
Paula kembali ke apartemen miliknya, semula dia ingin kembali ke apartemen Reyhan, tapi dia tidak tahu nomor sandi milik Reyhan.
Paula berpikir keras bagaimana caranya mengambil hati orang tua Reyhan, supaya dia di sayangi seperti orang tua Reyhan menyayangi Elia.
Paula mengingat kembali bagaimana perjuangannya saat mengejar Reyhan yang sangat sulit. Betapa sulitnya ia ingin membuat janji bertemu dengan Reyhan. Sampai pada saat Reyhan mau menemuinya di sebuah hotel, dia langsung merencanakan sesuatu.
Paula menaruh obat perangsang pada jus jeruk yang ia sudah sediakan. Namun naas saat itu Reyhan tidak datang. Bahkan saat itu ada seseorang yang salah kamar dalam kondisi mabuk. Saat pintu apartemen nya berbunyi ia pikir adalah Reyhan langsung membuka, tanpa melihat wajah laki laki itu, Paula mengunci pintu apartemen. Saat dirinya menyadari jika laki laki itu bukan Reyhan, Paula mengusir pemuda mabuk itu. Bukan pergi pemuda itu justru duduk dan meminum jus yang di sediakan oleh Paula tadi. Hingga karena pengaruh alkohol juga obat perangsang itu, pemuda itu memperkosa Paula begitu saja.
Pemuda itu tau, jika dirinya meminum obat perangsang, jadi saat Paula minta pertanggung jawaban, pemuda itu justru memojokan Paula akan memasukannya ke penjara karena telah menjebaknya dengan obat perangsang. Paula saat itu masih mengelak, Namun pemuda itu sangat pandai, dia menunjuk gelas bekas ia minum dan akan membawanya sebagai bukti nanti di polisi. Paula yang takut di masukan penjara hanya bisa menangis, pemuda itu hanya memberikan sejumlah uang untuk kompensasi lalu pergi meninggalkannya.
Tak berselang lama, Reyhan datang. Dan yang sangat Paula sesalkan adalah, kenapa dulu Reyhan akan bertanggung jawab tapi dia justru menolak. Bahkan karena ia hamil ia menolak lamaran Orang tua Reyhan.
Paula berusaha ingin melakukan aborsi, tepat di rumah sakit yang Reyhan dan Elia tempati sekarang ini. Dia bersedia membayar dengan jumlah fantastis jika keinginannya di setujui. Namun ternyata dokter itu menolak dengan tegas. Dan dokter itu adalah Nihan.
Akhirnya setelah sering meminum banyak alkohol, Paula berhasil mengugurkan kandungannya. Sejak ia keguguran, ia berupaya keras mencari Reyhan untuk mengejar cintanya kembali. Tiga bulan lebih Paula baru mendapatkan informasi jika Reyhan berada Jerman. Dia pun langsung melakukan penerbangan ke Jerman untuk mencari Reyhan. Namun sayangnya setelah bertemu, Reyhan sama sekali tak merespon. bahkan ia dengar kabar jika Reyhan justru kembali ke Indonesia.
Dengan terpaksa akhirnya Paula ikut melakukan penerbangan kembali ke Indonesia. Semula Reyhan masih dingin dan menjauhi Paula. Namun Paula berusaha keras untuk mendekati Reyhan kembali.
Paula mendatangi perusahaan, dia menangis nangis mengatakan jika sudah tidak punya saudara, orang tuanya menolaknya karena ia sudah tidak suci lagi. Paula selalu menggunakan senjata jika dia di perkosa karena kesalahan Reyhan. Membuat Reyhan mengingat kembali kesalahannya yang tidak membatalkan pertemuannya dulu, padahal ia tak bisa datang.
Karena rasa penyesalan dan kasihan pada Paula, akhirnya Reyhan menyambut kehadiran Paula dan mau membantu setiap kesulitan yang Paula hadapi.
" Bagaimana pun Reyhan harus jadi milik ku seutuhnya. Aku harus membuat rencana agar mereka bercerai secepatnya. " gumam Paula.
__ADS_1
Dia bergegas membersihkan diri dan berencana akan menyusul Reyhan kembali ke rumah sakit. Paula ingin menunjukkan pada orang tua Reyhan jika dirinya lebih perhatian dan tulus menjaga Reyhan.
Paula berdandan dengan sangat cantik, karena dia seorang model dia bisa merias diri bak tuan putri yang cantik jelita.
Sampai di rumah sakit, Paula masih melihat Sina yang menjaga Reyhan. Ada raut kebencian dari wajah Sina.
" Untuk apa kamu kembali ke sini? Aku tak rela anak ku dirawat oleh wanita tak tahu malu seperti dirimu. " ucap Sina mulai berdiri dari duduknya dan mendekati Paula agar pergi dari ruangan tersebut.
" Bu.... Sudahlah ! Biarkan Paula masuk. " kata Reyhan tak enak hati pada Paula karena sikap tak baik Ibunnya.
Sina menatap Reyhan tak percaya, kenapa anaknya bisa lebih membela Paula dari pada dirinya.
" Reyhan, katakan sekali saja pada ibu. Kamu ingin ibu yang menemanimu di sini, atau wanita ini ? " tanya Sina
" Jangan mengalihkan pembicaraan, kamu pilih ibu yang di sini, atau dia. " kata Sina mengulang pertanyaan
Reyhan diam saja tak menjawab pertanyaan ibunya. Pikiranya sendiri sudah pusing memikirkan keadaan Elia. Tapi sekarang di tambah lagi dengan ibu dan Paula yang bersitegang.
" Baiklah. Jika kamu diam itu tandanya kamu menginginkan aku yang angkat kaki dari sini. Mulai sekarang aku tak akan mencampuri urusanmu Rey, lakukan apa yang menurut mu benar, dan lakukan apa yang menurutmu baik. Karena mulai detik ini, aku tak akan lagi menemuimu lagi.
Sina mengambil tas yang tergeletak di atas meja samping ranjang Reyhan. Sedangkan Reyhan masih diam saja tak menanggapi perkataan ibunya. Reyhan pikir jika dia ingin memberi ruang untuk ibunya agar menenangkan diri.
Sina keluar dari ruangan tersebut, sedangkan Paula terseyum bahagia karena Reyhan lebih memilih dirinya. Itu berarti dia akan lebih mudah mengusai pikiran Reyhan nantinya.
__ADS_1
" Rey.... Maafkan aku ya ! Karena aku, kau dan ibumu berselisih. " kata Paula lembut, perlahan dia duduk di samping ranjang Reyhan.
" Sudahlah. Ibu ku hanya terlalu tegang. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri. " kata Reyhan
" Bagaimana keadaanmu Rey, Apa kamu sudah baikan? " tanya Paula lembut. Di depan Reyhan Paula selalu menunjukan sikap lemah lembut dan perhatian.
" Aku sudah lebih baik. Tinggal menunggu dokter jaga, aku akan meminta pulang. " jawab Reyhan.
" Maafkan aku Rey, semua karena aku. Aku janji aku akan menemui Elia untuk minta maaf. " kata Paula
" Sudahlah Paula, semua sudah terjadi. Biarkan aku yang menjelaskan pada Elia nanti. " kata Reyhan
Paula memegang tangan Reyhan, dan terseyum.
" Terima kasih ya Rey, kamu masih mau berteman denganku. Di saat orang lain memandang rendah diriku, kamu selalu membela aku. Aku sangat beruntung bisa mengenal dirimu. " kata Paula menatap kedua bola mata Reyhan
Reyhan mengambil tangan Paula dari atas tangannya. Reyhan merasa tak nyaman jika Paula memegang tubuhnya. Berbeda jika dirinya berdekatan dengan Elia, Reyhan selalu ingin di sentuh oleh Elia, atau ingin Elia bermanja padanya.
" Kamu jangan menyalah artikan kebaikanku Paula. Aku melakukan ini hanya murni atas dasar rasa bersalahku dulu padamu. " jawab Reyhan
" Tapi aku ingin memulai semuanya dari awal Rey. Bukankah dulu kamu ingin bertanggung jawab untuk menikahiku. " kata Paula
" Semuanya sudah berbeda Paula, aku sudah tidak seperti dulu. Kini aku sudah menikah, dan aku baru menyadari, ternyata aku sangat mencintai Elia. Bukan karena aku ingin menaklukan hati dan menyiksanya. Tapi rasa ingin menaklukan dan memiliki seuntuhnya. Aku sangat mencintai Elia, Paula. " jawab Reyhan mantap.
__ADS_1