Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 71 Puber kedua


__ADS_3

🌼🌼 ShaNyu memenuhi janji hari ini untuk up date lima bab, setelah tembus sepuluh vote mingguan πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° Terima kasih atas dukungan dari kalian semua ya 😘😘😘 Jangan lupa minggu depan untuk save vote kalian untuk ShaNyu, agar Author lebih semangat lagi dalam crazy up ❀️❀️❀️ Happy Reading 🌼🌼🌼


Elia yang selesai mengikat rambutnya lebih rapi ikut menyusul Reyhan keluar dari kamar.


Betapa terkejutnya Elia mendapati Reyhan sudah babak belur di hajar oleh Aldo. Hidung dan bibir Reyhan sudah mengeluarkan banyak darah namun Aldo masih belum berhenti memukulnya. Aldo belum puas mendapati Reyhan yang belum jatuh tersungkur karena terus di pukul olehnya.


Elia langsung berlari menghampiri Reyhan dan ikut membangunkan nya. Aldo yang melihat berusaha menolong Reyhan segera menarik Elia agar menjauh. Namun Elia kembali menghalangi di depan tubuh Reyhan yang sudah tidak berdaya.


" Berhenti kak. Kak Reyhan bisa mati jika kakak terus memukul nya seperti ini ! " pinta Elia dengan merentangkan tangan nya.


" Biarkan. Biarkan dia mati. Aku akan lebih tenang jika dia sampai bisa mati di tangan ku. " kata Aldo berusaha akan memukul Reyhan kembali, namun lagi lagi Elia menghalangi tubuh Reyhan dan menarik tangan Aldo.


" Kak, sudah cukup ! " pinta Elia dengan mengeluarkan air mata


" Elia ....! Apa kamu buta ? Dia adalah laki laki yang sudah membuat hatimu terguncang. Laki laki yang sudah menghancurkan kebahagiaan mu. Apa kamu lupa jika kamu hampir mati karena pria brengsek ini. Jika kamu lupa aku akan bantu mengingatkanya. " kata Aldo berusaha menyingkirkan Elia dari hadapan Reyhan


" Kak, jika kamu terus memukul Reyhan seperti ini, kakak bisa di tuntut masuk penjara. " kata Elia


" Aku tidak perduli. Lagi pula kenapa kamu berubah membela nya seperti ini? kebohongan apalagi yang dia ciptakan. " Aldo yang kalap masih belum puas berhenti memukul Reyhan masih saja terus mengayunkan tangan nya, ancang-ancang akan memukul kembali Reyhan.


" Ingat kak, Kak Nihan akan melahirkan, apa kakak tidak ingin mendampingi persalinan nya jika di penjara? " tegas Elia, berusaha keras menyelamat kan Reyhan agar tidak terus di pukul kakak nya.


Akhirnya Aldo menurunkan tangan seketika, saat Elia menyebut nama Nihan.


" Jangan mengotori tangan kakak untuk sesuatu yang tidak berguna. " kata Elia mencoba menurunkan emosi Aldo


" Kamu tidak apa apa kan Elia ? " tanya Aldo kemudian memperhatikan keadaan adik nya.


Sean yang sedari tadi hanya melihat perkelahian itu pun ikut mendekati Elia, ia juga ingin memastikan jika Elia baik baik saja.


" Aku baik baik saja kak. " jawab Elia

__ADS_1


Sebenarnya Elia sangat ingin menolong Reyhan, namun Elia rasa keadaan tidak memungkinkan. Aldo pasti akan memisahkan mereka bagaimana caranya.


Aldo menarik Elia agar pergi dari tempat tersebut, meninggalkan Reyhan yang terkapar begitu saja.


Aldo membawa Elia ke apartemen nya, tanpa meminta persetujuan Elia terlebih dahulu.


" Kak, aku ingin pulang ke apartemen ku sendiri saja. " pinta Elia saat menyadari dirinya di bawa oleh Aldo ke Apartemen miliknya.


" Tidak, aku tidak mau kejadian ini terulang kembali. Kamu akan tinggal di apartemen kakak. " jawab Aldo tegas


" Kejadian ini tidak akan terulang lagi kak. Bahkan ada Mizka yang menjaga ku. " pinta Elia


" Mizka bahkan tidak bisa berbuat apa apa saat kamu di bawa paksa oleh si brengsek itu. " kata Aldo yang enggan menyebutkan nama Reyhan.


" Dari mana kakak Tahu? " tanya Elia


" Jika Sean tidak menghubungiku, Mizka pun hanya akan diam saja membiarkan mu di sakiti si brengsek itu lagi. " jawab Aldo


Di sepanjang perjalanan, baik Aldo, Elia juga Mizka tidak ada yang berbicara lagi. Ketiganya membisu tanpa percakapan satu pun.


Elia sampai Apartemen segera memasuki kamarnya dahulu, tanpa memberi salam pada Nihan, karena kakak iparnya sedang tidur siang.


Setelah Mizka ikut masuk kamar, Elia segera mengunci pintu. Dia langsung keluar kamar dan duduk di balkon luar. Elia segera mengirim pesan untuk Reyhan, Elia tidak ingin melakukan panggilan karena akan sangat malu jika percakapannya di dengar oleh Mizka.


'Maafkan aku yang tidak merawatmu saat kamu terluka kak ! ' Elia mengetik pesan untuk Reyhan menambahkan emotion bersedih dan mengirimkan nya


Tak berselang lama, ponsel Elia berbunyi menandakan ada notifikasi yang masuk, sebuah pesan. Elia segera membukanya karena terlihat nomor pengirimnya adalah Reyhan. Elia belum sempat memberikan nama di nomor Reyhan karena kemarin ia masih marah pada suami tercintanya.


' Tidak apa apa sayang. Aku sudah di rawat Elwas sekarang. Apa Aldo melukaimu sayang? ' Reyhan membalas pesan Elia


Elia membaca pesan itu dengan senyum manis, karena Reyhan memanggilnya dengan kata sayang. Keduanya terlarut dalam balas pesan yang membuat kedua insan itu, sudah seperti anak remaja yang baru merasakan sebuah cinta.

__ADS_1


Setelah selesai berbalas pesan Elia menaruh ponselnya di meja masih dengan senyum mengembang di wajahnya. Bahkan tanpa sadar dia memegang bibir nya karena terlintas kembali bayangan saat Reyhan mencumbuinya tadi siang.


Elia senyam senyum sendiri layaknya abg yang sedang kasmaran. Sampai pandangan nya terhenti pada wajah Mizka yang sejak tadi memperhatikannya. Elia benar benar lupa jika sejak tadi Mizka berada di sampingnya. Elia sibuk dengan ilusinya sendiri.


Seketika senyum di wajah Elia pudar karena tatapan Mizka yang sudah mengisyaratkan sejuta pertanyaan untuk nya.


" Kenapa? " tanya Mizka


" Kenapa apanya? " tanya Elia berpura pura tak mengerti pertanyaan Mizka


" Kenapa senyum mu hilang saat melihat wajahku? Apa bayangan Tuan Reyhan hilang saat menatap wajah cantik ku? " kata Mizka mengejek


Elia bersungut ria, mendengar jawaban Mizka


" Kenapa kamu memberitahukan kak Aldo, aku tidak ingin melibatkan dia dalam matsalh ku. " ucap Elia memperingati Mizka


" Bukan aku. Sean yang menghubungi kak Aldo. Sean yang tidak berhasil mengejar mu akhirnya menghubungi Aldo memberitahukan jika dirimu di bawa paksa oleh Reyhan pergi. " jawab Mizka


" Apa kamu sudah memaafkan Tuan Reyhan, Elia ?" tanya Mizka penasaran


Elia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Mizka. Dia masih enggan bercerita, ia memilih merebahkan tubuhnya di ranjang, yang pada akhirnya ia tertidur.


Mizka menatap Elia tertidur, pada akhirnya ikut membaringkan tubuhnya dan ikut terbawa ke alam mimpi.


Malam menjelang, semua berkumpul di ruang makan. Nihan yang sudah mendengar penjelasan dari Aldo memilih diam tidak ingin membuat Elia bersedih. Nihan sibuk membuat kelakar dan canda membuat seisi rumah itu terasa hangat. Sedangkan baby Zian tidak ada diantara mereka karena dia sudah tidur lebih awal sejak sore.


Sampai larut malam ketiga wanita itu terus bercanda tanpa beban. Sebenarnya Nihan ingin menayakan keadaan Elia, memastikan jika hatinya baik baik saja. Namun ia takut jika di bilang ikut campur maka Nihan memutuskan tidak membahas kejadian tadi siang.


Pukul sebelas malam Ketiganya mulai beranjak ke kamar untuk tidur, sedangkan Aldo masih di ruang kerjanya mungkin dia sedang lembur karena pekerjaanya tadi siang sedikit tertunda untuk menyelamatkan Elia.


Terima kasih untuk dukungan kalian semua. Tanpa dukungan kalian, ShaNyu tidak bisa terus berkarya sampai Episode ini πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1



__ADS_2