
Reyhan menarik kembali tubuh Elia dari belakang, dan mengakat tubuh Elia seperti mengendong bayi.
" Lepaskan aku Reyhan. Aku benci kamu, benciiii !!! " teriak Elia dengan memukul pundak Reyhan sekuat tenaga nya, namun tak di hiraukan Reyhan.
Reyhan terus berjalan membawa Elia dalam gendongan masuk ke dalam kamar nya, dan terus masuk memasuki ruangan yang masih terbuka sejak Elia meninggalkan tempat itu.
Elia terdiam menatap sekeliling ruangan yang sudah berantakan. Bahkan fotonya sudah terjatuh di bawah bersama foto Aldo.
Blammt......
Terdengar pintu yang tertutup sangat keras, karena Reyhan menutup nya hanya menggunakan kaki.
Reyhan menurunkan Elia duduk di sofa yang dulu pernah ia gunakan untuk merebut paksa kehormatan Elia.
" Di sini lah aku mulai mencintaimu, kursi ini adalah sejarah cinta kita berawal. Aku tak perduli kamu memanggil dia ulat bulu, hama tanaman, atau wanita murahan sekalipun. Aku memang tidak pernah mencintainya Elia. Satu hati ku, hanya untuk mu. Hanya dengan memiliki mu, itu sudah menyempurnakan hidup ku. Aku tidak perduli pada satu wanita pun di dunia ini. walaupun dia lebih cantik dari mu, dia lebih pintar dari mu, atau bahkan dia lebih segalanya dari mu, itu tidak akan bisa menggantikan posisi mu di hati ku. Satu nama yang terukir indah dalam hatiku, Elia Oliveira. Hanya wanita itu lah yang sudah memenuhi isi hati ku " ucap Reyhan dengan duduk mengungkung tubuh Elia yang terbaring di atas sofa.
Elia menolehkan wajahnya ke dinding. Ia tidak mau terhipnotis dengan ketampanan suaminya, atau tergoda rayuan Reyhan begitu saja.
" Aku tak perduli !! Semuanya sudah terlambat Reyhan. " kata Elia masih dengan pandangan ke dinding.
__ADS_1
" Panggil aku Kak !!! Elia. " kata Reyhan dengan membawa wajah Elia agar menatap wajahnya pula.
" Tidak mau !! " jawab Elia mantap
" Panggil aku kak, Elia ! " pinta Reyhan mengulang kembali ucapanya.
" Aku tidak ma "
Reyhan langsung mencium bibir Elia. Reyhan tidak suka Elia terus membangkangnya.
" Jika kamu terus membangkang ku tidak akan melepaskan ciuman ini. " kata Reyhan
" Elia, aku benar benar sudah tidak berharga di hatimu. Apa rasa benci mu sudah mendarah daging sampai kamu tidak bisa memaafkan kesalahan ku. Aku bukan lelaki pecundang Elia. Aku akan mengirim Paula jauh ke negeri Ethopia jika kamu menginginkan nya. Tidak ada satu wanita pun yang aku sentuh selain diri mu Elia. " kata Reyhan
" Pembohong !!! " jawab Elia cepat
Reyhan menatap intens wajah Elia, Reyhan sudah tidak tahu lagi harus dengan cara apa agar Elia bisa memaafkan dirinya.
" Kenapa kamu selalu tak percaya dengan ucapan ku Elia. Apa satu kebohongan sudah menutup mata hati mu, untuk melihat kesetiaan ku. " kata Reyhan
__ADS_1
" Bagaimana aku bisa percaya perkataan mu, aku bahkan jelas jelas melihat dulu. kamu juga mencium paksa Nihan, saat dia lebih memilih kak Aldo di banding dirimu. " jawab Elia
Reyhan menutup matanya terpaksa. Dia sudah kehabisan kata kata menjawab setiap sangkalan Elia.
" Itu dulu. Sebelum kita belum ada ikatan. Ku akui dulu aku menciumnya karena aku tidak rela jika dia lebih memilih Aldo di banding aku, hanya karena salah paham. Nyatanya aku juga berhenti untuk mengejarnya. Karena aku sadar cintaku sudah terpatri untuk mu. " kata Reyhan sudah berdiri dan menerangkan dengan ekspresi yang sudah putus asa.
Reyhan sudah benar benar menahan emosi menghadapi Elia yang selalu saja memojokan nya.
Elia terdiam dengan jawaban Reyhan. Dia mulai bangun dan duduk di kursi sofa itu dengan mata menunduk.
" Lepaskan aku Reyhan. " pinta Elia dengan wajah menunduk
" Panggil aku kak !!! Panggil aku kak seperti kamu dulu memanggilku Elia. " teriak Reyhan sudah benar benar lepas kontrol. Reyhan menggoyang goyangkan tubuh Elia dengan air mata yang menetes di wajahnya.
" Aku harus bagaimana Elia??? katakan, apa yang harus aku lakukan agar kita bisa seperti dulu. Bagaimana membuatmu kembali tersenyum untuk ku. Katakan Elia... !!! kata Reyhan yang masih menggoyang goyangkan tubuh Elia.
" Beri aku waktu kak. Aku butuh waktu memikirkan perasaan ku. Jika untuk memaafkan mu, aku sudah memaafkanmu. Tapi jika untuk kembali seperti dulu, aku rasa aku tidak bisa. Aku tidak bisa memaafkan sebuah kebohongan kak. Dulu aku pernah memberitahumu tentang ini. Akan menerima sebuah pengakuan yang pahit, dari pada sebuah kebohongan yang lebih menyakitkan. " jawab Elia. Kali ini Elia memanggil nama Reyhan kembali dengan panggilan kak.
Keduanya terdiam, larut dalam pemikiran masing masing sampai akhirnya Reyhan membuka suara.
__ADS_1
" Walaupun sudah terlambat, aku akan memberitahumu bagaimana perasaan ku padamu sejak dulu. Dua puluh tiga desember adalah hari pertemuan kita yang pertama, Aku yang baru pulang dari Jerman, sengaja mendatangi undangan seminar mewakili perusahaan ayahku. Waktu itu aku melihatmu sedang memakai blezer berwarna hitam, dan celana panjang warna senada. Kamu sedang bercanda dan menggoda Sean yang sedang merajuk entah kenapa. Saat itu aku merasa ingin mempunyai kekasih seperti dirimu, yang akan ada merayuku saat aku marah. Aku masih terdiam kala itu, dan aku terus memperhatikan gerak gerik mu yang tak pernah perduli dengan orang sekelilingmu jika sedang bersama Sean. Sampai kamu mengisi seminar di podium, kamu meminta maaf atas nama rumah sakit mu, karena seharusnya yang mengisi acara tersebut adalah Nihan, namun dengan terpaksa harus kamu gantikan karena Nihan sedang berada di luar negeri. Karena itu aku terlintas kembali nama Nihan di benak ku, aku sengaja mendekatimu dengan mengajukan beberapa pertanyaan agar kamu melihatku saat itu. Dan benar saja kamu menanggapi dengan ramah. Aku semakin tertarik berbicara dengan mu, dan mulai membahas Nihan diantara obrolan kita agar semakin dekat dengan mu. Kamu tahu Elia, itu adalah hal pertama yang aku lakukan pada wanita yang sudah jelas berpasangan. Namun aku harus kecewa karena Elwas memberitahuku jika kamu sudah bertunangan dengan Sean, membuatku mundur kembali. Karena bagaimana pun jika sudah bertunangan itu tandanya hubungan kalian sudah serius. Dan jujur saja aku berpikir jika kamu sudah pernah melakukan hubungan terlarang dengan Sean. Karena melihat kedekatan mu dengan Sean yang begitu dekat, Dan sejak pertemuan itu, aku ternyata sering bertemu Sean dengan wanita lain. Bahkan aku sering melihat jika Sean berangkat kerja dari apartemen wanita itu. Aku membuat penilai sendiri tentang mu saat itu. Kamu yang juga hangat menyambut pembicaraan ku saat itu. Aku menilai jika kamu memang mudah saja di dekati. " kata Reyhan menerawang masa lalu nya kembali