
Elia masih belum beranjak dari tempatnya berdiri sedari tadi. Dia memijat pelipis kepalanya, sambil berpikir dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu hanya dalam kurun waktu satu kali dua puluh empat jam.
Elia berjalan melihat mobil belakangnya yang tadi menabrak mobil Reyhan. Mobilnya sendiri pun ternyata juga rusak cukup parah, mungkin karena mobil Elia menabrak terlalu kencang.
" Hufft......"
Elia membuang nafas panjang untuk sedikit meredakan sesak di dadanya. Akhirnya Elia memutuskan untuk pulang. Dalam kondisinya seperti ini, tidak memungkinkan dirinya untuk kembali ke klinik melayani konsultasi pelanggan.
Sebelum menyalakan mobilnya Elia menghubungi Mizka, jika dirinya langsung pulang dan menyuruh Mizka agar pulang sendiri naik taxi. Namun Elia belum memberitahukan jika dirinya sedang ada masalah dengan Reyhan.
Elia menyalakan mesin mobil nya, pikirannya kacau saat ini, memikirkan dari mana ia mendapat uang agar bisa mengganti kerugian sebegitu besarnya.
Sampai di Apartemen Elia memarkirkan mobilnya begitu saja, dan berjalan pelan seperti tak ada tenaga, bahkan terlihat sangat kusut di wajah cantiknya.
Elia membuka pintu apartemen nya, lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya.
" Aaaaa... Kenapa...kenapa...kenapa !!! Kenapa sampai bisa aku merusak mobilnya. Dan lagi, kenapa bisa dia seolah tidak mengenalku. " Elia di buat jengkel lagi bila harus mengingat Reyhan yang mengacuhkan dirinya.
" Sial sekali nasibmu Elia.....!! " gumam Elia mengacak acak rambutnya sendiri. Jika hanya sepuluh atau dua puluh juta ia masih mempunyai tabungan. Tapi jika empat ratus lima puluh juta, untuk waktu satu bulan ini pun belum tentu bisa melunasinya.
Belum lagi kerusakan mobil Nihan, karena Elia belum sempat membeli mobil baru, jadi ia masih menggunakan mobil yang di pinjamkan Aldo dan Nihan saat itu.
Elia tidur telentang dengan menatap langit langit kamar, ia masih berpikir cara mendapatkan uang, atau siapa yang bisa meminjaminya uang sebanyak itu. Namun pada kenyataannya semakin dia terus berpikir, semakin kepalanya tidak bisa di ajak kompromi, karena justru terasa pusing.
Lama Elia melamun, ternyata waktu sudah menunjukan menjelang malam. Terdengar Mizka sudah pulang, karena dia mengetuk pintu Elia berulang ulang.
" Tok...tok tok....!!! "
" Elia.....!! " panggil Mizka
" Hmmmt " jawab Elia malas.
" Aku membawakan mu makan malam. Ayo kita makan sebelum dingin !! " kata Mizka
__ADS_1
" Kamu makan saja sendiri, aku sudah makan. " bohong Elia
" Tapi aku bawa dua porsi, tidak akan habis jika aku memakan nya sendiri, apa kamu tidak tertarik dengan nasi goreng seafood yang aku bawa. " kata Mizka
" Tidak !!! " jawab Elia mantap
" Elia kenapa dengan mu, buka pintunya !! Ceritakan padaku apa yang membuat mood mu jadi buruk hari ini. " kata Mizka
" Sudahlah Mizka, bersihkan dirimu dan beristirahat lah. Hari ini kamu pasti sangat capek karena tidak ada yang membantumu. " jawab Elia.
" Tapi El...." Mizka masih menyangkal
" Mizka berhentilah bicara !!! Aku juga bisa membunuhmu jika kamu terus mengajak ku bicara. " teriak Elia pada akhirnya
Akhirnya Mizka memutuskan untuk pergi menyingkir dari pada membuat tambah marah Nona muda.
Pukul setengah sembilan malam Elia merasakan perutnya perih, karena hanya tadi siang ia makan, itu pun sangat sedikit karena di depan klient Elia menjaga image nya.
" Kenapa kamu belum makan Miz ? " tanya Elia
" Mana mungkin aku bisa menelan jika bestie ku saja tidak mau makan. " jawab Mizka
Elia terseyum melihat pengabdian Mizka untuk nya sangat besar.
" Lain kali, jika kamu ingin makan, makan saja dulu sendiri ! tak perlu menunggu aku. Jika aku lapar, aku pasti akan makan sendiri juga. " kata Elia sambil menarik kursi berhadapan dengan Mizka
" Aku tidak akan makan jika kamu juga tidak makan. Dan aku akan makan jika kamu makan. Aku ingin kita sama sama merasai susah senang bersama El, karena hanya kamu yang aku miliki di hidupku. Keluarga ku pun sudah tidak ada yang perduli dengan ku. " kata Mizka
" Baiklah, mari kita makan. " kata Elia menarik piring yang sudah tersedia bungkusan nasi goreng dalam porsi yang banyak.
Mizka sengaja sudah menyiapkan piring, dengan nasi diatasnya. Tak lupa dia juga membuat teh hangat untuk mereka berdua.
" Elia ceritakan padaku, apa sebenar nya yang membuatmu marah seperti ini. " tanya Mizka
__ADS_1
" Tidak ada Mizka. Aku hanya capek. " jawab Elia bohong. Dia tidak ingin membebani Mizka dengan masalah yang ia hadapi saat ini.
" Elia... Aku sudah mengenalmu lama, bertahun tahun lamanya. Walau kita satu atap baru beberapa bulan, aku tahu jika sekarang ini kamu sedang menghadapi masalah. " kata Mizka
Elia tidak menjawab, tapi justru menyuapkan satu sendok nasi goreng penuh ke mulutnya.
Mizka masih menatap Elia, menunggu jawaban apa yang akan ia berikan.
Elia melihat Mizka yang masih terus memandangnya, membuatnya sulit untuk menelan nasi goreng yang ia makan. Karena pandangan Mizka seperti seorang polisi intel yang sedang mengintrogasi tawanannya.
Akhirnya mau tak mau Elia pun menjelaskan inti permasalahannya pada Mizka yang diangguki oleh Mizka.
" Benar benar keterlaluan si Reyhan. Berani sekali dia menekan mu seperti itu. Aku tidak akan sudi lagi membantunya memperebutkan hatimu kembali. " jawab Mizka yang keceplosan telah bersekongkol dengan Reyhan
Elia menatap menyelidik dengan ucapan yang ia dengar dari mulut Mizka.
" Mizkaaa...... ?? " ucap Elia panjang
Mizka sadar jika ia sudah keceplosan hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
" Hehehe....... Maafkan Aku Elia !!! " jawab Mizka
Mizka pun akhirnya menceritakan pada Elia awal pertemuan nya dengan Elwas, sampai Sekarang ini dia sudah menjalin hubungan dengan Elwas. Mizka pun juga sebenarnya sangat tidak bisa, menyimpan rahasia ini sejak lama dari Elia. Dan pada akhirnya terbongkar juga, walau situasi nya saat ini sudah berbeda.
" Mizka !! Kamu itu bodoh atau bagaimana? Apa kamu pikir menjalin suatu hubungan semudah yang kamu bayangkan. Bagaimana jika Elwas hanya memanfaatkan mu untuk mendekatkan aku dengan Reyhan. Bagaimana jika perasaan mu padanya semakin dalam namun tiba tiba kamu harus menerima kenyataan pahit jika dia sudah memiliki tambatan hati yang lain. Kenapa kamu tidak menjadikan masalah hidupku sebagai pengalaman. Aku tidak mau kamu ikut merasakan apa yang aku rasakan Mizka. Cukup aku saja, karena jika itu kamu yang merasakan, kamu tidak akan sanggup untuk menghadapinya !! Elia memperingati Mizka
Tak terasa air mata Mizka jatuh begitu saja. Dia meresapi apa yang di katakan oleh Elia adalah semuanya benar adanya.
Mizka bangkit dari duduknya dan segera memeluk Elia.
" Maafkan aku Elia.... !!! Terima kasih atas semua perhatianmu pada ku. Aku berjanji setelah ini aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi di belakangmu.
" Mizka jawab jujur, apa Elwas sudah pernah menyentuhmu ? " tanya Elia hati hati. Karena ia takut Mizka sudah bermain perasaan dengan Elwas.
__ADS_1