Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 79 Kekhilafan


__ADS_3

Mizka menghapus air matanya, ia sudah berancang ancang akan berlari ke kamar saat ia berada di dekat pintu kamarnya.


Mizka mendorong tubuh Rabel sekuat tenaga, sampai terhuyung kebelakang. Kesempatan ini ia gunakan Mizka untuk berlari ke kamar lalu secepat nya menutup. Namun Rabel dengan segenap tenaganya masih bisa mendorong pintu yang akan di kunci Mizka. Mizka yang kewalahan mempertahan pintu akhirnya jatuh tersungkur ke lantai karena terpental dorongan pintu yang di dorong sekuat tenaga oleh Rabel.


" Kamu sengaja mengajak ku ke kamar...?? Bagus, aku juga tidak akan segan lagi padamu. Mari kita mulai, seberapa hebatnya permainan mu sampai bisa menarik banyak pengusaha kaya. " ucap Rabel dengan melepas kancingnya satu per satu, tak lupa ia sudah mengunci pintu kamar itu.


Mizka menggelengkan kepala nya, menandakan apa yang di tuduhkan Rabel tidaklah benar. Mizka sudah tidak bisa bersuara, seakan suaranya tertahan di tenggorokan sejak ia melihat Rabel di hadapan nya.


Rabel bahkan sudah melepas bajunya terekpos jelas dada bidang Rabel yang begitu kekar dan bersih. Mizka berusaha bangun dari jatuhnya dia akan berupaya mencoba menelpon Elwas dan memberi tahukan jika dirinya sedang dalam bahaya.


Terlihat jelas jika Mizka begitu ketakutan saat ini melihat Rabel. Rasa rindu yang ia pendam luntur sudah dengan penghinaan yang Rabel lontarkan tadi. Yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah pergi sejauh mungkin dari hadapan Rabel sesuai janjinya.

__ADS_1


Mizka mengambil ponselnya dan mencoba mencari nomor Elwas, namun Rabel segera merebut dan melemparkan ponsel itu ke dinding kamar itu sampai pecah tak berbentuk. Mizka tak percaya jika Rabel bisa sekasar itu terhadap dirinya.


" Jangan sok suci Mizka, bukan kah kamu sering melakukan nya. Tunjukan sisi liar mu seperti yang kamu tunjukan pada pria dalam video itu. Mungkin aku bisa mempertimbangkan hubungan kita jika kamu bisa memuaskan aku melebihi wanita wanita ku. " kata Rabel yang terus melecehkan Mizka.


Sakit hati Mizka saat ini, mendengar penuturan Rabel yang menyebutkan wanita wanitanya. Itu berarti tidak hanya satu yang sudah ia gagahi. Kini Mizka benar benar merasa jijik dengan Rabel atas semua perlakuan nya hari ini.


" Lepaskan aku Rabel, aku Mohon. Aku berjanji padamu, mulai saat ini aku tak akan muncul lagi di hadapanmu. Aku akan pergi sekarang juga dari negara ini. Aku mohon !! " pinta Mizka memohon dengan mengatupkan kedua tangan nya.


Mizka berusaha melepaskan dengan mendorong tubuh Rabel, namun seakan tak terasa bagi Rabel, ia meraih tengkuk Mizka dan mencium bibir itu dengan paksa, berbeda jauh dengan Rabel saat ia masih menjadi kekasihnya.


Mizka hanya bisa terus meneteskan air mata. Setiap tenaga yang ia keluarkan sudah tidak berarti lagi. Mizka hanya bisa menangis dan pasrah menerima sentuhan Rabel yang sangat kasar. Ia tak pernah menyangka jika Rabel memang sudah benar benr berubah. Sosok lelaki yang begitu penyayang, begitu menjaga hilang sudah dari bayangan nya. Rabel terus mencumbui tubuh Mizka bahkan merobek paksa pakaian yang Mizka gunakan. Dan sekarang ini Mizka di dorong di kasur, Rabel mengagahi Mizka begitu saja, karena keduanya sudah tidak ada satu helai benang pun yang menghalangi. Mizka hanya mampu membuang wajahnya merasakan secara keseluruhan yang begitu sakit. Tubuhnya, jiwanya, bahkan yang paling sakit adalah hatinya. Ia di perlakukan kasar oleh seseorang yang belum bisa ia lupakan cintanya.

__ADS_1


Mizka terus meneteskan air mata, bahkan meremas sprei dengan sangat kuat, saat ia merasakan sesuatu memasuki tubuhnya secara paksa, belum pernah ia rasakan rasa sakit yang sangat menyiksa seperti ini sebelumnya, Ia mulai merasa lemas dan pandangan nya berkunang kunang seolah kabur, akhirnya ia tak sadarkan diri.


Setelah mencapai pelepasan nya, Rabel melihat tubuh Mizka yang terkulai lemas, ia baru menyadari jika Mizka tak sadarkan diri. Rabel berusaha menepuk wajah Mizka, kini ia begitu panik dan ketakutan.


Rabel segera memakai pakaian nya kembali. Ia hanya membungkus tubuh Mizka dengan selimut yang menjadi alasnya tadi, karena begitu tergesa gesanya, Rabel tidak menyingkap selimut itu terlebih dahulu tadi. Rabel merogoh kunci apartemen nya, lalu membuka dia kembali mengambil tubuh Mizka, lalu menggotongnya masuk kedalam apartemen nya, lalu menutup rapat. Rabel melihat jam di pergelangan tangan nya baru menunjukan pukul dua siang, itu tandanya Elwas masih lama untuk pulang. Rabel kembali masuk ke apartemen Elwas mengambilkan pakaian Mizka dan mengambil pakaian yang telah ia sobek tadi bersamanya, bahkan Rabel juga mengambil ponsel Mizka yang rusah berserta serpihannya, tak lupa ia merusak seluruh cctv yang mengarah pada mereka tadi baik di dalam maupun di luar ruangan. Semua terlihat bersih tanpa meninggalkan jejak.


Rabel masuk kembali ke apartemen nya, ia mulai memakaikan pakaian untuk Mizka. Tak terasa air mata Rabel menetes deras mengingat perlakuan kasarnya tadi pada Mizka. Dan sekarang ia bingung, karena ia dapat merasakan jika ialah laki laki pertama yang menerobos paksa dinding kehormatan Mizka. Sebagai laki laki yang sudah berganti ganti, ia baru merasakan sekarang wanita yang berbeda dan dia adalah wanita yang sudah ia hina hina sebelumnya. Rabel melihat selimut yang menjadi saksi kesucian Mizka direnggut tadi. Karena selimut itu berwarna putih, jelas sekali terlihat jika itu adalah darah perawan milik mizka.


Karena Rabel seorang dokter, dapat mengerti jika Mizka saat ini sangat trauma, juga kekurangan cairan, sehingga Rabel menancabkan selang infus di tangan Mizka. Setelah terpasang Rabel duduk menjaga Mizka di sisi ranjang dan menciumi tangan Mizka yang sebelah kiri, yang tidak sedang di infus. Di belai rambut Mizka, Rabel sadar jika ia belum bisa melupakan Mizka. Begitu banyak kenangan yang mereka lalui. Mizka yang selalu bisa membuat hidup Rabel yang sepi menjadi rame. Hidup Rabel yang seakan hampa menjadi lebih berwarna, karena adanya sosok Mizka yang begitu ceroboh, supel dan pandai mencairkan suasana.


Rabel benar benar merasa kejadian ini adalah kekhilafan yang sangat menyakitkan. Ia masih tak habis pikir ternyata Mizka, orang yang hina hina ternyata masih gadis, tidak seperti yang ia pikirkan selama ini. Dalam benak Rabel masih tersimpan seribu pertanyaan. Bagaimana bisa ???

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2