Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab 83 Di lamar


__ADS_3

" Pergilah. " kata Mizka yang tidak ingin semakin terlihat, jika dirinya tengah malu.


Semua perhatian, kelembutan Elwas sedikit demi sedikit dapat mengikis rasa trauma, juga bisa melupakan sedikit permasalahan nya. Karena setiap hari Elwas sudah pandai menggoda Mizka juga sering membuat candaan yang bisa membuat Mizka tertawa seperti semula, tanpa membahas permasalahan yang sedang menimpa Mizka.


" Aku serius !! " kata Elwas


" Aku juga lebih serius. Pergilah... Auw.. " ucap Mizka sambil mendorong tubuh Elwas agar berbalik keluar dari kamar mandi. Sampai membuat tangan Mizka kesakitan karena jarum selang infusnya mengenai tangan nya sehingga menimbulkan rasa sakit pada pergelangan angan nya, saat ia mendorong Elwas.


" Hati hati ! Baiklah aku akan keluar, jangan menyiksa tubuhmu seperti ini. Karena aku tak membiarkan kamu terluka sedikitpun. " ucap Elwas memandang wajah Mizka serius, kemudian ia menggantung cairan infus itu di cantolan dinding kamar mandi


Entah cinta atau bagaimana, karena Mizka tidak bisa menjabarkan sendiri tentang perasaan nya. Kadang ada sebuah getaran saat Elwas terus menatap nya. Namun saat itu juga Mizka mencoba untuk menepisnya, ia tidak mau jika pada akhirnya ia akan kecewa karena sikap Elwas yang kadang kadang bisa berubah.


" Mizka...?? " Elwas memanggil Mizka karena sudah lama ia menunggu Mizka namun tidak ada pergerakan atau juga panggilan yang memanggil dirinya.


" Iya.... Pergilah aku bisa sendiri nanti. " ucap Mizka


" Aku akan tetap menunggu di sini. " jawab Elwas yang tak lama kemudian Mizka keluar sudah dengan wajah yang lebih fresh karena ia sempat membersihkan muka, juga sikat gigi.


Elwas menatap Mizka lama, membuat Mizka risi.


" Sudahlah, jangan menatapku seperti itu. Bagaimana jika menyalah artikan kebaikanmu dan perhatianmu. " ucap Mizka berlalu melewati Elwas.


Elwas meraih botol infus yang di pegang Mizka dengan tangan yang satunya nya lagi.


" Aku tulus memberikan perhatian itu untukmu, sebenarnya walau aku juga meminta balasan. Tapi jika kamu tak bisa membalas nya aku ikhlas menerimanya. Karena cinta itu adalah melihat orang yang kita cintai bahagia, walau tidak harus bahagia bersama kita. " ujar Elwas kembali mencantolkan selang infus di tempatnya.


Mizka terdiam, masih belum nyakin dengan yang di ucapkan Elwas.


" Elwas, aku sudah sembuh. Bisakah aku melepas selang infus ini dari tangan ku. Ini sangat menyiksa ku. " kata Mizka mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


" Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu kembali. Kemarin dia bilang akan kembali hari ini untuk memastikan kondisimu. Jika memang sudah memungkinkan, dokter bilang juga akan melepas infus itu. "


" hmmm " Mizka memejamkan matanya, ia sangat bingung dengan perasaannya sendiri, di sisi lain ia sangat bahagia dengan penuturan Elwas, namun di sisi lain ia juga takut jika tiba tiba Elwas mengacuhkan nya seperti yang sudah sudah.


Tak lama dokter pun sampai entah Elwas yang memanggilnya, atau memang sudah jadwalnya, karena sejak Mizka memejamkan mata, Elwas memilih keluar dari kamar Mizka, ia ingin memberi ruang untuk Mizka beristirahat.


Setelah serangkaian pemeriksaan akhirnya dokter mengijinkan Mizka melepaskan infus. Karena memang sudah terlihat jika Mizka nampak sehat.


" Suami anda sangat perhatian, makanya anda bisa cepat sembuh. Anda beruntung bisa mendapatkan cinta yang besar dari suami Anda. " ujar dokter itu dalam bahasa Inggris


Mizka tersenyum dan ingin menjelaskan pada dokter itu, jika mereka bukan pasangan suami istri, namun ternyata Elwas justru menjawab terlebih dahulu, Elwas tahu pasti Mizka akan menyangkalnya.


" Tentu saja aku akan menjaganya, karena aku sangat mencintainya, melebihi cintaku untuk diriku sendiri. " tutur Elwas menatap Mizka penuh cinta membuat Mizka jadi salah tingkah.


Dokter itu tersenyum, setelah selesai melakukan pemeriksaan dokter itu pun pamit undur diri.


Elwas kembali masuk ke dalam kamar Mizka terlihat Mizka masih berbaring.


" Tidak perlu. Aku juga masih kenyang Elwas. " jawab Mizka menolak.


" Kamu harus banyak makan, agar kondisimu bisa lekas pulih. Lagi pula kamu juga belum minum obat. " kata Elwas


Akhirnya Mizka pun mengalah, setelah menunggu sekian lama. Mizka pun ingin keluar membantu memasak Elwas.


" Kenapa keluar? " Harusnya kamu masih istirahat. " kata Elwas sedikit kaget karena melihat Mizka sudah berdiri di sampingnya.


" Aku bosan di kamar terus. Sudah satu minggu aku berada di kamar terus. " jawab Mizka


" Jika kamu bosan di kamarmu, kamu bisa ke kamarku. " jawab Elwas

__ADS_1


" Kenapa aku harus ke kamarmu? Akan sama saja di kamar juga. " jawab Mizka


" Untuk mengetahui perasaanku yang sangat mencintaimu. "


Mizka merasakan ada getaran dalam hati namun ia tutupi. Entah kenapa setiap hari Elwas sudah pandai berkata kata manis kepada nya.


" Biar aku bantu. " Mizka mengalihkan pembicaraan


" Sudah selesai. " ujar Elwas kembali menata sup ke dalam mangkuk, karena saat Elwas menjawab pertanyaan Mizka ia mengalihkan pandangan nya menatap kedua mata Mizka.


Keduanya duduk, akan menikmati makan malam bersama. Ini adalah kali pertama mereka makan bersama di sini. Karena biasanya Elwas selalu pulang larut malam.


" Biar aku suapi, tangan mu masih sakit. " kata Elwas meraih sendok yang Mizka pegang, sampai kedua tangan itu saling bersentuhan.


" Tidak perlu. Tangan ku sudah sembuh. " jawab Mizka gugup.


Namun Elwas masih tetap tidak mengijinkan Mizka makan sendiri. Ia menyuapkan makanan ke mulut Mizka yang mau tak mau membuat Mizka membuka mulutnya.


" Enak. Ternyata kamu memang pandai memasak. Aku pikir kamu tipe lelaki pekerja keras sampai tidak tahu teknik memasak. " ujar Mizka, karena selama satu minggu ini Elwas yang selalu memasakan untuknya juga menyuapi nya.


" Aku memang tipe lelaki pekerja keras. Tapi aku juga mandiri. Aku lebih suka memasak sendiri dari pada membeli makanan di luar. " jawab Elwas


" Wah ternyata sebagai wanita aku kalah. Jika aku lebih memilih membeli makanan siap saji saja. Hanya saat ingin saja, aku akan memasak. Karena memang pada dasarnya aku sangat pemalas. apalagi untuk urusan memasak. " jawab Mizka sudah mulai kembali banyak bicara seperti dulu.


" Jadilah istriku, maka aku akan memasakanmu setiap hari, tanpa kamu harus repot memasak. Kamu cukup memberiku anak anak yang banyak agar keluarga kita bisa ramai, seperti dirimu yang selalu bisa meramaikan hati ku, sehingga aku bisa lebih bahagia. " tutur Elwas menatap kedua mata Mizka. Elwas sudah memantapkan hati nya, untuk mengungkapkan perasaan nya pada Mizka, ia siap dengan apa pun keputusan yang Mizka berikan.


' uhukkk '


Mizka tersedak saat mendengar penuturan Elwas yang sangat tidak ia sangka. Elwas yang tidak pernah mengungkapkan perasaan nya sebelumnya, bahkan dulu sempat menolak karena postur tubuhnya, dan akhir akhir ini sering menghindarinya. Tapi sekarang tiba tiba Elwas melamarnya sebagai istri.

__ADS_1


Bersambung......


Kira kira Elwas di terima gak ya ma Mizka, apa Mizka masih trauma dengan Rabel 🤔🤔🤔. Lalu rahasia apa sih yang di sembuyikan Elwas selama ini tentang Paula....??? Jawabanya ada di next chapter.... Di tunggu ya.... Aku masih menunggu sepuluh vote untuk crazy up lima bab. Jadi bagi yang penasaran jangan lupa vote, dan giftnya ya...😍😍🥰 Biar Author semangat buat ketik.... kan lagi puasa hehe..... I Love you All.😘😘😘


__ADS_2