Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 76 Hamburg


__ADS_3

" Elia... Aku hanya mengantarkan sarapan untukmu. Aku taruh di depan pintu " teriak Mizka.


Setelah itu ia pun memilih pergi meninggalkan Elia, karena Mizka tau diri pasti Reyhan tidak akan mengijinkan Elia pergi dari sisi nya dan hanya menganggap Mizka hanya pengganggu saja.


Mizka ingin menghindari Elwas saat ini. Dia sangat malu saat dirinya bangun ia sudah dalam pelukan Elwas, dan yang paling memalukan adalah dirinya berada di tempat Elwas yang sudah di bagian sangat pinggir. Dengan sangat nyaman nya Mizka memeluk Elwas sangat dekat.


" Jika harus seperti ini, aku mungkin memilih tidak ikut saja. " gerutu Mizka pada dirinya sendiri. Karena saat ini ia tidak tahu harus kemana.


Mizka berjalan menyusuri sisi pantai, tanpa tahu harus kemana, dan ia di kejutkan dengan keberadaan Elwas yang menarik tangan nya.


" Ikut aku !! " kata Elwas


" Kemana? " tanya Mizka tak mengerti


" Aku harus mengurus perizinan di Jerman, karena ada sedikit masalah di sana. " kata Elwas yang sudah rapi, hanya saja masih menggunakan sedal di kaki


" Aku tidak mau. " jawab Mizka. Ia paling anti jika harus ke Jerman. Karena di sana ada seseorang yang tidak ingin dia lihat lagi di kehidupan nya.


" Jangan menyusahkan aku Mizka. Apa kamu hanya akan menganggu kesenangan Nona Elia dan Tuan Reyhan. Kamu hanya akan mengganggu mereka. " kata Elwas yang mulai tak sabar menghadapi Mizka karena dia di buru waktu jam penerbangan keberangkatan nya ke Jerman.


" Apa boleh aku pulang saja ke Indonesia? " tanya Mizka lagi.


" Aku punya uang sendiri, hanya perlu kamu mengantarkan aku ke bandara saja. ! " pinta Mizka tak enak hati


" Bisa. " jawab Elwas


Akhirnya Tanpa pamit pada Elia dan Reyhan, Mizka pun meninggalkan hotel yang belum sempat ia kelilingi. Hatinya miris negara Turki yang sangat ia kagumi hanya jadi tempat persinggahan saja.


Mizka mengikuti langkah Elwas yang berjalan cepat di depan nya. Mizka melihqt sekeliling orang yang berlalu lalang di airport, sampai ia tidak menyadari jika Elwas berhenti di depannya.

__ADS_1


Dugh......


" Aw....." Mizka mengusap keningnya karena menabrak punggung Elwas yang begitu kokoh.


Elwas memandang Mizka yang sedang mengusap kepalanya, dan tersenyum


" Bodoh. " kata Elwas menarik tangan Mizka agar sejajar dengan nya.


" Kamu mengataiku apa? " tanya Mizka tak terima di katai bodoh


" Jika tidak ingin di katakan bodoh, kenapa ada orang berdiri sebesar diriku, masih kau tabrak juga. " jawab Elwas melirik Mizka. Ia berharap Mizka tidak menyadari jika ia sedang membodohinya.


Keduanya naik pesawat, dengan pembicaraan adu argumen, Elwas sengaja mengecoh Mizka agar tidak menyadari jika ia membawanya ke Jerman menemani menyelesaikan pekerjaan di sana.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menangkap keberadaan nya, dan membuatnya menperhatikan Elwas dan Mizka yang terus bertengkar.


Setelah mencapai kurang lebih empat jam perjalanan, Mereka turun di Bandara internasional Berlin. Mizka melihat sekeliling tempat ini, sama sekali tidak menunjukan jika dirinya sudah di Indonesia.


" Elwas, kenapa kamu membohongiku? Kamu membawaku ke Jerman bukan? " tanya Mizka marah. Ia tidak mau jika harus bertemu dengan Rabel. Karena bagaimana pun ia tidak mau masuk kembali ke kehidupan Rabel. Ia sudah berjanji tidak akan mengejar atau muncul lagi di hadapan Rabel saat itu.


" Sudahlah Mizka, jangan menyusahkan aku. Aku tidak mungkin membiarkan mu pulang sendiri ke Indonesia. Jika terjadi apa apa padamu, Nona Elia dan Tuan Reyhan akan membunuhku. Jika memang kamu tidak ingin kemana mana, atau tidak ingin singgah di kota ini. Kamu bisa berdiam diri di apartemen sampai urusan ku selesai. Lagi pula Tuan Reyhan dan Nona Elia akan menyusul kita nanti di sini. Barulah kita akan pulang bersama." jawab Elwas mengenggam tangan Mizka agar tidak pergi dan tidak kehilangan jejaknya, karena banyak sekali orang berlalu lalang di airport. Elwas menarik tangan Mizka yang masih enggan untuk mengikuti langkahnya.


Mizka bagaikan anak kecil yang di tarik ayah nya agar mengikuti keinginan ayah nya. Karena sesekali Elwas harus menarik nafas menghadapi sisi lain dari Mizka


Sepasang mata yang terus menatap Mizka dan Elwas pun tak berhenti untu mengikuti, seakan terbawa magnet, orang itu terus mengikuti kemana mereka akan singgah.


Tibalah keduanya di kota Hamburg, Elwas memesan sebuah apartemen untuk mereka tinggali sementara waktu, sambil menunggu kedua Tuan nya yang sedang berbulan madu. Karena rencana nya Reyhan tidak akan membiarkan Elia pulang begitu saja sebelum Elia di nyatakan hamil. Reyhan akan membawa Elia menyinggahi negara negara indah di dunia sebelum Elia hamil. Karena jika Elia belum hamil, ia takut jika Aldo masih akan memisahkan mereka. Dan di sinilah Elwas berada harus menggantikan semua pekerjaan Reyhan juga meninjau semua usaha Reyhan di penjuru dunia. Karena banyak cabang cabang industri yang Reyhan dirikan di berbagai negara.


" Mizka... Ayolah jangan menyusahkan aku ! " kata Elwas

__ADS_1


Mizka seolah dejavu dengan kata kanta Elwas, ingatanya kembali menerawang ketika Rabel yang merasa putus asa, karena Mizka tidak mengikuti kemauan Rabel kala itu.


Mizka mencoba melepaskan genggaman tangan Elwas, karena Mizka baru menyadari jika ia digenggam erat oleh Elwas saat ini.


" Aku bisa jalan sendiri. " jawab Mizka saat Elwas berhenti memandang wajah nya. Elwas pun mengangguk kan kepala dan kembali berjalan di ikuti Mizka yang berjalan di belakangnya.


" Kita akan di sini berapa lama ? " tanya Mizka, namun tidak di jawab oleh Elwas


" Elwas, aku bertanya padamu. " suara Mizka sedikit meninggi.


Elwas berhenti di salah satu kamar yang ia pesan, lalu menoleh pada Mizka.


" Kamu bertanya padaku? " kata Elwas


" Elwas kenapa kamu itu sangat menyebalkan? " kata Mizka, karena merasa jengkel dengan ucapan Mizka


Elwas mengerutkan keningnya dengan jawaban Mizka.


" Lain kali jika bertanya sebut namanya. Apa kamu tak mengerti tata krama. " sahut Elwas dingin.


Elwas membuka pintu apartemen dan mempersilahkan masuk. Elwas menunjukan kamar untuk Mizka. Sedangkan dirinya akan tidur di kamar sebelah ujung.


" Kita akan tinggal di sini, sampai tugas terselesaikan. Jika ada waktu aku akan membawamu jalan jalan melihat keindahan negara Jerman. Aku nyakin kamu akan menyukainya" kata Elwas


" Benarkah?? " jawab Mizka senang. Bahkan dia lupa jika dengan jalan jalan bisa membawanya bertemu dengan Rabel.


" Tentu saja. " saja Elwas, yang disambut senyum sumringah Mizka


Elwas berbalik meninggalkan Mizka yang meletakan barang barangnya. Mizka kemudian menutup pintunya dan merebahkan tubuhnya di ranjang, ia tak pernah membayangkan jika ia bisa berada diantara orang orang baik seperti ini. Juga bisa menginjakan kaki di negara Turki dan Jerman. Ya walaupun hanya di hotel dan apartemen saja, setidaknya bisa menghirup udara di negara tersebut.

__ADS_1


__ADS_2