
❤️❤️❤️❤️ #Selamat Menunaikan ibadah Puasa bagi yang Menjalankan #❤️❤️❤️❤️
Elia meraih mangkuk bubur itu dari tangan Reyhan, namun Reyhan menjauhkan dari jangkauan Elia. Reyhan ingin menyuapkan langsung bubur yang ia siapkan.
" Sudahlah Tuan, saya tak punya waktu untuk bermain main dengan anda. Saya makan sendiri, atau tidak sama sekali !" ketus Elia, untuk menutupi perasaan malu juga canggungnya.
Elia beranjak bangun namun Reyhan menarik kembali, agar duduk kembali di kursi.
" Duduk dan makanlah. " kata Reyhan akhirnya mengalah tidak menyuapkan bubur pada Elia. Karena ia tidak mau Elia justru semakin marah.
Elia memakan bubur Reyhan, namun baru satu suapan Elia merasa bubur itu rasanya sangat aneh.
" Apa Anda ingin meracuni ku??? " kata Elia sambil menelan paksa bubur tersebut, karena audah terlanjur masuk di kerongkongannya.
Reyhan tak mengerti dengan maksud kata kata Elia. Akhirnya Elia menyuapkan bubur itu spontan pada Reyhan dengan sendok yang sama. Reyhan menatap sendok makan itu, Elia yang mengerti pun menurunkan sendok itu lagi. Karena tidak maksud Elia menyuapkan sesuatu dengan sendok yang sama dengan nya.
Reyhan menahan tangan Elia, agar tetap menyuapkan bubur itu kemulutnya, dengan tangan Reyhan yang memegang tangan Elia.
Reyhan ikut menelan paksa bubur yang ia buat. Terasa sangat manis namun juga enek. Mungkin Reyhan hanya memasukan micin dan gula pasir, tanpa garam sedikit pun.
Terlihat wajah aneh Reyhan yang sedang merasai bubur itu, membuat Elia tertawa lepas. Reyhan menatap Elia yang masih tertawa.
Elia yang masih tertawa, sadar jika di perhatikan, membuatnya menghentikan tawanya seketika dan membenarkan duduknya.
" Jika ingin meracuniku, tak perlu dengan bubur senikmat ini. " kata Elia beranjak bangun
" Tapi aku tulus membuatnya Elia, karena ini yang pertama kali membuat bubur jadi harusnya kamu memaklumi. Lagi pula aku membuatnya masih sangat mengantuk dan aku memaksakan mataku untuk terbuka, sampai aku tak bisa membedakan mana garam dan mana gula. Jadi hargailah sedikit perjuanganku Elia. " kata Reyhan mengejar Elia sudah di ambang pintu.
" Elia, aku akan membuatkan yang baru. tunggu aku disini. " Reyhan masih berusaha melakukan pendekatan dengan Elia.
" Tidak perlu dan terima kasih. " ucap Elia menutup pintu dengan kencang tepat di wajah Reyhan.
Namun beberapa waktu Elia membuka pintunya kembali, dan melihat Reyhan masih berdiri di depan pintu belum beranjak.
Elia menarik tangan Reyhan agar keluar dari apartemen nya.
__ADS_1
" Silahkan keluar dari apartemen saya !! " kata Elia melihat wajah Reyhan.
Reyhan terseyum senang saat Elia menarik tangannya dan terus memyeretnya sampai lift. Elia yang sadar jika dirinya masih memengang tangan Reyhan, dan terus di tatap oleh Reyhan pun segera melepaskan begitu saja.
Di dalam lift masih tidak ada percakapan dari keduanya. Hanya Reyhan yang terus terseyum sendiri, dan Elia yang merasa risi melihat pemandangan ini.
Reyhan terus mengikuti langkah Elia sampai di basemant, dan ikut masuk di mobil yang sama dengan mobil Elia.
" Apa yang Anda lakukan di sini? " kata Elia tak suka
" Mobilku di bawa Elwas mengantar asisten pribadimu ke klinik hari ini. Jadi antarkan aku ke kantor. " kata Reyhan santai
Elia memutar bola mata malas, dirinya merasa hari ini berasa sangat sial karena harus bertemu dengan Reyhan.
" Itu urusan Anda. Saya tidak akan mengantar Anda. Jadi keluarlah. " pinta Elia.
" Aku akan ikut ke klinikmu, siapa tahu Elwas masih di sana. " kata Reyhan terseyum
Elia yang malas berdebat karena hari juga semakin siang, akhirnya menyalakan mesin mobilnya dan membiarkan Reyhan ikut satu mobil dengannya.
Namun Reyhan tak perduli, dia terus menatap wajah Elia tak perduli dengan kecepatan yang Elia kemudikan.
Elia memarkirkan mobilnya di parkiran klinik. Dia keluar begitu saja dengan membanting pintu sangat keras.
Reyhan melihat tas Elia yang masih tertinggal, dia segera mencari ponsel Elia, dan melakukan panggilan ke nomer nya, karena setelah perpisahan mereka, Elia sengaja Mengganti nomor ponselnya.
Terlihat nomor Elia masuk ke nomor ponselnya karena ponsel Reyhan berbunyi saat ini.
Elia yang menyadari tasnya tertinggal kembali lagi. Rasa jengkel juga grogi membuatnya salah tingkah dan melupakan tasnya begitu saja tadi.
" Apa yang Anda lakukan dengan ponsel saya?? " ketus Elia
Reyhan menatap ponsel Elia dan memberikanya kembali pada yang punya.
" Tidak sopan sekali, mengambil sesuatu yang bukan milik Anda. Saya bisa melaporkan Anda ke polisi dengan dugaan pencurian. " kata Elia setelah mengambil tas juga ponselnya.
__ADS_1
Elia membanting kembali pintu mobilnya, dan berjalan cepat masuk dalam klinik. Ingin rasanya dia mencabik cabik Mizka saat ini karena meninggalkan dirinya sendiri di apartemen yang sama dengan Reyhan.
Reyhan ikut keluar dari mobil dan ikut masuk ke dalam klinik dengan santai.
Elia duduk di kursi kebesarannya karena di dalam klinik sudah ada pelanggan jadi tidak memungkinkan untuk Elia memaki Mizka saat ini.
Sedangkan Mizka yang melihat raut kemarahan dari Elia, segera memutar otaknya agar bisa mencari alasan yang pas untuk Elia terima.
Dengan santainya Reyhan duduk di depan kursi Elia, yang membuat Elia semakin jengkel dengan kelakuan tak tahu malu Reyhan.
" Kenapa Anda duduk di sini, bukankah anda berjanji hanya menumpang sampai klinik saja. " kata Elia pelan namun penuh penekanan. Elia tidak ingin menunjukan di hadapan pelanggan jika dirinya sedang bermasalah.
" Aku menunggu Elwas menjemputku. " jawab Reyhan santai
" Kenapa anda tak tahu malu sekali bisa duduk di sini. Anda bukan siapa siapa di sini. Silahkan menunggu di kursi tunggu di sana ! " kata Elia sambil menunjuk sofa panjang tempat orang menunggu giliran.
Reyhan menatap Elia dengan intens, terlihat Elia juga menatapnya dengan pandangan sinis.
" Jika aku tahu malu dalam membuktikan cintaku, apa kamu akan memberiku kesempatan? Tidak bukan. Jika dengan tak tahu malu aku bisa mendapatkan cintamu kembali, aku rela setiap saat melakukan hal yang tidak tahu malu itu untuk dirimu. " kata Reyhan yang berdiri mendekati Elia.
" Berhenti di sana !! " bentak Elia reflek.
Namun Reyhan seakan tuli tidak mendengarkan kata kata Elia. Dia terus berjalan maju mendekati Elia, sedangkan Elia yang ketakutan ikut berdiri, agar bisa menghindari. Elia terus berjalan mundur sampai terpentok di dinding ruangan itu. Reyhan terus maju mendekati Elia, dan berdiri di hadapan Elia sekarang ini.
" Pagi Elia......!! " teriak Sean yang langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Karena hari ini Sean memiliki hari libur, dia memutuskan mengunjungi klinik Elia. Dia sengaja ingin mengirimkan sarapan pagi untuk Elia saat ini. Namun Sean harus di kejutkan dengan pemandangan yang sangat tidak ia harapkan saat ini.
Hayo apa yang sedang di lakukan pasutri di ruangan yang sama itu ???🤔🤔🤔
Jangan jangan. 🤫🤫🤫
Boleh dong tinggalkan komentar kalian di sini agar Author tahu inspirasi apa yang kalian bayangkan 😁😁😁😁
Happy Reading dan jangan lupa like, gift dan vote karena semua itu gratis buat kalian,, tapi berarti buat Author 😘😘😘
__ADS_1