
Malam menunjukkan pukul 9 malam, di malam yang cukup dingin ini, Kiara dari tadi menahan rasa laparnya.
Dirumah sakit juga sudah tidak ada makanan, mungkin karena makanan sisa sudah di ambil karena sudah jam 9 malam. "Hanya ada buah apel," batin Kiara dalam hatinya.
Kiara hampir meraih buah apel itu, ia ingin memakannya, namun belum sempat Kiara meraihnya tangan Megga sudah menepis tangan Kiara dengan kasar membuat Kiara kaget.
"Kak, aku ingin makan buah apel ini," kata Kiara dengan suara lirih.
"Itu punyaku, siapa juga yang menyuruhmu memakan buah apel milikku," sentak Megga dengan ketus.
"Kamu ini disini tugasnya nemenin aku, bukannya menghabiskan makananku," lanjut Megga dengan ketus lagi.
Kiara mengangguk, tidak kakaknya tidak ibunya semuanya sama saja.
"Jangan berani sentuh makanan miliku, sana kamu tidurlah di sofa!" dengan tidak punya hati Megga menyuruh Kiara agar jauh dari tempat tidurnya.
Kiara beranjak dari tempat duduknya, lalu ia menuju ke sofa.
"Kruyukkk.... kruyukkk..."
"Rasanya lapar sekali," batin Kiara dalam hatinya.
Setelah setengah jam telah berlalu, Megga terlelap tidur, sedangkan Kiara tidak bisa tidur karena perutnya terus berbunyi, sungguh cacing-cacing dalam perutnya ini sangat menganggu sekali.
Kiara berjalan keluar, ia melangkahkan kakinya menuju ke taman yang ada di rumah itu.
Kevin yang baru saja keluar dari ruangan Dokter Lusi untuk mengantarkan berkas-berkas disuruh papanya, tiba-tiba ia melihat Kiara yang sedang duduk di taman sendirian.
__ADS_1
"Bukannya itu gadis manis, ini adalah yang kedua kalinya aku melihat kamu duduk di taman rumah sakit Cinta Kita," gumam Kevin dengan senyumannya yang khas, ia cukup senang melihat Kiara untuk kedua kalinya di taman rumah sakit Cinta Kita.
Flashback
Beberapa bulan yang lalu sebelum akhirnya Kevin bertemu dengan Kiara, dirumah sakit Cinta Kita inilah pertama kalinya Kevin melihat Kiara sedang duduk di taman yang sama, hanya saja waktu itu Kevin melihat Kiara hanya dari kejauhan. Kiara juga tidak tahu atau mengenal Kevin sama sekali.
Saat melihat Kiara untuk pertama kalinya, Kevin memang langsung jatuh cinta dengan kecantikan, ia mencari tahu tentang Kiara, hingga akhirnya Kevin memutuskan untuk mencari calon istri dan siapa yang menyangka kalau ibunya Kiara akan datang pada dirinya dan membawa foto cantik Kiara, saat itu juga Kevin langsung tersenyum bahagia dan tidak melakukan penolakan sama sekali.
Itulah awal mulanya pertemuan Kevin dan Kiara.
Of Flashback
Kevin berjalan menuju ke taman, ia tiba-tiba memegang pundak Kiara dengan lembut dan itu membuat Kiara cukup kaget.
"Ini tangan siapa....?" gumamnya, Kiara tidak berani menoleh ke belakang.
"Kamu....kenapa kamu ini seperti dedemit, ada dimana saja!" Kiara menatap Kevin kesal.
"Hey, aku ini seorang Dokter, wajarlah kalau aku berada dirumah sakit," ujar Kevin dan ia duduk di sebelah Kiara tanpa permisi.
"Kamu sedang apa disini?" tanya Kevin.
"Aku sedang menjaga kakakku yang sedang sakit," jawab Kiara. "Kruyukkk..kryukk..."
"Suara apa itu? Apa perutmu berbunyi?" tanya Kevin, membuat Kiara menggelengkan pelan. "Kryukk... kruyukkk..." perut Kiara kembali berbunyi, membuat Kiara merasa malu pada Kevin.
"Dasar bodoh, pasti kamu belum makan. Ayo makan denganku," ajak Kevin tapi Kiara menggelengkan kepalanya. "Aku tidak punya uang untuk makan," lirihnya dengan raut wajah malu.
__ADS_1
"Aku ini calon suamimu, masalah uang itu urusanku," ujar Kevin dan langsung mengajak Kiara pergi ke kantin rumah sakit.
Di kantin Kevin juga menemani Kiara makan, Kiara makan dengan lahap, karena sangat lapar tapi tetap dengan cara sopan makannya dan tidak berantakan.
"Makanlah yang banyak!" ujar Kevin seraya tersenyum kecil, melihat gadis yang ia sukai rasanya bahagia sekali.
Kiara mengangguk, dalam hatinya ia sangat bersyukur karena akhirnya bisa makan hari ini.
Di saat Kevin sedang makan, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata ada pesan masuk dari papanya.
"Papa...." Kevin membuka pesan dari papanya, lalu membacanya.
"Vin, kamu besok bawalah kekasihmu pada mama dan papa, ingat jangan sampai tidak! Atau papa akan mengguyurmu dengan selang air yang ada di depan rumah."
Kevin melihat Kiara, lalu Kiara melihat Kevin, kini keduanya saling menatap satu sama lain.
"Ada apa?" tanya Kiara dengan suara pelan.
"Besok, kedua orang tuaku ingin bertemu denganmu, jika aku tidak membawamu ke rumah, maka papaku akan mengguyur aku dengan selang air depan rumah," kata Kevin dan itu berhasil membuat Kiara hampir saja menyemburkan makannya ke Kevin karena menahan tawanya, untung saja itu tidak terjadi.
"Sudah seperti anak SD saja," sahut Kiara, akhirnya tawanya pecah di depan Kevin, tapi biarpun Kiara tertawa itu tetap terlihat cantik.
"Diamlah, jangan tertawa! Besok kamu ikutlah ke rumahku," kata Kevin pada Kiara.
Entah apa yang akan terjadi besok saat Kiara bertemu dengan kedua orang tuanya Kevin?
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia