Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 66 Pengakuan Reyhan


__ADS_3

Chapter ini aku berikan spesial untuk yang berikan vote aku minggu ini ❤️❤️❤️❤️


Jangan Ngaku suka Ceritanya dan pendukung ShaNyu kalau gak tinggalkan vote juga gift di Chapter ini 🤭🤭🤭


❤️❤️❤️ HAPPY READING ❤️❤️❤️


" Reyhan turun kan aku !!! " bentak Elia penuh emosi.


Ckiiittt........


Seketika Reyhan mengerem mobilnya secara mendadak, membuat Elia yang tidak memakai sabuk pengaman ikut terdorong maju ke depan, dan menabrak kaca spion dalam mobil.


" Kenapa kamu semakin tidak memandang aku Elia. Dimana tata krama mu sebagai istri? " kata Reyhan marah


" Kamu selalu mengungkit istri istri dan istri. Sedangkan baru kemarin kamu mengatakan kita tidak saling mengenal. Dimana Reyhan yang kemarin memanggilku Nona, dimana Reyhan yang marah marah karena mobilnya tertabrak. Bahkan dimana Reyhan yang tanpa belas kasih menilap uang dari wanita tak berdaya ini. " kata Elia meremehkan.


" Cukup Elia !!! Jangan membuat api kemarahan ku semakin memuncak. Jangan menguji batas kesabaran ku sampai dimana Elia. " ucap Reyhan menahan emosi


Reyhan sangat marah saat Elia mengungkit masalah kemarin. Karena apa yang di gadang gadang tak sempurna seperti bayangan nya.


" Kamu pikir kamu tak menguji kesabaran ku, aku pun juga sudah muak seperti ini. " gerutu Elia


Mendengar penuturan Elia, Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Elia sangat ketakutan. Elia menutup matanya dengan sangat rapat. Ia berhenti bicara saat Reyhan semakin mengemudi dengan ugal-ugalan.

__ADS_1


Ckiittttt ......!!!


Reyhan kembali mengerem mendadak mobilnya dan memarkirkan mobilnya sembarangan. Dia melempar kunci pada security di sana agar memarkirkan mobil secara benar. Sedangkan dia membuka pintu mobil untuk Elia. Namun Elia masih enggan turun. Dia masih dalam posisi duduk bahkan sekarang dia berpegangan jok agar tak bisa diangkat oleh Reyhan lagi.


Tapi sia sia saja perjuangan Elia mempertahankan diri agar tak bisa keluar, karena pada kenyataan nya, Reyhan dengan mudahnya menarik keluar dan menggendongnya seperti tadi.


" Reyhan lepaskan aku.....!!!! " teriak Elia sambil memukul mukul punggung Reyhan. Bahkan kaki nya ikut ia gerak gerakan agar Reyhan melepaskan.


Elia sudah berusaha keras agar di lepaskan, namun Reyhan sama sekali bergeming. Bagai tak merasa berat atau kewalahan dengan polah Elia yang berusaha keras minta di lepas. Bahkan saking jengkelnya Elia mengigit punggung Reyhan. Namun oleh Reyhan tak di gubris. Ia seolah tidak merasakan apa apa.


Di dalam Lift pun Reyhan tak menurunkan Elia, kebetulan hari masih siang, jadi banyak penghuni apartemen yang pergi bekerja. Sehingga di sekitar ruangan kosong bahkan lift pun hanya berisi mereka berdua.


" Reyhan turunkan Aku..... " teriak Elia lagi.


Elia merasa sangat malu, dari tempat klinik sampai apartemen Reyhan melakukan hal yang sama. Yaitu menggendongnya bagai karungan beras. Seolah tak ada beban Elia di pikul di pundak dengan sangat enteng.


Tring...


Lift terbuka lebar, Reyhan keluar dengan langkah lebar. Di sana ada Paula yang sengaja menunggu kepulangan nya karena Paula tak pernah di buka kan pintu oleh Reyhan jika dia mendatanginya. Jika pagi pun Paula tidak bisa bertemu karena Reyhan juga sudah berangkat atau sengaja menunggu kepergian nya baru keluar.


Maka Paula memutuskan menunggunya dari siang, agar bisa bertemu dengan Reyhan.


" Reyhan.... " kata Paula menyongsong kedatangan Reyhan. Namun mata nya menyipit saat melihat siapa gadis yang sedang dalam gendongan Reyhan.

__ADS_1


Sedangkan Elia saat mendengar ada suara yang memanggil nama Reyhan segera ingin menoleh ke sumber suara.


" Lihatlah wanita mu sudah menunggu kedatangan mu. Dia sangat merindukan mu, sampai menyambut kehadiran mu di depan pintu. Jadi sekarang turunkan aku !!! " kata Elia mulai menurunkan intonasi suara namun seolah sedang mengejek.


Benar Reyhan menurunkan tubuh Elia dengan pelan. Namun tangan kiri Reyhan masih memegang tangan Elia, sedangkan tangan kanan nya merogoh kartu akses masuk apartemen nya.


Reyhan membuka pintu dan menarik kasar tangan Elia yang sedang menatap penuh kebencian pada Paula. Saat Paula akan ikut masuk Reyhan menutup pintu begitu saja dengan sangat kencang, membuat Elia menutup matanya karena terkejut. Dia membayangkan jika pintu itu mengenai wajah Paula pasti akan sangat sakit.


Paula sangat marah melihat perlakuan Reyhan yang mengacuhkan kehadiran nya. Dia mengedor gedor pintu apartemen tanpa henti. Dia bahkan sampai memohon pada Reyhan agar membuka pintu, tapi Reyhan justru memanggil security dari sambungan telepon agar mengusir Paula karena menganggu ketenangan apartemen.


Benar saja tak berselang lama pintu apartemen nya sudah tidak terdengar lagi suara Paula juga gedoran pintu. Mungkin saja Security sudah menyeretnya turun.


Reyhan mengunci seluruh pintu, mulai dari pintu utama, sampai kamar Elia dulu. Yang terbuka hanya pintu kamar Reyhan dan kamar mandi, itu pun kuncinya ia sembunyikan karena Reyhan tidak mau Elia mengunci kamar dari dalam.


Elia hanya berdiri mematung, menyaksikan Reyhan seperti orang gila, pergi kesana kemari dan mengunci seluruh pintu.


" Kamu Gila Reyhan !!! " sentak Elia.


Elia sudah sangat frustasi dengan tingkah Reyhan yang sudah di atas normal menurutnya. Tindakan nya sudah melebihi batas seorang suami pada umum nya yang sedang marah.


Reyhan datang menghampiri Elia yang hanya berdiri mematung di ruang tamu. Elia memijat pelipis kepalanya. Pusing yang ia rasakan saat ini.


" Kamu benar Elia, aku sudah benar benar gila karena mu. Aku sudah tak bisa berpikir jernih jika sudah memikirkan mu. Dan aku akan semakin gila jika kamu terus membangkang ku seperti ini. " terang Reyhan

__ADS_1


Elia mundur saat Reyhan semakin mendekati nya. Dan Reyhan terus berjalan maju mendekati Elia yang terus mundur menjauh dari nya.


" Aku sudah berjuang segenap asa ku, aku sudah hampir mati karena memikirkan mu Elia. Apa kamu tahu Elia ? Aku setiap waktu, selalu menatapmu dari bawah apartemen mu. Aku selalu dengan sabar menanti kamu keluar dari kamar dan menatap langit di balkon. Aku yang selalu memperhatikan mu mulai kamu di rumah Aldo. Aku tak perduli hujan, aku tak perduli aku sakit, aku selalu ingin melihat wajahmu setiap hari. Aku tidak pernah melupakan mu Elia !!! Aku tidak pernah satu hari pun tidak melihat mu. Aku selalu ada di belakangmu. Aku lah orang yang memperjuangkan karir mu. Aku lah orang yang melancarkan setiap ijin usaha mu, aku lah orang yang sudah mempromosikan klinikmu di lingkungan luar. Aku lah orang yang selalu mengundang semua pengunjung tepat di hari terbukanya klinikmu. Aku tidak pernah sedikit pun meminta balasan semua yang ku lakukan. Aku sebenarnya sudah ikhlas merelakan perjuanganku yang tidak kamu lihat sedikit pun. Aku akan terus di belakangmu sampai kapan pun. Tapi yang membuatku tidak rela kenapa harus Sean??? Kenapa harus dia orang yang menggantikan aku?? Itu yang membuatku harus memilikimu kembali. Aku tidak akan rela jika apa yang aku perjuangkan, diambil begitu saja oleh orang yang jauh lebih brengsek dari aku. " kata Reyhan dengan terus berjalan maju, sedang Elia terus berjalan mundur dengan deraian air mata


__ADS_2