Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 69 Masa Lalu 2


__ADS_3

Elia diam menunduk, sedangkan Reyhan duduk di lantai bersandar sofa yang di duduki Elia.


" Aku mengira jika Sean hanya sengaja bertunangan dengan mu agar bisa mendapatkan tubuhmu. Karena Sean sering sekali berada di apartemen ini. Karena alasan ini aku melanjutkan mengejar Nihan, karena kebetulan kamu memberikan nomor ponsel Nihan padaku. Aku tak mengerti kenapa aku masih saja memikirkan tentang kamu. Sampai untuk melupakan mu, aku harus bekerja siang malam agar aku bisa menepis wajahmu dari ingatan ku. Aku sengaja akan langsung melamar Nihan, karena tidak ingin kecewa untuk kedua kalinya. Pagi itu tepat tanggal dua puluh tiga pula aku mendatangi rumah sakit mu. Aku sengaja untuk menemui Nihan, tapi aku justru bertemu dengan mu lagi. Rasa yang telah susah payah aku singkirkan, harus hadir kembali karena kamu yang selalu bersikap ceria dan penuh canda. Aku sengaja menunggu di luar karena kamu menemani ku dengan setia di sana. Dan sebuah pemandangan yang tak terduga adalah ternyata Nihan datang bersama Aldo. Aku masih mentolerir dan tetap akan melamarnya. Namun ternyata apa yang aku bayangkan selalu tidak seperti dengan kenyataan. Nihan pun menolak ku hanya karena dia lebih memilih Aldo, Nihan mengatakan jika dirinya sudah di miliki oleh Aldo seutuhnya, membuatku tak terima. Saat itu bukan karena aku cemburu, tapi sebuah rasa jika seorang Reyhan adalah yang nomor satu, tidak ada yang bisa menandinginya dalam hal apa pun. Tapi kenapa aku harus tersisihkan oleh Aldo. Aku merasa terkalahkan oleh Aldo. Rasa terkalahkan itulah yang membuatku sangat membenci Aldo. Dan aku baru tahu jika ternyata kamu adalah adik kandung Aldo. Aku menepis semua rasa suka untukmu dengan sebuah kebencian. Kamu yang memohon padaku atas nama Aldo saat itu membuatku bertambah panas, setiap mendengar namanya. Hingga tanpa sadar aku menyeretmu sampai apartemen ini. Semula aku memang tidak ingin melakukan hal terlarang itu, namun entah karena Pelampiasan atau sebuah rasa cinta yang tidak bisa aku tepis, mendorongku untuk membuktikan kesucian mu. Jika seandainya kamu tidak suci Elia, mungkin aku sudah tidak percaya pada wanita. Karena semua wanita dengan mudahnya melakukan hal itu dengan tanpa beban dan dosa. Namun ternyata aku salah, akulah orang pertama yang menyentuhmu Elia, apa yang aku pikirkan tentang dirimu semuanya terjawab sudah. Kamu adalah wanita yang menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan. Namun setiap aku mengingat Aldo kembali, rasa cintaku harus tertutup kembali, dengan sebuah kebencian. Aku sengaja menargetkan dirimu untuk menyakiti hati Aldo, aku sengaja menempelkan fotomu di samping foto Aldo, agar aku bisa ikut membencimu dan menepis rasa cinta ini. Dulu Aku tidak ingin tertandingi, dan ingin kembali menghancurkan Aldo dengan merusak rumah tangganya. Bukan karena aku masih mencintai Nihan. Tapi karena sebuah rasa puas jika melihat Aldo terpuruk. Dan lagi lagi rencana ku harus gagal karena kamu menyetujui pergi ke Jerman. Sebenarnya aku masih berupaya untuk kembali ke Indonesia. Karena masih ada rasa mengganjal, jika tidak berhasil melumpuhkan lawan. Namun dengan bergilirnya waktu, semua kebaikanmu, ketulusan mu, semangatmu, membuatku melupakan rasa iri itu. Di Jerman, aku tulus mencintaimu Elia, apa yang aku tunjukan adalah murni dari perasaan ku untuk mu. Aku melupakan rasa tersaingi itu dengan adanya kehadiran mu. Aku serius ingin hidup bahagia dengan mu, aku ingin kamu melahirkan benih cinta kita dari perutmu Elia. " Reyhan terus berbicara tak ia hiraukan air matanya ikut menetes mengingat rasa cinta pada Elia yang terlalu dalam.


Elia mampu membuat Reyhan yang sangat gila kerja menjadi cinta keluarga. Elia adalah satu satunya wanita yang bisa menyentuh hati Reyhan, entah karena takdir Tuhan yang mempertemukan atau memang garis jodoh yang menghubungkan. Sejauh apa pun Reyhan menghindar, ia masih bisa bertemu dengan Elia, dan sekuat apa pun Reyhan menepis rasa cintanya pada Elia dengan kebencian, masih bisa runtuh seketika hanya dengan melihat senyum manis dari Elia.


" Ruangan ini tidak ada satu pun yang mengetahuinya Elia. Dan foto itu tertempel, jauh sebelum kita pulang dari Jerman. Foto itu terpasang setelah kamu keluar dari apartemen ini. Aku sengaja ingin menepis rasa cintaku terhadap mu. Aku ingin membohongi diriku jika aku tidak mencintaimu. Tapi ternyata aku salah, aku tidak bisa melakukan nya Elia. Aku tidak bisa jika kamu di miliki oleh laki laki lain. Sebuah rasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya pada wanita lain. " ucap Reyhan dengan menunduk.

__ADS_1


Reyhan sengaja mengutarakan isi hatinya, karena ia sudah tidak tahu lagi harus menjelaskan dengan cara bagaimana agar Elia kembali padanya seperti dulu. Setidaknya biarkan Elia tahu perasaan Reyhan pada Elia sudah sejak dulu ia pendam.


Reyhan menatap Elia yang juga sedang menunduk. Kedua manik mata keduanya saling bertemu, sungguh Reyhan sangat menginginkan Elia saat ini. Namun ia tidak ingin memaksakan, karena tidak ingin Elia membenci nya semakin dalam.


Reyhan beranjak bangun dan berdiri, ia memilih pergi meninggalkan Elia sendiri.


" Lalu bagaimana perasaan kakak pada Paula? " tanya Elia saat Reyhan sampai di pintu ruangan itu untuk keluar.

__ADS_1


" Aku bertemu dengan Paula, karena sebuah bisnis. Dia menjadi brand ambassador perusahaan ayahku. Karena aku yang memegang tender itu, mau tak mau aku sering bertemu dengan nya. Dia selalu memberikan perhatian untuk ku, mulai memberiku hadiah jika dia baru saja kembali dari luar negeri, membawakan makan siang saat diadakan pertemuan rapat. Dia selalu mengirimkan pesan untuk ku. Namun semua itu tidak aku tanggapi. Semua perhatian itu aku berikan pada Elwas, mulai jam tangan, makan siang dan lain lain Elwas lah yang menggunakan nya. Sampai saat aku pernah ingin memberinya harapan karena kasian terus mengejarku. Hatiku yang kala itu masih kosong belum memiliki rasa cinta yang lebih pada wanita, membuatku ingin memberinya satu kesempatan. Kami membuat janji untuk bertemu di sebuah hotel. " kata Reyhan


" Di sebuah hotel, untuk pertemuan pertama?? " kata Elia yang bertanya namun seolah meremehkan


" Ya di sebuah hotel, Paula yang menentukan tempatnya. " jawab Reyhan


Ada sedikit panas di dada menyerang Elia, pikiran kotor segera terlintas di benak nya saat ini. Tapi Elia masih setia mendengarkan cerita Reyhan. Karena ia ingin tahu kejujuran apa yang di ucapkan Reyhan. Walaupun Elia sudah mendengar cerita ini dari Ibu Reyhan sebelumnya, namun ia ingin mendengarkan penjelasan Reyhan, dan membandingkan, siapa yang salah dalam hal ini.

__ADS_1


Bersambung.......


Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian di kolom di bawah ini ya🥰🥰🥰 Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2