
🌼🌼🌼 Budayakan Like, kasih Gift dan Vote Setelah Membaca,, Supaya Author Semangat Buat Berkarya.... HAPPY READING ❤️❤️❤️
Elia termenung menatap pintu Klinik yang tertutup. Klinik ini akan resmi di buka tiga hari ke depan. Semuanya sudah tertata rapi, bahkan semua produk krim peluncuranya sudah terpajang di etalase.
Hari ini tiba tiba Elia teringat dengan Reyhan, setelah beberapa bulan di sibukan dengan peluncuran produk krim, perijinan klinik kecantikanya dan penata letak furniture dan lain lain,membuatnya melupakan Reyhan untuk sejenak. Dan hari ini Elia teringat dengan suaminya kembali. Dirinya tersenyum kecut saat mengingat jika sewaktu dirinya masih di Jerman, Reyhan sudah menguruskan perijinan untuk dirinya, namun sekarang jangankan perijinan, tempat dan lokasi pun semua Elia yang turun tangan sendiri. Semua kata manis Reyhan masih tersimpan rapi di benak Elia, sehingga tanpa terasa dirinya meneteskan air matanya.
" Dimana pun kamu berada kak, semoga kamu selalu bahagia. Mungkin jalan seperti ini yang lebih baik untuk kita. Sebelum aku benar-benar bergantung padamu, kamu sudah membukakan pintu hatiku agar tidak selalu berpegang lenganmu. Kamu pasti sudah bahagia dengan wanita itu. Aku pun juga akan bahagia dengan karir aku. Semoga kita sama sama bahagia. " batin Elia dengan menghapus air matanya.
Terlihat Mizka yang melihat Elia menangis pun mendekati Elia dan duduk.
" Elia, aku tahu kamu belum bisa melupakan Reyhan. Jika kamu ingin menangis, menangislah di pundakku. " kata Mizka setelah beberapa bulan satu atap dengan Elia, dia sudah tahu tentang seluk beluk percintaan Elia, mulai dari Sean dan Reyhan.
Elia pun menangis di pundak Mizka untuk beberapa saat, sampai pandangan kosongnya melihat seseorang di sebrang jalan yang berada di mobil. Elia hafal betul mobil itu adalah mobil Reyhan. Tapi yang jadi pertanyaan nya adalah untuk apa Reyhan berada di sana. Kemudian Elia melihat kembali dengan seksama jika yang di lihat adalah Reyhan namun orang itu sudah tidak ada.
Terlihat Sean datang menghampiri Elia di klinik membawa bekal makan siang dari sebuah resto ternama. Sean membuka pintu klinik yang langsung di sambut oleh Mizka biang rusuh.
" Selamat siang dokter tampan, apa kamu sengaja membawakan bekal untuk aku. " kata Mizka menyambut Sean dengan berdiri sedangkan Elia menghapus air matanya segera, agar Sean tidak melihatnya.
" Aku bawa untuk Elia. Aku bahkan lupa jika kamu berada di sini. " kata Sean yang hanya bawa bekal dua porsi
" Kamu itu ganteng, tapi pelit sekali !! Apa kamu sengaja tidak menganggapku? " kata Mizka sudah ingin merangkul lengan Sean.
" Iya aku sengaja tidak menganggapmu. " jawab Sean ketus
__ADS_1
Sedangkan Mizka jadi manyun dengan jawaban Sean. Dia memilih duduk kembali di samping Elia.
Reyhan di luar yang melihat Sean membawa bekal makanan masuk, sudah tidak kuat lagi membendung rasa cemburu di hatinya. jiwanya panas melihat kedekatan Sean dengan Elia dari hari ke hari. Waktu tiga bulan sudah cukup untuk Reyhan menahan semua penyesalan dan rasa panas hati yang di sebabkan oleh Sean.
Reyhan keluar dari mobilnya, dengan segera masuk ke sebuah mall, karena samping klinik Elia adalah pusat perbelanjaan kota.
Reyhan membeli semua jenis makanan, mulai dari kue di BreadTalk, donut di Jco , cofee di Starbucks, Kentang dan burger di burger king, semua yang cepat saji di sana di beli oleh Reyhan dalam porsi yang sangat banyak.
Reyhan menenteng semua makanan tersebut di kedua tanganya, sampai ia merasa kesulitan saking banyaknya. Dia di buat kepanasan karena Sean membawa dua porsi bekal makanan dari mcd.
Reyhan membuka pintu klinik dan dengan percaya diri memasuki ruangan tersebut mendekati Elia. Sedangkan Elia di buat terkejut dengan kehadiran Reyhan yang secara tiba tiba. Ia hanya berpikir tadi yang ia lihat hanya ilusi, ternyata memang benar adanya .
Setelah Elia ingin melihat dengan seksama apakah yang di lihat adalah Reyhan, pandangan Elia tergantikan dengan kehadiran Sean, setelah Elia memperjelas penglihatanya Reyhan sudah tidak ada karena saat itu Reyhan membeli banyak makan dengan segera, setelah Reyhan melihat kehadiran Sean membawa bekal makan siang, dan masuk ke dalam klinik.
" Wah Tuan Reyhan... Apakah kamu sengaja mengirimkan makan siang untuk ku.? " tanya Mizka dengan pandangan ke semua makanan.
" Tentu saja. Aku memberikan untuk kamu dan istriku. " kata Reyhan dengan menatap Elia
Mizka sangat senang menerima hadiah makanan sebanyak itu, kebetulan makan siang belum tersedia apa pun.
" Terima kasih Tuan Reyhan, anda baik sekali. " kata Mizka yang langsung menyerobot makanan dari tangan Reyhan, tanpa memikirkan perasaan Elia terlebih dahulu, karena sikap cerobohnya.
Sean berdiri dari duduknya. Dia menghalangi wajah Elia yang berada di belakangnya.
__ADS_1
" Dia sudah mantan istrimu. Gunakan kata kata yang baik untuk kosa kata mu." kata Sean menggertak Reyhan.
Reyhan terseyum mengejek. Dia sama sekali tidak merasa takut dengan gertakan Sean.
" Elia masih sah sebagai istriku, untuk sekarang, nanti dan selaman nya. Elia akan tetap menjadi istri sah ku. Aku tak akan membiarkan mantan Tunangan brengsek sepertimu mendekatinya kembali. Kamulah yang hanya MANTAN TUNANGAN nya. " kata Reyhhan dengan menekan kata mantan tunangan nya dengan jelas, dan menunjuk jari telunjuknya ke dada Sean.
" Kamu yang lebih brengsek, sudah menghianati Elia. " kata Sean mulai emosi
" Lalu kamu apa?? Tidur dengan wanita lain di belakang Elia. Penghianat ??? " kata Reyhan bertanya namun seolah menghina
" Diam !!! Kalian semua ini hanya barisan para mantan Elia. Dia tak akan memungut kembali mantan yang sudah menyakitinya. Benar bukan Elia ? " kata Mizka berteriak menatap Reyhan juga Sean bergantian.
Elia menganggukan kepala nya menatap Mizka, dia tidak menyangka Mizka yang bodoh bisa membantunya saat genting seperti ini.
" Kalian semua pergilah !! Dan ini aku kembalikan. Aku tak menerima suap apapun dari kalian, dalam ajang memperebutkan cinta Elia kembali. " kata Mizka sambil memberikan banyak kantong plastik ke tangan Reyhan kembali.
" Apalagi kami dokter tampan. Pelit sekali dalam mengejar cinta Elia. Masak ada aku sebagai asisten pribadi Elia, tak kamu masukan daftar !! Hanya membawa dua porsi McD, itu pun paket hemat dengan minuman. Kalau niat mengejar, kaya Tuan Reyhan ini dong !! Niat banget kasihnya. Ada BreadTalk, Jco, BurgerKing, dan masih ada minumnya dari Starbucks. " Cerocos Mizka polos.
Reyhan terseyum jumawa saat Mizka memujinya.
" Tapi Anda jangan berbesar hati Tuan Reyhan, karena seberapa keras Anda berusaha, itu tak akan meluluhkan hati Elia kembali. Begitu kan Elia? " kata Mizka menatap Elia, yang hanya dibalas anggukan kembali oleh Elia.
" Sekarang kalian pergilah. Aku tak ingin bos ku bersedih melihat wajah tampan kalian yang begitu menggoda iman. " ujar Mizka dengan menatap kedua laki laki tampan di hadapan nya. Sedangkan Elia di buat tersadar dan manyun dengan ucapan Mizka. karena Mizka jadi berubah bodoh lagi memuji kedua laki laki di hadapan nya.
__ADS_1