menjelaskan mulai dari mana.
" Reyhan, ibu tak pernah mendidikmu untuk menyakiti hati wanita, karena kamu terlahir dari rahim seorang wanita. Ibu memberimu kasih sayang, agar kamu bisa mencurahkan rasa kasih sayang itu pada anak dan istrimu kelak. Dan sekarang, ibu sangat kecewa pada mu Rey. Ibu tak menyangka kamu menyakiti hati seorang wanita yang tulus mencintaimu. " kata Sina dengan mengusap air mata di wajahnya.
" Sudahlah bu, tenangkan dirimu dulu. " kata Surya membimbing istrinya duduk di kursi dan memberinya air minum.
Reyhan menatap ibunya, ia sebenarnya sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan pada Elia. Fikirannya menerawang jauh ke masa lalu saat dirinya masih menempuh masa kuliah.
__ADS_1
Kala itu ia menjalin persahabatan dengan kelima sahabatnya, diantaranya adalah Nihan. Reyhan mulai menaruh rasa karena Nihan sering menggoda dengan candaannya. Nihan selalu bersikap acuh dan apa adanya, membuat Reyhan jatuh hati.
Namun saat itu, Reyhan selain menempuh pendidikan juga membantu ayahnya menjalankan bisnis, yang membawanya pada pertemuan dengan paula, seorang model yang menjadi brand ambasador parfum yang di luncurkan perusahaan ayah Reyhan, yang proyeknya di tangani oleh Reyhan.
Paula menyatakan cinta secara terang terangan pada Reyhan. Semula Reyhan memang tidak merespon, dia masih saja menyempatkan masuk kuliah menemui Nihan.
Reyhan memilih menyimpan rasa pada Nihan kala itu, karena Nihan banyak sekali yang mengejar, dan menyatakan cinta membuatnya tak percaya diri untuk menyatakan rasa cintanya.
Karena seringnya pertemuan dengan Paula, membuat Paula semakin berani mendekati Reyhan. Paula meminta Reyhan untuk melakukan pertemuan bisnis di sebuah hotel.
Reyhan menyanggupi pertemuan itu, namun saat waktu yang di janjikan, Reyhan terlalu sibuk dengan kuliah dan pekerjaan. Reyhan melupakan janjinya untuk melakukan pertemuan dengan Paula. Reyhan mengingat janji pertemuan saat sudah malam, akhirnya Reyhan mengunjungi Paula untuk meminta maaf, dia mendatangi hotel yang di janjikan, berharap Paula masih di sana.
Reyhan membuka pintu hotel yang sudah sedikit terbuka, karena dia memanggil dan mengetuk pintu itu tak ada jawaban.
Reyhan terkejut mendapati Paula menangis dengan tanpa busana. Disampingnya ada tumpukan uang ratusan juta, Paula menceritakan jika dirinya di perkosa dan di tinggalkan uang ratusan juta sebagai kompensasi.
Sebenarnya Reyhan akan bertangung jawab dengan menikahi Paula. Karena Reyhan merasa, ini semua terjadi karena kesalahannya. Tapi saat itu Paula menolak, karena dirinya merasa tak pantas mendapatkan Reyhan yang sangat baik untuk nya.
Sejak saat itu, Paula meninggalkan Reyhan begitu saja. Reyhan yang di penuhi rasa bersalah membuatnya memikirkan Paula dalam kurun waktu lama. Orang tua Reyhan mengira jika Reyhan jatuh cinta pada Paula, Ayahnya mencari keberadaan Paula dan meminta untuk melihat kondisi Reyhan yang terpuruk, namun pikiran Paula saat itu yang selalu merasa tak pantas untuk Reyhan, menolak tawaran ayah Reyhan. Apalagi saat itu Paula hamil dengan orang yang memperkosanya. Membuatnya akan pergi menjauh dari kota tersebut, Paula menolak lamaran orang tua Reyhan dengan alasan ia akan menikah dengan orang yang sudah di jodohkan pilihan orang tuanya. Ayah Reyhan sangat kecewa dengan penolakan Paula kala itu.
__ADS_1