Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan

Mengejar Cinta Yang Ditinggalkan
Bab. 86 Kecewa


__ADS_3

Elwas kembali meneruskan ceritanya.


" Karena aku yang tak pernah tersentuh alkohol, walau meminum sedikit saja membuatku pusing. Aku berfikir tidak mungkin aku pulang dalam keadaan mabuk. Karena kepalaku yang terasa berat, aku nyakin jika tidak bisa menyetir mobil sendiri. Kemudian aku memutuskan untuk menyewa sebuah kamar untuk istirahat sejenak sampai pusing di kepala ku sedikit berkurang. Aku memesan salah satu kamar di hotel tersebut, namun naas aku yang memandang sesuatu agak kabur, terlihat samar samar jika nomor yang aku lihat adalah sesuai dengan kunci yang aku pegang. Karena pada dasarnya pintu itu tidak di kunci, aku yang membuka asal bisa langsung terbuka. Aku masuk begitu saja, karena memang tidak ada orang di sana. Aku membaringkan tubuhku sejenak, di nakas aku melihat ada minuman jus, aku berpikir jika itu memang di sediakan oleh pihak hotel sebagai service. Tanpa berpikir panjang aku meminum jus tersebut. Setelah beberapa saat aku merasakan sesuatu keanehan dalam diri ku. Aku mulai berhalusinasi, dan merasakan gairah lelaki ku mulai menguasai, aku merasa itu adalah pengaruh dari minuman yang aku minum. Tak berselang lama ternyata ada wanita yang keluar dari kamar mandi dia hanya memakai lingerie tanpa memakai sesuatu lain. Sehingga nampak jelas apa yang ia punya di depan mataku. Jika seandainya aku dalam keadaan sadar aku pasti pergi dari tempat itu segera. Namun entah setan apa yang merasuki pikiran ku, membuatku melakukan hal kotor bersama wanita itu. Aku sendiri tidak ingat adakah penolakan dari wanita itu atau tidak. Yang jelas saat aku sadar, aku melihat wanita itu menatapku dengan tatapan kebencian. Saat itu aku sangat menyesal Mizka, aku bahkan akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Aku memohon padanya agar mau menikah dengan ku saat itu. Namun wanita itu justru menghinaku, ia mengatakan jika aku tak pantas untuknya. "


" Aku tetap menerima penghinaan nya, bagaimana pun, aku sudah bersalah dalam hal ini. Karena kelalaian ku aku bisa membuat hancur hidup seorang wanita. Aku berjanji padanya jika aku bisa memberikan hidup yang layak, dan akan membuka hati untuknya. Tapi wanita itu justru menyuruhku agar cepat pergi dari kamar itu, ia memintaku sejumlah uang untuk kompensasi, dia mengatakan uang itu akan ia gunakan untuk menggugurkan kandungan nya jika ia hamil, dia dengan sangat marah mengusirku Mizka. Dia menyuruhku untuk merahasiakan ini semua dari Tuan Reyhan, dan menganggap kejadian itu tidak pernah terjadi. " Elwas menatap Mizka yang menunduk, ia tahu saat ini Mizka pasti kecewa dengan sikapnya atau bahkan ia pasti jijik dengan perbuatanya.


" Apa alasan wanita itu menyuruhmu menyembunyikan semua itu dari Tuan Reyhan? " tanya Mizka


" Karena dia mencintai Tuan Reyhan, dia sangat tidak mengharapkan pertanggung jawaban dari ku. Aku sudah berkali kali meminta nya untuk menikah dengan ku saja, Tapi ia justru semakin marah, ia menghinaku jika aku tidak sepadan dengan orang yang ia cintai. "


Mizka bergidik membayangkan betapa bodoh wanita itu, mendapat pertanggung jawaban dari lelaki yang belum tentu laki laki lain lakukan.

__ADS_1


" Apa gadis itu Paula?? " Mizka mulai menebak siapa gadis yang Elwas tiduri, karena selama ia hidup dengan Elia, hanya Paula yang sering Elia ceritakan jika wanita itu mengejar cinta Reyhan, bahkan sampai menyakiti dan membuat hubungan keduanya retak.


Elwas menatap manik mata Mizka, ia takut jika ia mengatakan iya, ia akan membenci Elwas. Membuat keduanya terdiam karena Elwas enggan menjawab.


" Elwassss ??? " tanya Mizka pelan


" Iya. " Akhirnya Elwas mengakui jika wanita itu adalah Paula, satu wanita yang sudah membuang waktunya selama ini. Satu wanita yang sudah berani menolak, menghina bahkan merendahkan harga dirinya.


" Maaf Elwas, jika seandainya wanita itu bukan Paula mungkin aku bisa terima. Dan aku bisa menerima ini semua. Tapi wanita itu adalah Paula. Wanita yang sudah membuat hidup orang terdekatku tersakiti, yang membuat orang terdekatku sakit. Tapi kamu diam saja menutupi semua keburukan nya di depan Reyhan. Kamu seolah membiarkan Tuan Reyhan dan Elia berpisah. Aku kecewa padamu Elwas. Aku kecewa kenapa kamu diam saja saat kedua hati itu tersakiti, padahal jelas jelas Tuan Reyhan sudah memberimu kehidupan yang layak. " Mizka melepaskan tangan Elwas dan pergi meninggalkan kamar itu.


Elwas kembali menarik tubuh Mizka agar tidak pergi.

__ADS_1


" Aku terpaksa Mizka, Karena aku sudah berjanji. Sebagai penebus kesalahan ku, yang ku anggap adalah kesalahan besar. Aku terpaksa melakukan ini, karena aku juga bingung harus menjelaskan bagaimana. " Elwas mulai berbicara cepat agar Mizka mendengarkan sebelum ia memaksa pergi.


" Janji?? Elwas kamu bahkan membiarkan orang yang sudah memberimu kehidupan nyaman tersiksa di sini, dan kamu hanya mengatakan hanya karena sebuah janji yang harus kamu tepati. Sekarang aku bertanya satu hal dengan mu. Jika seandainya, Kita menikah dan Paula kembali hadir memohon padamu, dia baru menyadari jika kamu adalah lelaki yang baik untuknya, dia mau menikah dengan mu, dan dia mengungkit janjimu akan menikahinya. Lalu apa kamu akan meninggalkan aku untuk menepati janjimu?? Atau kamu akan menyandingkan aku dengan nya sebagi istri kedua?? Jawab Elwas?? Jangan hanya diam. " kata Mizka menunggu sebuah jawaban dari Elwas


Mizka benar benar kecewa dengan sebuah pengungkapan Elwas, Hanya karena sebuah janji pada Paula, ia membiarkan Elia dan Reyhan harus menanggung dosanya. Yang Mizka sesalkan adalah kenapa Elwas tidak memberitahukan rencana Paula yang akan menjebak Reyhan saat itu. Jika seandainya Elwas menceritakan, mungkin keadaan akan berbeda. Reyhan tidak akan ada rasa bersalah pada Paula, yang menyebabkan kesalah pahaman antara Reyhan dan Elia.


" Mizka aku tahu aku bodoh. Aku tahu aku sudah membuatmu kecewa, tapi saat itu aku juga serba salah. Aku hidup dalam tekanan dan rasa bersalah. Paula selalu mengancamku akan memasukan ku ke penjara dengan kasus pelecehan. Aku memikirkan keluargaku Mizka. " kata Elwas


" Jadi kamu mencari aman dengan mengorbankan orang lain. Jadi kamu bisa diam saja melihat Reyhan, Elia bahkan semua terluka. Aku kecewa Elwas, aku kecewa dengan sikapmu. " kata Mizka menarik paksa tangan nya dari genggaman tangan Elwas.


Mizka sangat tidak menyangka jika hubungan ini akan serumit ini. Ia tidak menyangka jika semua permasalahan ini berawal dari sebuah rahasia Elwas yang ia jaga dan ia tutupi.

__ADS_1


__ADS_2