
🏵️🏵️🏵️ Terima kasih sudah menemani aku sampai di Episode ini. Dukung terus karya aku dengan memberi like, gift, vote kalian Ya !!! 😘😘😘 Dan Ramaikan tiap Episodenya dengan berkomentar di kolom komentar ya... Pasti Author baca.... HAPPY READING 🏵️🏵️🏵️
Sean dan Reyhan masih belum beranjak pergi meninggalkan klinik, namun Mizka memaksa dengan mendorong sekuat kemampuannya, membuat keduanya terseret Keluar.
Mizka menutup pintu Klinik kaca tersebut dan menguncinya dari dalam. Sejenak Mizka menarik nafas dan kembali mendekati Elia.
" Bagaimana Boz ?? Tak rugi bukan mempunyai bodyguard seperti aku. " kata Mizka membusungkan dada.
Elia mengetuk kening Mizka dengan pulpen
" Bodoh. " kata Elia kembali duduk. Dia ingin menyibukan diri agar tidak terlihat oleh Mizka jika dirinya kembali rapuh saat melihat Reyhan kembali.
" Kenapa kamu mengataiku bodoh. " tanya Mizka ikut gabung duduk di hadapan Elia
" Kenapa kamu bilang mereka tampan. " ujar Elia dengan sibuk membolak balik dokumen kerja sama dengan sebuah perusahaan Antara Group. Dirinya tidak konsen dengan pekerjaan nya, jadi hanya membalik setiap halaman tanpa mengerti maksud isi perjanjian.
" Memang kedua nya sangat tampan, masak iya, aku bilang mereka jelek. " jawab Mizka polos
" Tapi aku sudah berhasil mengusir mereka semua, walau hatiku sedikit sakit menolak pemberian dari Tuan Reyhan. " imbuh Mizka
" Kenapa kamu memanggil Sean tidak menggunakan kata Tuan, sedangkan kak Reyhan kamu panggil Tuan? " tanya Elia, tanpa memperdulikan kata kata Mizka tentang hadiah dari Reyhan yang di tolak.
" Kamu sendiri kenapa memanggil Dokter tampan hanya dengan sebutan nama saja. Dan memanggil Tuan Reyhan dengan sebutan kak. Bukankah umur keduanya sama. " Mizka balik bertanya.
Memang benar adanya umur Sean dan Reyhan memang satu level, sama dengan umur kakaknya dan Nihan. Namun Elia sudah terbiasa memanggil Sean hanya langsung nama. Sedangkan Reyhan sejak pertama kali bertemu sudah memanggil dengan sebutan kak. Elia sendiri juga tidak tahu apa alasannya.
" Kenapa diam. Kamu juga tidak tahu bukan? Mungkin karena Tuan Reyhan adalah lelaki yang berkharisma, dan berwibawa. Lihatlah, dia jarang sekali berbicara. Aku juga heran bagaimana dia menaklukkan hati kamu, padahal jarang sekali aku mendengar suaranya. " kata Mizka
__ADS_1
Elia melamun, apa yang di ucapkan Mizka memang benar adanya. Reyhan jarang sekali berbicara, namun kenapa hati Elia mudah sekali terpatri untuk Reyhan.
" Sudahlah jangan melamun. Lebih baik kita mencari makan siang, gara gara kamu aku menolak makanan gratis hari ini. " kata Mizka menarik tangan Elia agar ikut bersamanya.
" Carilah sendiri, aku sedang tidak lapar. " kata Elia berusaha melepaskan pegangan tangannya.
" Aku akan di hajar kak Aldo jika kamu sakit gara gara sering melewatkan makan siang. " kata Mizka semakin kencang memegang tangan Elia yang berusaha melepaskan diri.
Akhirnya Elia mengalah dan mengikuti Mizka untuk mencari makan siang.
Reyhan yang masih setia menunggu Elia datang menghampiri. Dia ikut berjalan di belakang Elia dan Mizka.
Elia menghentikan langkahnya, sehingga Reyhan yang berjalan di belakangnya ikut berhenti, sedangkan Mizka yang tak menyadari terus berjalan. Dia sibuk melihat lihat cowok ganteng yang berjalan di sekitaran mall.
Elia berbalik menatap Reyhan, Ingin sekali Elia memaki lelaki di hadapannya ini. Mengikuti tanpa dosa, bahkan seolah tak ada rasa bersalah sedikit pun di hadapan Elia.
" Karena Kamu istriku ! " jawab Reyhan tanpa dosa
" Saya sudah tidak menganggap Anda sebagai suami saya, sejak Anda mendatangkan ulat bulu dalam keluarga kita. " jawab Elia ketus
" Elia... Dengarkan dulu penjelasanku. " kata Reyhan
" Tidak ada yang perlu di jelaskan, karena penjelasan Anda tidak bisa mengembalikan sesuatu yang sudah hilang. Saya harap Anda tidak mengusik hidup saya ! Seperti saya yang sudah tidak perduli dengan kehidupan Anda. Mulai sekarang, jangan pernah kembali mengusik kehidupan baru saya ! Karena saya lebih bahagia tanpa ada Anda di samping saya. " kata Elia ketus.
Elia berbalik tanpa ingin mendengarkan penjelasan dari Reyhan. Elia ingin segera pergi dari lokasi itu karena tak ingin seorang pun melihat air matanya jatuh kembali.
Elia berjalan mencari toilet dan menemukannya. Ia masuk dalam salah satu ruang kosong di toilet tersebut, ia menangisi ucapan nya sendiri yang memaki Reyhan tadi. Sesungguhnya dirinya masih sangat bahagia saat melihat Reyhan masih mencari dan mengikutinya. Tapi hatinya masih sangat tertusuk jika melihat wajah Reyhan di hadapannya. Karena setiap Elia melihat Reyhan yang teringat adalah saat Reyhan akan menampar pipinya demi wanita murahan itu.
__ADS_1
Elia menghapus air matanya, dan mengusap perut ratanya.
" Tenang sayang. Momy tak akan menangis lagi untuk dadymu . Momy janji, momy tak akan pernah tertindas lagi oleh dadymu. " kata Elia pada perutnya yang rata.
Elia keluar dari ruang kamar mandi itu, dan berdiri di depan cermin besar. Ia menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin itu lalu menyalakan kran air.
Elia membasuh wajahnya, dan menatap wajahnya sendiri di pantulan cermin lagi. Ia bahkan sudah melupakan apa tujuan dia ke mall tersebut, karena dia berdiam diri di depan cermin toilet itu tersebut dalam waktu yang sudah lama.
Terlihat Seoarang wanita yang keluar dari ruang kamar mandi dan ikut berdiri di depan cermin merapikan riasannya, sampai pandangannya terhenti pada Elia. Wanita itu menatap Elia yang sedang melamun dengan seksama
" Elia...?? " kata wanita itu
Elia menatap wanita itu dengan wajah penuh kebencian. Dia bergegas ingin keluar dari kamar mandi itu.
" Elia tunggu !! Aku benar benar minta maaf atas semuanya. Sebenarnya aku juga tidak ingin seperti ini, tapi keadaanlah yang memaksa harus seperti ini. Sejak dulu kami memang saling mencintai Elia. Sebenarnya aku juga ingin mundur saat tahu Reyhan sudah menikah dengan mu, tapi saat tahu jika Pernikahan kalian karena terpaksa, dan tak ada cinta di hati Reyhan untuk kamu, maka aku berani maju lagi. Elia jangan membenci kami. Karena pernikahan yang di paksakan tanpa adanya rasa saling cinta, bukankah justru akan saling menyakiti. " kata wanita itu
Elia berbalik dan menatap tajam kearah wanita itu.
" Anda benar, sebuah pernikahan tanpa ada rasa cinta akan sangat menyakitkan. Aku doakan semoga kalian bahagia. Karena anda adalah pasangan yang sangat serasi. " kata Elia terseyum bohong.
" Terima kasih Elia. " kata wanita itu
" Namaku Paula, apa kita bisa berteman? " kata Paula terseyum dengan menyodorkan tangan untuk bersalaman.
Elia menyipitkan mata manatap wanita di hadapanya yang tidak tahu malu ingin berteman dengan dirinya itu.
" Maaf....!!! saya alergi jika harus berteman dengan ulat bulu sepertimu. Yang terus menempel pada diri seseorang, walau kehadirannya sangat tidak di harapkan !! Anda Paham???" jawab Elia halus namun penuh penekanan.
__ADS_1
Elia memegang kenap pintu lalu keluar dan membanting pintu toilet itu dengan sangat kencang. Sampai Paula kaget dan memegang dadanya.