Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 78 Bertemu Kembali


__ADS_3

hari terus bergulir, pekerjaan Elwas menggantikan Reyhan sangatlah banyak. Kadang ia harus lembur agar mempercepat pekerjaan di sana. Karena banyak pekerjaaan membuat Elwas jarang bertemu dengan Mizka, bahkan janjinya untuk menganjak Mizka jalan jalan hanya sebatas ilusi.


Mizka yang jarang sekali bertemu Elwas, sangat kesepian. Elwas selalu berangkat pagi, dan tengah malam baru pulang. Kadang Mizka berpikir jika Elwas sedang menghindarinya. Ia seolah hidup sendiri di negara orang.


Seperti siang ini,Mizka hanya melamun di balkon. Ia merenungi hidupnya yang selalu saja sendiri semenjak berpisah dengan Rabel.


Ting tung......


Sebuah bunyi bel terdengar sampai ke dalam kamar. Mizka berpikir jika itu adalah makanan online yang di pesankan oleh Elwas untuknya. Benar saja sebuah pengantar makanan berdiri di depan pintu. Mizka pun menerima dan mengucapkan terima kasih, karena sudah di bayar Elwas ia tidak perlu mengeluarkan uang.


Mizka melihat pizza dalam box itu, ia tersenyum dan seakan air liurnya mau menetes. Sesaat kemudian pandangan Mizka tertuju pada pintu di apartemen depan nya yang terbuka, mungkin penghuninya akan keluar.


Sesaat Mizka masih tersenyum, namun di detik berikutnya senyum itu hilang bersamaan dengan jatuhnya pizza dari tangannya. Dengan segera ia mengambil pizza di lantai, ia menoleh ke petugas pengantar makanan apakah masih di sana, ternyata sudah tidak ada. Sesegera mungkin Mizka akan kembali bangun dari berjongkok nya, namun sebuah sepatu pria yang mengkilap sudah berada di hadapan nya, menandakan jika yang punya sedang berdiri di hadapan nya.


Jantung Mizka berdegup kencang, ia tak berani menatap pria itu. setelah berdiri ia segera masuk dan akan menutup pintu, namun pintu itu sudah di halangi oleh pria itu. Bagaimana pun usaha Mizka berupaya mendorong pintu itu, namun tenaga pria itu jauh lebih bertenaga. Membuat Mizka kewalahan dan pria itu bisa masuk.


" Kenapa kamu berubah begitu murahan seperti ini Mizka. Berapa yang harus aku bayarkan agar bisa memelihara mu? Hanya untuk menopang hidup, dan juga makan enak kamu bahkan rela menjual tubuh mu. "

__ADS_1


Mizka meneteskan air mata mendengar penuturan pria di hadapan nya. Dia terus berjalan mundur, sambil mencari celah saat orang di hadapan nya itu lengah, ia akan berlari ke kamar dan menguncinya lalu menghubungi Elwas.


" Apa memang kamu begitu haus dengan kehangatan para lelaki, sampai kamu sudah berganti pria lagi Mizka. Atau kamu sengaja memamerkan padaku jika kamu sudah bahagia dengan kehidupan mu, lalu kamu sampai menyusulku kemari, saat tahu keberadaan ku di sini. Bukankah kamu sudah berjanji padaku dulu, tidak akan mencari atau mengejarku lagi. "


" Aku tahu, kamu bukan untuk mengejarku ! Tapi untuk memamerkan padaku bukan? Jika kamu sekarang di pelihara laki laki kaya, laki laki mapan? " ucap Pria itu lagi.


Mizka mengingat kembali kenangan perjumpaan terakhirnya dengan Rabel. Saat itu Mizka mendatangi fakultas Rabel, karena memang sudah kesepakan jika mereka akan berbeda fakultas. Rabel lah yang menanggung biaya Mizka untuk melanjutkan pendidikan di dunia farmasi, agar nanti jika mereka sudah berumah tangga, Mizka lah yang mengatur semua administrasi beserta obatnya, sedang Rabel bertugas memeriksa dan mendiagnosa saja Dan mereka akan mendirikan klinik bersama.


Namun sayang kisah cinta mereka membuat iri Mia saat itu, hingga ia menjebak Mizka dan memisahkan keduanya. Padahal Mia adalah sahabat dekat dari Mizka.


Mizka masih berusaha menjelaskan jika ia hanya di jebak oleh seseorang, ia tidak pernah sekalipun menduakan Rabel. Mizka yang saat itu memang merasa sudah tidak pantas lagi untuk Rabel, memang sudah siap untuk menerima apa pun keputusan yang di berikan Rabel nanti, setidaknya ia sudah berusaha menjelaskan jika memang ia bukan wanita murahan yang bisa berbuat hal semacam itu di belakang Rabel. Tapi sayang rasa kecewa Rabel sudah benar benar pada titik akhir. Rabel sama sekali tak menjawab apa pun alasan Mizka waktu itu, bahkan ia pergi melewati Mizka begitu saja, meninggalkan Mizka yang berderaian air mata.


Rabel tetap berjalan seolah tidak mendengar apa yang diucapkan Mizka. Karena cinta yang begitu dalam Mizka dengan tak tahu malunya memeluk kaki Rabel agar di maafkan, karena rasanya tidak adil jika harus berpisah karena ini semua bukan atas kesadaran nya.


" Rabel, aku mohon maafkan aku. Jangan acuhkan aku seperti ini. "


Tapi Rabel justru melepaskan tangan Mizka.

__ADS_1


" Menjijikan. " hanya kata itu yang keluar dari mulut Rabel saat itu.


Mizka menangis, mendengar kata kata menyakitkan dari orang yang paling berarti di hidupnya.


" Baiklah Rabel, Aku sudah tahu keputusan mu. Aku menghormatinya, aku memang tidak pantas untukmu lagi, dengan ini aku berjanji aku tidak akan muncul lagi di hadapanmu, aku akan berhenti mengejar cintamu. Maafkan aku jika sudah membuatmu jijik padaku. Terima kasih atas penghinaan mu Rabel, karena aku memang pantas mendapatkan nya. " Bibir Mizka ikut bergetar saat berbicara, air matanya begitu deras mengalir, ia tak memperdulikan semua mahasiswa kedokteran memandang rendah dirinya. Bahkan karena kejadian ini, Mizka di Do dari kampus karena sudah mencoreng nama baik kampus karena tersebar gosip jika dirinya menjadi wanita penghibur.


Mizka tersadar kembali dari lamunan nya menatap Rabel dengan air mata yang terus membanjiri wajahnya.


Ya.... bagi yang menebak dia adalah Rabel, kamu adalah pemenangnya. Karena saat ini yang berdiri di hadapan Mizka adalah Rabel. Dia terus mengintimidasi Mizka. Sejak Rabel tak sengaja melihat Mizka dan Elwas di bandara ia masih tergerak untuk mengikuti Mizka sampai di apartemen, bahkan sampai di depan kamar Apartemen Mizka dan Elwas saat itu tanpa mereka sadari.


Rabel yang baru saja menghadiri seminar di Singapura, ia baru saja kembali dari sana. Saat itu Rabel menunggu koper nya di putaran tempat pengambilan koper, namun siapa sangka Elwas dan Mizka juga berada di sana menunggu koper berputar sampai di hadapan nya. Memang saat itu Mizka yang begitu ketakutan berada di Jerman, begitu tidak melihat sekeliling, bahkan ia dibilang syok saat menyadari jika dirinya sudah menginjakan kaki di negeri Jerman, sampai Mizka tidak menyadari jika sedari tadi ia diperhatikan oleh Rabel. Sedangkan Rabel, setelah melihat Mizka pandangan nya tak bisa berhenti menatapnya. Jiwanya yang begitu santai, bahkan jauh dari emosi, kini hadir kembali emosi itu, saat melihat Mizka di pegang erat oleh Elwas. Terlihat jelas tatapan penuh cinta dari Elwas membuat panas. Entah karena masih cemburu, atau rasa benci melihat Mizka yang sudah bahagia dengan pria lain, bukan dengan dirinya.


Bersambung......


Terima kasih buat para Reader setiaku, aku ucapkan banyak terima kasih yang tak ternilai, bagi yang memberikan vote baru nya untuk karya recehanku minggu ini❤️❤️❤️


**Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa like dan Gift. Jika minggu ini tembus sepuluh vote, Shanyu janji lagi akan up sampai lima bab....Love you 😘😘😘**


__ADS_2