Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 49 Kebangkitan Elia


__ADS_3

Hampir satu bulan sudah, Elia menjalani hari hari di tempat Aldo. Dengan di bantu tingkah lucu dari Zian yang menggemaskan Elia sedikit demi sedikit mulai membuka diri dan mulai menerima kenyataan jika ia belum bisa melahirkan anak.


Elia mulai aktif melakukan rutinitas membantu Nihan. Mulai dari menyapu, memasak dan membersihkan rumah lainnya. Sampai Elia merasa bosan berdiam diri di rumah sepanjang waktu.


Saat ini ia berencana akan kembali ke apartemen miliknya, jika Aldo mengijinkan. Elia meminta bantuan Nihan untuk membantunya berbicara pada Aldo nanti. Karena kemarin ia mencoba berbicara pada Aldo, kakaknya masih belum mengijinkan.


Setelah berhari hari di bujuk Nihan dan Elia, akhirnya Aldo mengalah dan memperbolehkan Elia untuk kembali ke apartemen, karena di sana juga ada Mizka yang akan menjaganya.


Hari ini Elia mengemasi barang barangnya dengan di bantu Mizka dan Nihan yang selalu setia mendukung setiap langkah Elia.


Zian yang sudah terlanjur lengket pada Elia seakan tahu jika akan di tinggalkan, membuatnya seharian ini menangis, ingin selalu di gendong oleh Elia.


Setelah selesai, Elia pulang ke apartemen nya dengan mobil Nihan, karena sementara ini Elia belum sempat untuk membeli mobil. Semula Elia menolak jika harus membawa mobil Nihan. Namun karena Aldo dan Nihan memaksa, akhirnya dia menyetujui.


Reyhan hanya bisa melihat dari kejauhan tentang keseharian Elia. Dia setiap hari ke apartemen Aldo, namun dia hanya bisa menatap dari bawah bangunan rumah Aldo, yang terkadang ia akan beruntung melihat Elia yang melamun di balkon.


Reyhan mengikuti mobil Elia dari kejauhan. Reyhan sudah seperti penguntit Elia sekarang ini. Sampai Reyhan melihat mobil Elia masuk ke basemant apartemen nya. Reyhan masih mengikuti, dan melihat aktivitas yang di lakukan Elia.


Elia sudah bisa tertawa bersama dengan Mizka, seolah dia sudah melupakan kesedihannya. Elia membawa semua barang barangnya di bantu Mizka.

__ADS_1


Reyhan hanya duduk di mobil, dan melihat dari dalam. Ingin sekali Reyhan keluar dan memeluk Elia saat ini. Namun ia urungkan kembali. Reyhan masih memberi waktu untuk Elia agar beristirahat terlebih dahulu, setelah menyelesaikan masalah kepindahannya.


Melihat Elia tak kunjung kembali mengambil barang barang nya, Reyhan memutuskan kembali ke kantor, untuk menyelesaikan pekerjaan yang ia tinggalkan.


Keseharian Reyhan hanya menguntit Elia dan kembali bekerja. Bahkan saat pulang dari bekerja Reyhan masih kembali memarkirkan mobilnya di jalan depan apartemen Elia, dari bawah Reyhan berharap bisa menatap jika Elia keluar di balkon.


Elia menjalani hidupnya dengan tawa dan bahagia berkat Mizka yang selalu menghiburnya dengan tingkah konyolnya.


Sekarang ini hubungan Elia dengan Sean kembali membaik. Karena kesabaran Sean yang selalu menjenguk, menemani bahkan membantu kesulitan yang Elia hadapi sekarang.


Saat Ini Elia berencana membuka klinik kecantikan di samping sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal. Tempat itu ramai dengan pengunjung. Dengan di bantu Sean, Elia bisa mendapatkan tempat yang strategis dan nyaman.


Untuk saat ini Aldo belum bisa menemani karena dia sedang sibuk dengan pekerjaanya. Sedangkan Nihan mulai masuk kembali praktik bekerja di rumah sakit. Sebelumnya Nihan menyewa jasa baby siter, karena orang tua Nihan juga masih aktif bekerja. Dan jarak rumah yang jauh karena berbeda kota, membuat Nihan enggan menitipkan. Hanya di akhir pekan saja, Nihan atau orang tuanya yang menyempatkan untuk berkunjung.


Reyhan melihat keakraban Elia yang bercanda dengan Zian yang sedang di gendong oleh Sean. Terlihat tawa riang dari Zian yang membuat ke tiganya ikut tertawa. Reyhan melihat Elia dan Sean sudah seperti suami istri dan anaknya.


Reyhan mengendurkan dasinya, dadanya terasa sesak sehingga dia kesulitan untuk bernafas, saat melihat kedekatan Sean dengan Elia. Ingin rasanya ia keluar dari mobil dan menghajar Sean saat itu juga. Namun ia melihat Zian yang sedang di gendong Sean membuatnya mengurungkan niatnya.


Reyhan terpaksa pergi meninggalkan Elia karena mendapat panggilan dari Elwas yang memberitahukan ada kunjungan dari klient untuk menjalin kerja sama, yang mengharuskan kehadiran Reyhan. Dengan terpaksa akhirnya Reyhan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


" Bagaimana Elia, apa kamu merasa cocok dengan tempat ini? " tanya Sean saat berada di dalam tempat yang akan ia sewa.


Elia menatap sekeliling, dan meneliti bangunan dengan seksama.


" Bagus. Bagaimana denganmu Mizka? " Elia kembali bertanya pada Mizka


" Dimana pun dan apa pun itu, jika pilihan dokter ganteng aku sudah pasti setuju. " kata Mizka yang sangat menggilai Sean.


Mizka sangat menyukai Sean sejak pertama ia melihatnya, saat Sean berkunjung ke tempat Elia. Bahkan Elia di buat tertawa dengan tingkah terang terangan Mizka yang menyatakan cinta pada Sean. Sedangkan Sean di buat selalu ketakutan oleh tingkah Mizka yang sangat agresif padanya.


" Baiklah. Aku cocok dengan pilihanmu kali ini Sean. Tempat ini juga sangat strategis, dan sangat nyaman. Tidak terlalu panas saat siang hari. " kata Elia yang terus meneliti ruangan.


Selesai melihat situasi, Elia mengadakan negosiasi dengan pemilik ruko. Karena niat pemilik ruko hanya menyewakan, namun Elia mendesak agar membelinya. Akhirnya karena sang pemilik tidak menjual dengan terpaksa Elia menyewa tersebut, untuk beberapa masa.


Elia dan Mizka mulai di sibukan dengan hari hari merapikan ruangan yang akan di jadikan sebuah klinik, sesekali Nihan dan Aldo datang untuk melihat perkembangan, begitu juga dengan Sean. Bahkan orang tua Reyhan pun juga datang memberi bantuan berupa furniture dan alat alat yang di butuhkan.


Walaupun sudah di tolak Elia,namun barang barang yang di butuhkan tetap di kirim oleh orang tua Reyhan. Yang pada akhirnya mau tak mau Elia menerima dengan terpaksa.


Sedangkan Reyhan sudah seperti orang yang tak punya pekerjaan, waktunya hanya di sibukan dengan memarkirkan mobil di depan sebrang klinik Elia berada, dan menatap Elia dari kejauhan. Elwas lah yang terkena imbasnya. Dia semakin di sibukan dengan pekerjaan, akibat tingkah Tuannya yang sudah jauh dari logika. Meninggalkan banyak pekerjaan hanya menatap seseorang dari kejauhan dan orang yang di lihat pun tidak mengetahui keberadaan nya.

__ADS_1


Reyhan tak lagi memperdulikan pekerjaan, jarang pulang ke apartemen, karena ia lebih sering tidur di mobil, di bawah apartemen Elia. Bahkan sekarang ini Paula jarang sekali bisa bertemu dengan Reyhan, karena dirinya diabaikan. Semua panggilan tak di jawab Reyhan, sedangkan pesan, tak ada satu pun yang di baca atau di balas. Untuk bertemu dengan Reyhan sangat sulit, karena Elwas tak memberitahukan keberadaan Reyhan saat Paula mendatangi kantor dan menanyakan keberadaan Reyhan.


Paula bahkan sering mendatangi apartemen Reyhan, namun tak pernah di buka karena Reyhan tak pernah pulang ke apartemen.


__ADS_2