Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 93 Menikah


__ADS_3

Elwas dapat melafalkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas. Setelah terdengar kata SAH dari luar, tak terasa air mata Mizka mengalir begitu saja yang langsung di hapus oleh ibunya. Sebenarnya ibunya juga tak kuasa menahan tangis haru, karena anak yang mereka rindukan kembali, tapi hari ini sudah diambil haknya oleh lelaki yang kini menjadi suaminya.


Ibu Mizka mencoba menenangkan Mizka yang masih saja mengeluarkan air mata. Setelah selesai memimpin membacakan doa, terdengar penghulu menyuruh membawa mempelai wanita kehadapan suaminya. Karena rasa penasaran yang memuncak ibunya Elwas segera memasuki ruangan ingin ikut menggandeng dan membawa Mizka keluar, namun di dalam kamar ia sangat terkejut, bahkan tidak mengenali Mizka, jika Mizka tidak bersuara. Karena pertemuan mereka yang hanya satu kali dan untuk kedua kalinya ia bertemu dengan wanita yang bermake up sangat cantik, juga sangat ramping.


" Benar aku Mizka bu. Apa ibu tidak mengenali suaraku juga bu, jika aku hanya berbohong? " ucap Mizka saat ibu Elwas masih tidak mempercayai jika di hadapan nya adalah menantunya.


Akhirnya ibunya Elwas pun ikut menangis melihat perubahan Mizka yang sangat berbeda itu. Pantas saja mereka menyembunyikan Mizka selama ini, pasti karena ingin memberikan kejutan seperti ini.


Dengan di dampingi Ibu juga ibu mertua nya, Mizka keluar setelah sudah berulang kali namanya di sebut oleh pembawa acara yang memimpin acara tersebut.


Dengan jantung berdegup kencang Elwas sangat was was, jika pada akhirnya sampai hari ini ia masih belum bisa bertemu dengan Mizka.


Terlihat dari jauh seseorang yang di apit oleh ibu juga ibu mertuanya, berjalan sangat anggun. Namun Elwas merasa panas karena ia nyakin jika itu bukan Mizka. Ia ingin marah karena merasa di bohongi selama ini. Setelah perjuangan nya dalam mempertahan kan cintanya pada akhirnya ia di bohongi oleh orang tua Mizka.


Dengan mata tajam, juga panas di dadanya ia ingin meluapkan kekesalan nya di depan mempelai wanita itu. Ia mengatakan jika kecantikan nya tak bisa melebihi kecantikan Mizka. Juga ia menyebutkan nama Mizka sebagai mempelai wanita, bukan wanita lain.


Setelah di hadapan Elwas, penghulu mengarahkan agar Mizka mencium tangan suaminya karena sekarang orang yang lebih berhak atas dirinya adalah suaminya. Sebab Ayahnya telah melimpahkan tanggung jawab nya pada Elwas.


Namun Elwas tidak mengulurkan tangan. Justru kedua tangan nya mengepal. Pandangan yang semula ia buang, kini ia hadapkan pada wanita di depan nya dan bersiap akan mengeluarkan semua perasaan nya.


" Walau pun kamu lebih cantik dari Mizka sekalipun, aku tidak tertarik dengan mu !! "


Semua orang yang berada di sana pun menatap heran pada Elwas. Bagaimana tidak, wanita yang sangat cantik bahkan membuat kaum hawa tak berkedip melihat kecantikan istrinya, tapi ia justru memakinya.

__ADS_1


" Nyakin kamu tidak akan tertarik dengan ku ?? " ucap Mizka yang sedari tadi menunduk karena malu, tapi setelah mendengar ucapan Elwas hatinya menjadi terharu, karena Elwas benar benar memilih dirinya walau di hadapkan dengan wanita yang lebih kurus juga cantik.


Elwas yang kini dapat melihat wajah Mizka seutuhnya dan tidak menunduk lagi merasa sangat terkejut, karena di hadapan nya bagaikan bertemu bidadari surga.


" Bagaimana dengan kejutan yang di persiapkan oleh orang tuaku?? Apa kamu menyukainya?? " ucap Mizka dengan mengedipkan satu matanya membuat semua yang hadir di sana saling bersuit suit ria. Karena baru kali ini melihat mempelai wanita yang justru menggoda.


Elwas menampar udara karena merasa bodoh tidak mengenal mempelai wanitanya. Ia sama sekali tidak menyangka jika orang tua memberikan kejutan yang benar benar membuatnya terkejut, bahkan sampai membuat jantungnya hampir keluar karena berpacu dengan sangat keras, juga membuat emosi yang membuncah. Namun ternyata semuanya salah, pada akhirnya Elwas minta maaf pada orang tua Mizka telah berburuk sangka padanya.


Acara demi acara terlewati, karena mereka hanya mengundang tetangga dekat juga sanak saudara saja, tidak membuat pesta besar. Pertama karena memang Mizka tidak mau, sayang jika uangnya di hambur hambur lebih baik di tabung untuk masa depan nya. Yang kedua karena memang kurang persiapan karena pihak Elwas sangat tidak sabar untuk segera melangsungkan akad nikah.


Kini kedua mempelai berdiri di tepi pintu untuk bersalaman pada semua hadirin yang akan berpamitan pulang. Elwas memperhatikan banyak Pria yang tidak bisa mengalihkan pandangan nya pada istrinya, membuatnya jadi panas.


Setelah semua pergi, Elwas duduk istirahat untuk minum. Elwas melihat istrinya sedang terlibat perbincangan hangat dengan ibu juga mertuanya.


" Kenapa?? " tanya adiknya, karena memang Elsa termasuk gadis yang jutek juga galak. Apalagi pada kakak nya.


Elwas memberikan satu kursi pada Elsa agar duduk di sampingnya. Setalah Elsa duduk, ia ikut meminum teh yang ia bawa.


" Bagaimana? Apa perlu kakak belikan kaca mata tebal, karena tidak bisa melihat kecantikan istriku yang sangat sexyyy !!! " ujar Elwas mengejek Elsa karena dari tempatnya duduk bisa terlihat tubuh Mizka yang memakai kebaya sangat pas di tubuhnya hingga terbentuk dada yang sempurna juga tubuh yang perfect.


Seketika Elsa tersedak dari minumnya membuat tubuh Elwas basah karena tersembur minuman adiknya.


Dengan rasa tidak bersalah Elsa terseyum lebar.

__ADS_1


" Iya aku akui kakak ku paling pandai memilih istri, aku kasih nilai sebelas jika tidakkkkk marah pada kuuuu " ucap Elsa lalu berlari menghampiri kakak iparnya mencari perlindungan. Sedangkan Elwas yang basah jadi gregetan dengan tingkah adiknya yang minta tolong pada istrinya.


" Elsaaaa.... Kenapa kamu harus ikut ke sini. Dasar pengacau !! " kata Elwas ingin mencubit adiknya


Namun terhalang oleh Mizka.


" Sudah jangan seperti anak kecil, itu tidak seperti Elwas yang aku kenal. Lagi pula kenapa baju juga jas mu basah seperti itu?? " tanya Mizka


" Kamu tanya saja pada gadis yang bersembunyi di belakang punggung mu itu. "


Mizka menatap Elsa, sedangkan Elsa yang di tatap hanya menujukan dua jari dan tersenyum semanis mungkin


" Peace....!! "


Mizka hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan dua bersaudara itu. Ternyata Elwas sangat hangat pada adiknya tapi dingin pada semua wanita, termasuk pada dirinya dulu.


" Sudahlah, ayo aku antar ke kamar ganti baju. Akan lengket jika sudah kering terkena air teh manis. " ucap Mizka membimbing Elwas ikut bersamanya, dengan senang hati Elwaa mengikuti Istrinya, tak lupa ia menoleh pada Elsa dan mengedipkan satu mata menggoda.


" Thank you...!! " bisiknya yang hanya bisa di dengar Elsa.


Sedangkan Elsa menatap jengah kakak nya yang sangat licik.


" Tadi saja... bilang kenapa harus ikut !! Giliran dapat aja, bilang Thak you. Dasar kakak Durhaka, ku sumpahin gak dapat jatah !!! " Elsa mengutuk kakak nya.

__ADS_1


__ADS_2