Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 77 Pengalaman Pertama


__ADS_3

Hay Reader setiaku ❤️❤️❤️ Berhubung Elia dan babang Reyhan sedang bulan madu, aku mau menyelesaikan kisah cinta Mizka dan Elwas terlebih dahulu ya, Tak ketinggalan pula bang Rabel, Sean juga nyonya Paula. soalnya sebelum lebaran aku mau buat para pemain MCYD ini berpasangan. Kasian kan kalau lebaran tapi masih pada jomblo 🙈🙈🙈 😀 Happy Reading 🥰🥰🥰


Mizka tak bisa memejamkan matanya, padahal rasa capek dan ngantuk menghantuinya. Sebenarnya waktu baru menunjukan pukul delapan malam, tapi karena rasa lapar membuatnya enggan untuk beraktivitas.


Semula Mizka ingin membuat makan malam untuk dirinya juga Elwas, namun ia membuka kulkas, namun kulkas itu masih kosong belum terisi sesuatu.


Karena tidak bisa tidur, Mizka memutuskan akan belanja ke sebuah super market bawah, samping apartemen itu. Sekalian ia ingin mencari money changer untuk menukar uangnya dan di gunakan untuk berbelanja, karena tadi ia sempat melihat tempat penukaran uang sebelum naik tadi.


Mizka yang tidak ingin menganggu pekerjaan Elwas memutuskan akan pergi ke bawah sendiri, toh di bawah juga masih ramai orang berbelanja. Mizka menutup pintu dengan hati hati, kemudian menuju lift dan menekan tanda ke bawah.


Mizka memang tidak pandai berbahasa inggris, namun dia dapat mengerti apa yang mereka ucapkan hanya untuk menjawab walaupun bisa tapi masih gagu, karena jarang berkomunikasi langsung dengan orang asing.


Mizka mengingat ingat dimana tempat penukaran uang yang sempat ia lihat tadi waktu jalan bersama Elwas.


Mizka terseyum sumringah menemukan tempat money changer tersebut, lalu setelah berbicara dengan petugasnya ia sudah dapat menukar uangnya dari rupiah menjadi Euro.


Mizka menaruh uangnya di tas kecilnya, lalu ia masuk ke sebuah mini market. Ia melihat lihat makanan apa yang dapat ia masak hari ini. Setelah trolinya penuh dengan makanan dan juga snack makanan, ia pun melihat jumlah uang yang tertera di ponselnya, karena setiap ia mengambil barang Mizka menjumlahkan di dalam ponselnya agar tidak memalukan saat membayar jika uangnya kurang.


Lagi lagi Mizka terseyum sendiri yang dalam arti ia membanggakan diri sendiri karena tidak menyusah orang lain. Selama ini walaupun ia ikut menumpang di rumah Elia, namun Elia masih memberikan gaji full layaknya pegawai lainnya tanpa di potong apapun dari Elia, sehingga jumlah tabungan Mizka terkumpul lumayan banyak sekarang ini.


Elwas yang berulang kali mengetuk kamar Mizka tak ada jawaban pun penasaran apa yang sedang di kerjakan Mizka di dalam kamar, namun saat melihat sekeliling kamar Mizka tidak di temukan Elwas pun menjadi panik.


Elwas segera berlari mengambil mantelnya dan ikut menyusul keluar mencari kemana Mizka pergi. Mata Elwas mencari cari jika mungkin saja Mizka disekitaran sana, namun hasilnya nihil.

__ADS_1


Elwas berjalan cepat ingin mencari di bawah. Dan ketika Elwas akan keluar dari lift ia menemukan Mizka yang juga sedang menunggu lift untuk naik ke atas.


Elwas yang mengetahui Mizka di hadapan nya segera memeluk tanpa sadar dengan erat. Sedangkan Mizka yang terkejut hanya bisa membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang di lakukan Elwas.


" Lain kali jika pergi, jangan pernah keluar sebelum mendapatkan ijin dari ku ! " kata Elwas setelah mengurai pelukan nya.


Mizka hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Akhirnya Elwas membawa alih semua barang belanjaan dari tangan Mizka begitu saja.


" Siapa yang membelanjakan ini semua. Aku akan menggantinya. " kata Elwas menarik tangan Mizka agar berbalik menunjukan siapa yang membayar tagihan belanja tersebut.


" Aku sudah membayarnya. " jawab Mizka dengan melepaskan tangan Elwas yang mengenggam nya.


Elwas mengerutkan keningnya, ia bingung dari mana Mizka mendapat uang sebanyak ini, karena memang barang belanjaan Mizka lumayan banyak.


" Sebelum aku ikut ke sini, aku mengambil sebagian uangku agar aku tidak merepot kalian. Aku pikir di sini, aku tidak bisa menarik uang dengan atm, dan aku tidak punya kartu kredit. Jadi hari ini aku menukarnya di money changer di sana. Kebetulan sebelum kita naik aku melihatnya. " kata Mizka sedikit ragu. Ia takut Elwas akan menertawainya karena tidak punya kartu kredit, dan harus membawa banyak uang cash kemana mana.


" Maaf. " Elwas terus memandang Mizka tak tega.


" Maaf ?? Maaf untuk apa ?? " tanya Mizka yang justru bingung harusnya Elwas menertawakan nya, namun justru meminta maaf padanya.


" Maaf karena aku harus nya menyiapkan makan malam untuk kita. " kata Elwas


" Kenapa harus minta maaf ? Sudah seharusnya aku ikut menumpang disini menyediakan makan malam untuk kita. Tadi aku belanja banyak sayur, aku akan memasakan mu capcay untuk makan malam kita. Ayo kembali naik, aku sudah sangat lapar. " kata Mizka dengan menarik lengan Elwas

__ADS_1


" Kamu tahu Elwas, ini adalah pengalaman pertama ku berjalan jalan di luar negeri. Aku geli sendiri dengan kata kata ku berbahasa inggris yang masih terbalik balik kosa katanya. hahaa.." Mizka tertawa sendiri mengingat tadi saat petugas money changer mendengarkan dengan seksama, barulah ia tahu maksud ucapan nya


" Kenapa tertawa? " tanya Elwas sambil berdiri menunggu lift terbuka yang akan membawanya ke lantai atas.


Mizka pun bercerita tentang pengalamannya berbicara dengan petugas money changer, juga dengan para petugas mini market. Mizka bercerita dengan tertawa tawa membuat Elwas terus memandang Mizka. Sangat cantik batin Elwas.


" Bodoh. "


" Kenapa kamu terus mengataiku bodoh? " kata Mizka dengan menepuk lengan Elwas


" Sudah ku bilang ini adalah pengalaman perdana ku, ibarat kata aku sedang launching pertama tentang berbahasa asing. Kamu harusnya salut dengan perjuanganku " kata Mizka membanggakan diri


" Ya...ya aku salut padamu. Salut karena sudah memebuat seseorang panik, salut karena sudah membuat orang ketakutan. Bagaimana seandainya kamu di culik? Atau kamu nyasar? " kata Elwas menyalahkan Mizka


" Siapa yang ketakutan? Jangan bilang kamu takut kehilangan aku ya??? " goda Mizka menunjuk wajah Elwas dan menatap wajahnya, membuat Elwas kikuk dan salah tingkah.


" Jangan bilang kamu sudah beneran jatuh cinta padaku Elwas, makanya jangan bermain main dengan ku, karena sudah pasti kamu akan terjerat pesona inner beauty ku. " kata Mizka menarik kaos nya sedikit kedepan tanda berbangga diri.


" Percaya diri sekali !! " kata Ewas


Pintu lift pun terbuka, Mizka masih saja melayani sangkalan Elwas jika tidak perduli padanya, dan Mizka terus saja berbicara sampai pintu tertutup ia tidak menghiraukan orang disekitarnya.


Pintu lift tertutup, orang yang sejak tadi mengikut Mizka dari mulai keluar dari apartemen sampai ia masuk kedalam lift itu berdiri menatap lift yang sudah tertutup. Orang itu sejak tadi hanya mendengarkan setiap perdebatan, juga melihat setiap gerak gerik dari Elwas dan Mizka yang begitu dekat. Tadinya orang itu ingin menemui Mizka secara pribadi, namun orang itu belum bisa berbicara. Dia masih menunggu waktu yang tepat, saat Elwas tidak sedang berada diantara mereka, atau setidaknya ketika Elwas sedang pergi bekerja. Jadi ia bisa mempunyai banyak waktu untuk berbicara dengan Mizka secara pribadi.

__ADS_1


Untuk semua pembacaku, jangan lupa dukung karya terbaru ku juga ya yang berjudul AFTER LOVE, mampir dan jangan lupa ramaikan dengan cara like, gift, vote juga favorit ya...😘😘😘 Shanyu ucapkan terima kasih banyak atas dukungan kalian semua. I love you all 🥰🥰🥰



__ADS_2