Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 72 Bodyguard


__ADS_3

Elia sudah rapi dengan kemeja tiga perempat dengan setelan rok pendek selutut. Elia meraih ponselnya melihat adakah pesan dari seseorang. Dan benar saja ia membaca pesan dari seseorang yang ia harapkan.


Aku tunggu di bawah sayang.


Isi pesan dari Reyhan, Elia hanya membacanya, namun belum membalasnya.


Semua sudah berkumpul di ruang makan hanya tinggal menunggu kedatangan Elia, untuk menyantap hidangan sarapan yang di siapkan Mizka dan Nihan.


" Hari ini kamu akan diantar sopir, mereka sudah menunggu di bawah. " kata Aldo memulai pembicaraan.


" Tidak perlu kak. Aku dan Mizka akan naik taxi. Lagi pula mobil kak Nihan sudah terparkir di klinik, jadi hanya berangkatnya saja yang naik taxi. " tolak Elia, walau sebenarnya ia juga penasaran dengan ucapan kakaknya yang mengatakan mereka. Memang berapa sopir yang akan mengantarnya ke klinik.


" Tidak bisa ! Mobil Nihan sudah berada di bengkel. Memang kamu menabrak apa sampai rusak seperti itu? " tanya Aldo


' Uhukkkkk ......'


Elia tersedak mendengar pertanyaan kakaknya, bagaimana tidak, mana mungkin Elia bercerita jika dia sudah menabrak mobil Reyhan.


" Pelan pelan Elia... ! " pinta Nihan menyodorkan air putih. Karena posisi duduk Nihan yang paling dekat dengan Elia.


" Lain kali hati hati jika sedang mengemudi. Untung bukan kamu yang terluka hanya mobilnya saja yang rusak. " kata Aldo masih santai menyuap makanan ke mulutnya.


Elia bisa bernafas lega karena Aldo tidak terlalu bertanya detail tentang kecelakaan nya.


Elia hanya bisa pasrah mengikuti perintah kakaknya untuk di antar sopir pilihan kakaknya. Elia membalaskan pesan pada Reyhan agar meninggalkan nya, agar tidak terlihat Aldo karena Elia akan diantar sopir pilihan Aldo.


Elia menatap jengah pada dua orang pria yang sedang berdiri samping mobil Alphard. Elia masuk begitu saja saat satu dari pria itu membukakan pintu untuknya.


" Pantas saja kak Aldo bilang mereka. Hanya untuk mengantar kerja saja harus menyewa dua sopir bukankah sangat berlebihan. " gerutu Elia sambil terpaksa masuk mobil.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan Elia manyun saja, setiap di ajak berbicara oleh Mizka hanya di jawab dengan deheman saja, membuat Mizka bungkam enggan bercerita karena tahu mood Elia sedang buruk.


Sampai di depan klinik Elia lebih terkejut lagi. Dia melihat empat pria memakai pakaian serba hitam berdiri tegak di sekitaran klinik.


Elia melihat laki laki itu satu per satu.


" Siapa kalian? Dan sedang apa kalian di sini? " tanya Elia. Mizka pun juga ikut bingung menatap banyak sekali pria yang berada di sekitaran klinik tersebut.


" Saya di suruh Tuan Aldo untuk memastikan keadaan anda aman Nona. " jawab salah satu laki laki yang berjaga di samping pintu.


" Oh my God. Aku bukan nya tapi bisa gila dengan tingkah kakak ku. " Elia ngedumel.


Padahal pagi ini Reyhan akan menemuinya. Mungkin sebentar lagi sampai. Elia segera membuka klinik dan masuk, ia ingin menghubungi Reyhan agar tidak menemuinya sekarang, karena banyak penjaga yang pasti akan menghajar Reyhan jika melihat Reyhan ke klinik.


" Kak, Kak Aldo menyewa banyak penjaga di klinik. Sebaiknya kakak tidak ke sini dulu hari ini. " kata Elia dari sambungan telepon.


" Tidak bisa Elia, luka ku ini tidak bisa sembuh jika kamu tidak merawatnya. " jawab Reyhan


" Aku tidak perduli. Aku akan membawa sepuluh bodyguard." jawab Reyhan tak mau kalah


Elia memijat pelipis kepalanya, ia pusing menghadapi suami juga Kakak nya yang sama sama keras kepala.


" Kak, bisakah kamu mengalah, jika kamu melawan kak Aldo, aku takut kak Aldo akan memisahkan kita dengan jarak yang lebih jauh lagi. " pinta Elia.


Elia mengingat jika masa pendidikan sma nya dulu tiba tiba di pindahkan ke Jerman oleh Aldo karena ketahuan diam diam pacaran dengan kakak kelasnya.


" Akan mencarimu sekalipun ke ujung dunia. Aku Reyhan Mandala tidak ada yang tidak bisa aku lakukan. " kata Reyhan lagi


' Terserah kau saja kak. Tapi aku akan lebih bahagia jika kakak mau menghormati keputusan kak Aldo. Dan melakukan pendekatan secara baik baik. bukan secara permusuhan. " jawab Elia

__ADS_1


" Baiklah. Aku akan menuruti keinginan mu Elia. Aku mengalah untuk mu sekarang. Tapi aku sangat merindukan mu sekarang. " kata Reyhan memelas


" Aku juga merindukanmu kak. " jawab Elia dengan memutuskan saluran telepon. Elia tidak ingin mendengar penuturan Reyhan lagi, karena itu hanya membuatnya juga semakin rindu pada pujaan hatinya.


Elia mencoba menghubungi Aldo, ia ingin protes dengan sikap Aldo yang sangat berlebihan.


" Kenapa Elia? " jawaban Aldo setelah menerima panggilan Elia


" Kak apa apaan ini? Apa maksud kakak menaruh banyak penjaga di sekitar klinik, Apa itu semua tidak berlebihan? Aku bahkan di jaga melebihi pejabat negara! " protes Elia


" Elia, tidak ada yang berlebihan untuk menjaga keselamatan mu. Aku sudah berjanji pada ibu, untuk selalu menjaga mu, melebihi nyawaku walaupun aku sudah berkeluarga. Aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Kejadian itu membuatku sangat menyesal, dan gagal menjaga mu sebagai seorang kakak. " jawab Aldo


" Tapi aku baik baik saja sekarang. Jadi bisakah kakak menyuruh mereka pergi. " pinta Elia


" Tidak. Aku tidak mau kamu dalam bahaya. Si brengsek itu mungkin akan kembali untuk menyakiti mu lagi. " kata Aldo


" Kak Aldo aku- "


Tut....tut....tut


" Halo kak Aldo ? Halo....halo ..... ah sial, kak Aldo mematikan ponselnya. " gerutu Elia sambil melihat ponselnya yang sudah tidak terhubung panggilan lagi dengan Aldo


" Ya Tuhan.....! Kenapa aku sudah seperti anak tk yang takut di culik oleh penjahat sampai harus di berikan bodyguard sebegitu banyak nya. " Elia melihat dari kaca yang melihat para lelaki itu berdiri siaga, tanpa ada yang bercanda.


" Ku pikir aku hanya mempunyai suami yang gila, ternyata kakak ku lebih gila lagi. dan lama lama aku pun juga bisa ikut gila !!! " omel Elia.


Elia paling tidak suka jika harus menjadi perhatian banyak orang hanya karena di kawal seperti pejabat negara, karena itu dia merasa sangat risi.


Elia menerima sebuah pesan jika Reyhan sudah menunggu nya di mall sebelahnya. Reyhan ingin agar Elia menyusulnya ke sana sekarang.

__ADS_1


Elia melihat jam di pergelangan tangan nya, baru menujukan pukul sembilan, Elia juga melihat sekeliling ruangan belum ada pelanggan yang datang. Mizka sedang merapikan produk produk kecantikan. Sedangkan para cleaning servis sedang menyapu juga mengepel. Karena sekarang Elia sudah memperkerjakan tiga cleaning servis di klinik tersebut


Elia membisikan sesuatu pada Mizka, jika dirinya akan ke mall sebelah, namun melarang Mizka memberitahukan pada siapapun. Mizka pun mengerti dan akan menutup nutupi jika ada yang menanyakan keberadaan Elia.


__ADS_2