Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 60 Sebuah Pesan


__ADS_3

" Mizka jawab jujur, apa Elwas pernah menyentuhmu? " Elia mengulang pertanyaan karena Mizka tak kunjung menjawab.


Mizka menggelengkan kepalanya, Elia baru bisa bernafas tenang saat melihat jawaban dari Mizka.


" Mizka, jadilah wanita yang bisa menghargai dirimu sendiri. Seorang pria akan menganggap wanita itu berharga jika dia tidak terlalu mengumbarkan diri pada siapa saja. Bukan aku melarangmu mempunyai hubungan dengan Elwas, atau dengan siapa pun itu. Tapi hanya satu pesanku, jaga dirimu dan jaga kehormatan mu sebagai wanita. " kata Elia memperingati


Mizka memeluk erat Elia, dia merasa sangat bersyukur jika masih ada yang menyayanginya dan mengingatkan dirinya agar tidak sembrono.


" Terima kasih El, kamu sangat baik padaku. Kamu sudah membawaku dalam hal kebaikan. " kata Mizka di sela tangisnya.


" Maafkan aku Mizka, jika kamu sakit hati dengan perkataan ku. Tapi sungguh aku tidak ingin kamu merasakan sakit seperti yang aku rasakan. Sebuah cinta yang sudah terjalin, namun mendapat sebuah penghianatan itu rasanya sangat sakit. " kata Elia


" Kamu benar Elia. Aku tidak pernah sakit hati dengan ucapanmu. " jawab Mizka.


Keduanya melanjutkan makan malam, Elia meraih ponselnya yang berbunyi, Elia melihat notifikasi pesan singkat. Yang ternyata dari Reyhan.


' Ini Nomor rekeningku nona. Aku tunggu Etikat baik Anda sampai pukul dua belas malam ini. Terima kasih '


Elia membaca pesan dari Reyhan. Elia menutup matanya, kepalanya terasa berdenyut kembali. Pusing, marah, takut, juga malu kini ia rasakan jadi satu.


" Kenapa El ? " tanya Mizka hati hati.


Mizka dapat melihat kegelisahan dari raut wajah Elia. Mizka berfikir ini pasti ada hubungannya dengan Reyhan.


Elia memberikan ponselnya agar Mizka membaca sendiri pesan dari Reyhan. Untuk saat ini ia malas untuk berbicara.


Mizka membaca dengan seksama apa yang tertera di ponsel. Dia pun ikut menutup mulutnya tak percaya dengan perlakuan Reyhan.

__ADS_1


" Dasar Mantan Suami kejam. Ini sudah jam berapa, masih menggertak seorang wanita. " Mizka ikut emosi dengan Reyhan saat ini.


Elia memijat pelipis kepalanya yang terasa sangat pusing.


" Elia, kenapa kamu tidak pinjam pada Kak Aldo saja? " kata Mizka


" Tidak Mizka.Aku sudah banyak merepotkan dia. Kak Aldo juga punya tanggung jawab anak istri. Mobilnya saja sudah aku pakai, bahkan sekarang juga rusak. " jawab Elia


" Apa kamu sudah mencoba memimjam pada dokter tampan? " tanya Mizka


Elia menatap Mizka, tanpa menjawab.


" Maksudku Sean. " kata Mizka memperjelas maksud katanya.


" Tidak Mizka, aku juga tidak ingin terlalu dekat dengan Sean. Aku takut jika aku meminjam dia, akan di salah artikan jika aku memberi harapan untuknya lagi. Aku bukan tipe wanita yang hanya mengambil keuntungan saja. Lagi pula aku tidak ingin ada hubungan dekat lagi dengan Sean. " kata Mizka


" Apa teman doktermu tidak ada yang kaya Elia. Bukankah seharusnya seorang dokter orang yang tajir. Kamu bisa meminjam dulu, nanti kedepannya aku tak perlu di gaji saja Elia. Untuk mencicil hutangmu. " kata Mizka


Elia menatap Mizka, tak terasa airmatanya menetes. Ia beruntung masoh ada orang yang perduli padanya.


Elia merenung, mencerna ucapan Mizka. Mengingat ingat teman dekatnya yang punya banyak uang.


*


*


*

__ADS_1


Semenjak kejadian tadi siang, senyum Reyhan tak berhenti mengembang. Di kantor pun Reyhan selalu bersikap ramah pada semua staf nya.


Bahkan ia menyuruh Elwas untuk mendatangai ruang informasi untuk memutarkan sebuah lagu di kantor.


Reyhan menyuruh Elwas untuk memutarkan lagu Mirror single dari Justin Timberlake.


Sedangkan Elwas hanya mengerutkan keningnya,bagaimana tidak lagu itu bahkan sudah hampir menjadi lagu lawas.


" Apa kamu tuli Elwas, aku tahu kamu sedang mengejekku karena lagu lama. Tapi aku sangat menyukai maksud lagu itu. Elia adalah cerminan diriku. Aku tak akan bisa beranjak jika tanpa dia. Dan sebentar lagi kita akan pergi bersama sama saling bergandeng tangan. Pergi kemana pun Elia inginkan. " jawab Reyhan sambil membayangkan Elia mengenggam tangannya dan terseyum berjalan beriringan dengan nya.


Akhirnya Elwas menuruti apa yang Reyhan ingin kan. Di sepanjang hari ini telinga dari staff MANDALA group harus merasakan panas, hanya karena mendengarkan lagu Justin Timberlake yang di putar berulang ulang. Memang semula semua karyawan sangat senang. Namun saat yang di putar sepanjang waktu hanya lagu itu, membuat para Karyawan jengkel sendiri.


Hari ini Reyhan sengaja tidak menyempatkan diri melihat Elia dari sebrang jalan. Dia langsung pulang ke Apartemen milik nya. Di sepanjang waktu ia terus melamunkan tentang kebahagiaan bersama Elia. Walaupun tidak makan, perut Reyhan serasa kenyang.


Sampai pukul sepuluh malam Reyhan mengirim sebuah pesan singkat pada Elia, memberikan nomor rekeningnya dan mengingatkan jika batas maksimal waktunya adalah pukul dua belas malam ini.


Reyhan kembali tersenyum setelah berhasil mengirimkan pesan pada Elia. Reyhan dapat mengerti jika sekarang ini Elia pasti sedang gelisah, karena uang empat ratus juta akan sulit di dapat. Dan Reyhan dapat mengetahui Jika Elia tidak akan berani meminta pada Aldo, karena Reyhan tahu Elia bukan tipe wanita yang suka merepotkan orang lain.


Sedangkan jika pinjam Sean, pasti Sean pun tidak akan punya uang sebanyak itu. Karena Reyhan mendapat informasi jika Sean baru saja membeli sebuah apartemen dan juga mobil sport baru. Jadi pasti Sean juga sedang tidak ada tabungan. Karena di lihat dari pekerjaan nya Sean hanya seorang dokter, tak ada kerja sampingan seperti diri nya yang mempunyai banyak lubang penghasilan.


Reyhan sekarang ini sedang menantikan waktu, sesekali ia melihat jam, ia sudah tidak sabar menunggu pukul dua belas malam. Karena itu tandanya batas waktu maksimal yang ia tentukan sudah sampai.


Di lihat kembali ponselnya, jika Elia mengirimkan pesan untuknya. Namun masih kosong. Belum ada notifikasi satu pun dari Elia. Hanya banyak notifikasi pesan juga panggilan dari Paula yang sudah berulang kali di hapus namun tumbuh banyak lagi di beranda ponselnya


Sebenarnya Reyhan ingin memblokir nomor Paula, namun ia tidak mau di katakan lelaki yang tak berperasaan. Karena sudah membuat hidup Paula menjadi berantakan dan saat butuh teman justru malah meninggalkan nya. Tapi jika di respon Paula jiga semakin tak tahu diri. Maka dari itu Reyhan memilih mengacuhkan semua pesan dan panggilannya. Bahkan langsung menghapus pesan dan panggilannya tanpa membaca terlebih dahulu.


Reyhan kembali melihat ponselnya yang berbunyi. Ia sangat berharap jika pesan itu dari Elia. Harapan Reyhan adalah Elia memohon pada Reyhan batas waktunya di perpanjang, atau meminta syarat yang lain untuk ganti rugi kerusakan mobilnya.

__ADS_1


Reyhan membuka sebuah pesan dari ponselnya. Ia mulai melihat pesan dari siapa gerangan.


__ADS_2