Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 61 Sepenggal Kisah Mizka


__ADS_3

ShaNyu ucapkan banyak terima kasih untuk semua Reader yang sudah mengikuti kelanjutan kisah cinta Elia....❤️❤️❤️


Aku minta dukungan kalian dengan memberikan like, gift, dan vote kalian di kolom bawah ini ya 🥰🥰🥰 Terima kasih 😘😘😘


Reyhan membuka pesan singkat di ponselnya. Dan benar saja pesan itu dari Elia, senyum Reyhan mengembang seketika saat pesan Elia masuk dan segera ia buka.


Namun seketika pula senyum itu musnah sudah. Karena apa yang ia angan angankan jauh dari kenyataan.


Elia mengirimkan sebuah screenshot bukti jika dirinya sudah berhasil mentransfer sejumlah uang yang Reyhan minta. Dan Elia mengatakan jika waktunya saat mentransfer belum menunjukkan batas maksimal.


Panas sudah dada Reyhan, mendapati hal tersebut. Reyhan mengacak acak seluruh benda yang berada di ruang kerjanya. Reyhan berharap Elia memohon padanya, tapi pada kenyataannya Elia berhasil melunasi sejumlah uang yang ia minta.


Reyhan sangat malu, karena bisa dibilang ia jahat pada Elia. Reyhan tak pernah menyangka jika Elia bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Dari mana Elia mendapati uang sebanyak itu.


Reyhan mengusap kasar wajahnya. Pikirannya benar benar sedang kacau saat ini. Bahkan saking marahnya ia berteriak kencang memanggil nama Elia.


Berbeda dengan Reyhan, Elia saat ini justru bisa bernafas lega karena ia sudah bisa mengatasi satu masalah dengan Reyhan. Elia tidak mau terikat hutang dengan Reyhan, karena apa pun itu, pasti merugikan untuknya. Walau saat ini dirinya harus memikirkan cara melunasi hutangnya dengan Rabel, dan mendapatkan kenyataan bahwa dunia ini sungguh sangat sempit.


Beberapa saat sebelum Elia meminjam uang pada Rabel, dia masih memikirkan saran dari Mizka jika berhutang dengan teman seprofesi dengannya. Sampai terbesit bayangan dokter tajir yang sedang berada di Jerman.


" Rabel...." gumam Elia


Deg


Jantung Mizka masih merasakan getaran saat mendengar nama tersebut.

__ADS_1


Elia meraih ponselnya dan melakukan Video Call, ia sengaja melakukan panggilan dengan video agar bisa membuat hati Rabel mau meminjamkan uang untuknya.


Panggilan tersambung, terlihat Rabel sedang berada di mobil mewahnya. Dan sekarang dia berhenti karena menjawab panggilan Elia.


" Hey...... Ternyata kamu masih mengingatku setelah di Indonesia. Ku pikir kamu sudah melupakan cinta sejatimu. " jawab Rabel dengan memulai gombalan nya.


" Sudahlah Rabel jangan membuang waktu dengan kata kata tak bergunamu itu. Aku butuh bantuanmu Rabel. " kata Elia yang tak mempan dengan rayuan maut dari Rabel


" Sudah dapat ku tebak. Kamu hanya mengingat ku jika sedang membutuhkan aku saja. Apa kamu pikir aku super hero untuk mu? " kelakar Rabel lagi


" Ya kamu adalah super hero untuk ku. Jadi bisakah kamu menolongku saat ini. " pinta Elia


" Jika aku dapat menolongku, hadiah apa yang kamu berikan padaku. " tanya Rabel


" Kamu itu pamrih sekali jadi laki laki. " sungut Elia, dia pun melihat Mizka yang sedang makan sambil melamun. Elia pikir jika Mizka sedang melamunkan nasibnya.


Sedangkan Rabel pun juga terkejut, karena dia harus bertemu lagi dengan seseorang yang membuatnya tak ingin kembali menginjakan kaki di Indonesia lagi. Walau perubahan postur tubuh Mizka tak membuat ingatan Rabel melupakan seseorang yang sudah merubah hidupnya menjadi berantakan kala itu. Dan bisa merubah sifatnya yang dulu seorang pria yang sangat setia, berubah menjadi seorang pria yang playboy dan pemain wanita.


" Katakan apa perlu mu Elia! " terdengar intonasi suara Rabel yang berbeda dengan tadi. Yang semula sangat renyah penuh dengan gombalan, berubah menjadi dingin dan serius setelah ia memperlihatkan wajah Mizka. Sedangkan Elia menatap Mizka pun juga sama, biasanya dia akan begitu heboh jika sedang membicarakan pria tampan, tapi sekarang juatru membuang mukanya saat di hadapkan dengan wajah Rabel.


Akhirnya Elia pun mengutarakan maksud dan tujuannya menghubungi Rabel. Dan hanya di jawab ' bisa ' oleh Rabel. Dia meinta nomor rekening lalu memutuskan sambungan telepon nya begitu saja, secara sepihak.


Elia masih memandang Mizka dengan tatapan menyelidik, sedangkan Mizka berpura pura makan saat mengetahui Elia sedang memperhatikannya.


" Mizka, apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui tentang ini. Apa kamu ada hubungan dengan Rabel ? " tanya Elia

__ADS_1


Elia melihat notifikasi ponselnya ada sejumlah uang masuk dalam rekeningnya, itu berarti Rabel sudah mengirimkan sejumlah uang untuknya. Elia lega lalu segera mentransfer uang tersebut ke nomor rekening Reyhan.


Setelah prosesi transaksi sudah selesai, dan sudah mengirimkan pesan pada Reyhan, Elia kembali ingin mengintrogasi Mizka. Ada hubungan apa sebenarnya dirinya dengan Rabel.


" Mizka? " panggil Elia


Mizka menatap Elia dengan menahan air mata agar terjatuh, tapi tetap saja air mata itu jatuh. Karena memang Mizka tidak pandai berbohong.


" Apa ada sesuatu antara kamu dan Rabel ? " tanya Elia. Karena dalam pikirannya saat ini, Rabel pernah mempermainkan Mizka, karena memang Rabel seorang pemain wanita sedangkan Mizka sangat terobsesi dengan pria tampan. Namun bagaimana bisa mereka bisa bertemu, sedangkan Rabel selama ini tak pernah pulang kembali ketanah kelahirannya. Bahkan saat sudah meraih gelar doktor, Elia sempat mengajak Rabel kembali ke Indonesia agar satu rumah sakit dengannya kala itu. Namun di tolak Rabel, dia lebih memilih bekerja di rumah sakit Jerman dan akan menetap di sana, katanya dulu.


Dan sekarang Elia menemukan sesuatu yang yang janggal dari kedua sahabatnya. Perubahan ekspresi riang dari wajah Mizka, juga perubahan wajah dingin di wajah Rabel.


" Jika aku mengatakan bahwa Rabel adalah mantan Tunanganku dulu. Apakah kamu akan percaya? " kata Mizka menjawab pertanyaan Elia


Elia kini dapat mengerti rahasia apa yang mereka simpan selama ini. Ia dapat mengerti apa alasan Rabel tak ingin kembali ke Indonesia.


" Bukankah kamu dulu bilang di jebak temanmu, untuk bisa mendapatkan tunanganmu. Lalu kenapa Rabel tidak bersama teman mu itu. " tanya Elia tak mengerti karena Rabel masih status sendiri dan berganti ganti pasangan selama ini.


" Semenjak Rabel mengetahui malam panasku dengan pria yang tidak aku kenal itu, Rabel sangat berubah. Dia benar benar membenciku. Dia sempat menjalin hubungan dengan Mia kala itu. Namun dia memperlakukan Mia, sangat berbeda dengan saat memperlakukan aku dahulu. " kata Mizka


" Mia ? " tanya Elia


" Teman ku yang kamu sebut iblis dulu itu namanya Mia. " Mizka menjelaskan


" Lalu ? Berbeda bagaimana maksud mu? " tanya Elia tak mengerti

__ADS_1


" Rabel dan Mia bersikap sangat mesra di depan ku. Mereka sering mengumbar kemesraan di tempat tempat umum. Entah Rabel sengaja karena ingin memanas manasi aku. Atau memang Rabel sudah benar benar berubah, aku sendiri tidak tahu. " Jawab Mizka


__ADS_2