Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 90 Berkunjung Camer


__ADS_3

Minggu Baru Untuk Vote baru...🥰🥰🥰 Plizz dong gift dan votenya, tapi juga jangan lupa juga untuk like ya.....😍😍😍


Flashback On


" Karena kita sudah berpacaran, jadi mari kita berfoto. " Ungkap Mizka mencari ponsel Elwas dengan menggerayangi tubuh Elwas karena mencari ponsel.


" Hey... Apa yang kamu lakukan? " Elwas yang terkejut karena dengan tiba tiba Mizka menggerayangi tubuhnya. Dan ini adalah hal pertama kali bagi Elwas di sentuh oleh seorang wanita.


" Tentu saja mencari ponselmu, memang kamu pikir aku mau apa??? Jika aku berfoto dengan ponsel ku, kamu tak akan menyimpan fotoku. Jadi kita akan berselfi dengan ponselmu. " kata Mizka


" Lalu bagaimana dengan dirimu, bukankah sama saja jika berfoto dengan ku, kamu tidak akan menyimpan foto kita. " protes Elwas, karena sebenarnya dia tidak mau ada foto selfi segala. Terlalu narsis pikirnya. Karena seumur hidupnya ia juga tidak pernah berselfi dengan seorang wanita.


" Kau itu takut sekali aku tidak menyimpan fotomu. " Mizka menepuk lengan Elwas membuat Elwas bergidik ngeri dengan sikap aneh Mizka kala itu.


" Jika aku sudah pasti tidak akan yang akan melirik ku dengan postur tubuhku. Tapi jika pacarku setampan diri mu pasti banyak sekali wanita yang kamu kencani. "


Mizka menaruh jari telunjuknya di bibir Elwas, menandakan jangan menyela ucapan nya. Karena dari raut wajah Elwas tersirat rasa protes padanya.


" Tenang saja aku tak akan memarahimu berkencan, asal aku tidak melihatnya. Jadi kemarikan ponselmu. " kata Mizka merebut ponsel Elwas begitu saja. Karena Elwas yang merasa risi di gerayangi tubuhnya oleh Mizka mengambilkan sendiri ponsel itu.


Mizka membuka ponsel Elwas yang ternyata tanpa sandi, bahkan dalam profilnya pun masih profil dari pabrik ponselnya belum berubah.


" Kau itu kaku sekali, bahkan ponsel pun tidak ada satu foto pun. Jangan bilang kamu, tidak suka wanita?? " ceplos Mizka begitu saja kala itu. Karena Mizka selalu melihat dimana ada Elwas pasti di sana ada Reyhan.


" Jangan jangan kamu suka dengan Tuan Reyhan, bahkan rela menjadi pacarku untuk kebahagiaan Tuan Reyhan. " ucap Mizka mendelikkan matanya pada Elwas.


" Tutup mulutmu !!! " Elwas mulai emosi dengan tingkah Mizka


" Berani kamu membentak ku?? Aku tak sudi bekerja sama dengan mu kalau begitu. Akan aku adukan kalian pada Elia. " ancam Mizka


" Aku Minta maaf. " ucap Elwas dengan intonasi rendah, namun terlihat jelas jika ia menahan kekesalan nya pada Mizka.

__ADS_1


Akhirnya Mizka terseyum menang, ia membawa tangan Elwas ke pundaknya, dan juga menarik wajah Elwas di dagunya agar menempel di pipi nya.


" Sekarang senyum...!!! " ucap Mizka dengan menekan dagu Elwas dengan tangan nya, membuat Elwas tersenyum terpaksa.


Namun Mizka cukup bahagia, karena Elwas masih terlalu tampan walau senyum terpaksa.


Ia pun menyimpan nomor ponsel Elwas dengan sebuah nama ' Pacar ' . Lalu mengirimkan foto tersebut ke nomor ponselnya.


" Awas jika ketahuan kamu menghapusnya, aku akan minta putus. Itu tandanya kerja sama kita batal. Right ?? " Ancam Mizka lagi dengan menyerahkan ponselnya ke tangan Elwas.


" I love You. " kata Mizka enteng pada Elwas dengan sedikit mengerucutkan bibirnya seolah cium jauh.


Dada Elwas berdegup kencang, seumur hidupnya baru kali ini ada wanita yang berani menggodanya. Karena sikap Elwas yang terlalu dingin juga jutek membuat para wanita takut untuk mendekati. Lagi pula Elwas adalah tipe lelaki yang gila kerja sampai ia tidak ada waktu untuk berkencan.


Ia memandang ponselnya tersenyum sendiri, ternyata Mizka sudah mengganti profil berandanya dengan foto selfi mereka berdua. Mungkin karena terbiasa memandang foto selfi mereka itulah, kahirnya Elwas mulai tumbuh rasa, yang membuat Elwas merasakan panas dingin jika berdekatan dengan Mizka.


Flashback off.


Mizka terseyum menatap Elwas, ia sungguh tidak menyangka kejadian yang menurutnya sangat konyol, ternyata dianggap serius oleh Elwas.


" Lalu bagaimana dengan mu?? Kamu sudah menghapusnya bukan?? Kamu memang wanita tidak setia. " ujar Elwas.


Mizka terseyum kaku mendengar ucapan Elwas, karena memang benar foto itu sudah dia hapus, sejak Reyhan ke klinik datang untuk menculik Elia saat itu. Karena rasa marah ia di halangi Elwas membuatnya marah dan memaki Elwas sesuka hatinya, bahkan menghapus semua foto mereka.


" Maaf !! " ucap Mizka tidak enak hati


Elwas tersenyum, dan membelai rambut Mizka.


" Tidurlah. Ini sudah larut malam. "


Setelah membersihkan diri, Mizka segera naik ke ranjang Elwas. Ada rasa bergetar saat ia menempelkan di bantal Elwas. Ia masih tidak menyangka dengan takdir hidupnya yang sangat amazing baginya.

__ADS_1


Tak menunggu lama Mizka pun segera tertidur, ia bahkan melupakan rasa takut jika terjadi sesuatu. Elwas yang melihat Mizka sudah tertidur menyelimuti, dan ikut berbaring di sampingnya tanpa ingin menganggu ketenangan Mizka saat tidur.


Mizka membuka matanya, di lihat sekeliling ia tidak menemukan Elwas di ruangan kamar itu. Mizka baru menyadari jika ini sudah menunjukan pukul sembilan pagi.


" Ya Tuhan.... ternyata sudah pukul sembilan, kenapa Elwas tidak membangunkan aku. " gerutu Mizka bergegas bangun.


Mizka menoleh di atas nakas samping fotonya. Terdapat sebuah tulisan Note.


" Maaf aku mengingkari janjiku mengantarmu pagi ini. Karena aku akan membawamu ke rumah orang tua ku, nanti malam. Bersiaplah. I love You. "


Mizka terseyum membaca tulisan itu. Akhirnya ia pun memutuskan mandi, lalu menuju dapur untuk membuat sarapan, lagi lagi ia menemukan sebuah note menempel di pintu kulkas.


" Aku sudah membuat nasi goreng untuk mu. Sarapan yang banyak, agar kamu tidak sakit."


Lagi lagi Mizka hanya bisa tersenyum menatap Note itu. lalu memakan nasi goreng buatan Elwas.


Malam menjelang Mizka dibuat takut dengan pikiran pikiran jika orang tua Elwas tidak menerima kehadiran nya. Ia takut jika orang tua Elwas akan kecewa dengan pilihan Elwas dan tidak mau merestui


" Tenang kan dirimu, ibuku juga seperti dirimu. Dia terlalu cerewet jadi jangan di masukan ke hati jika ada sepatah kata yang menyinggung. " kata Elwas memegang tangan Mizka yang sudah berkeringat dingin.


Sebenarnya Mizka mau protes di bilang cerewet, namun ia lebih baik diam. Mizka lebih memilih mempersiapkan diri untuk menerima apapun keputusan orang tua Elwas, dari pada harus berdebat dengan Elwas saat ini.


Detak jantung Mizka semakin cepat tatkala Elwas sudah memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang kecil namun terlihat sangat rapi dan bersih. Semula Mikza tidak mau turun dari mobil, ia menyangkal jika lebih baik besok saja. Namun terlanjur sudah di halaman Elwas menolak dan memaksa Mizka ikut turun dengan nya.


" Yang mau menikah dengan mu aku, bukan keluargaku. Kenapa kamu justru berdegup kencang saat bertemu keluargaku, bukan saat bertemu denganku. " Elwas menatap wajah pucat Mizka. Tak ada jiwa pemberontak Mizka jika dalam keadaan seperti ini.


Bersambung.....


Kira kira orang tua Elwas merestui gak ya 🤔🤔🤔. Jangan jangan.....????


Hayo yang pengen Author crazy up sampai lima bab,, langsung Vote baru untuk minggu ini. Jika tembus di Lima belas vote saja, Author janji akan crazy up. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2