Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta

Menikah Dulu Baru Jatuh Cinta
Jujur Kiara!


__ADS_3

Kiara, Kevin, Merry dan Mega, mereka duduk di ruang tamu, ruang tamu yang kira-kira ukurannya tiga kali tiga ya tidak seluas rumah Kevin.


"Oh iya, Kia kamar kamu dimana?" tanya Kevin penasaran, wajar saja penasaran apalagi Kevin baru pertama kali masuk ke rumah Kiara.


"Kamar aku ada,"


"Kiara selama ini tidur dengan Mega, iya kamar mereka berdua barengan," dengan cepat Merry memotong kata-kata Kiara. "Iya kan Kiara?" lirikan mata Merry seolah-olah memberikan isyarat pada Kiara agar bicara iya.


"Iya mas, aku tidur satu kamar dengan Kak Mega, kan rumah ini kecil mas," sahut Kiara dengan nada lembut.


Merry dan Mega bicara basa-basi pada Kevin, mereka hanya menundukkan sikap manis mereka di hadapan Kevin.


*


*


*


Malam menunjukkan pukul 7 malam, Kevin dan Kiara sudah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Kiara berbaring di atas ranjang tempat sambil membaca novel, sedangkan Kevin masih sibuk dengan laptopnya, setelah selesai Kevin menyusul Kiara ke atas ranjang tempat tidur.


"Haruskah buku terus yang kamu pegang, lalu kapan bagian untuk suamimu?" Kevin mengambil buku yang sedang Kiara baca dari tangan Kiara, lalu menaruh buku itu di atas nakas.


"Apa sih mas? Kan mas dari tadi kerja," ujar Kiara menatap Kevin.


Kevin membaringkan tubuhnya di sebelah Kiara, lalu menarik selimut tebal untuk menutupi tubuhnya agar tidak dingin.


"Kiara, aku lihat ibumu dan kakakmu itu sedang melakukan sandiwara," cetus Kevin.


Kiara yang tadinya biasanya saja, kini ia tampak ketakutan seperti ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan dan itu jelas terlihat oleh Kevin.


"Katakan padaku, ibumu tidak sebaik itukan? Sikap manisnya hanya untuk menutupi kejahatan dia saja," tebak Kevin dengan yakin.


Kevin tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak percaya sama sekali dengan ucapan Kiara tentang ibunya.


"Jujur saja! Mas punya buktinya, mas bukan orang bodoh yang bisa kamu bohongi," tukas Kevin dengan tegas.


Tanpa Kiara tahu, Kevin memang diam-diam menyuruh orang untuk menyelidiki ibunya dan kakaknya Kiara, bukan tanpa alasan namun sejak pertama kali Kevin bertemu dengan ibunya Kiara, Kevin memang sudah curiga kalau ibunya Kiara tidaklah baik.

__ADS_1


"Lihat! Ibumu minta uang katanya buat beli obat, itu nyatanya tidak, orang suruhan mas membututi ibumu dan kakakmu, ternyata mereka malah pergi ke mall untuk belanja, kamu tahu mereka hanya menganggap kamu itu sebagai tambang emas mereka," cecer Kevin seraya menunjukkan bukti rekaman pada Kiara.


Betapa terpukulnya hati kecil Kiara, apalagi saat mendengar ibu dan kakaknya mengatakan kalau dirinya ini hanya tambang emas saja yang bisa di manfaatkan kapan saja. "Sejahat itukah ibu dan kakakku," gumam Kiara dengan nada pelan.


"Sekarang kamu masih mau tetap membela mereka?" tanya Kevin dengan kesal.


"Mas, ibuku yang membesarkanku selama ini, biarpun beliau jahat aku tidak apa-apa mas," ujar Kiara dan tanpa sadar tangisnya pecah begitu saja.


Melihat buliran air mata Kiara jatuh, Kevin dengan cepat menarik Kiara masuk ke dalam pelukannya.


"Bukan masalah tidak apa-apa sayang, kamu punya mas, mas akan selalu melindungimu," kata Kevin di sela-sela pelukannya.


Hiks,hiks


Isak tangis Kiara semakin pecah, bayangan demi bayangan tiba-tiba bermunculan di kepalanya, sikap kejam ibunya, kebencian ibunya selama ini padanya, namun Kiara sampai sekarang tidak tahu, apa yang membuat ibunya begitu benci sekali padanya?


"Jujur pada mas! Apa saja yang sudah di lakukan oleh ibumu padamu selama ini?" tanya Kevin, ia melepaskan Kiara dari dalam pelukannya, lalu kedua matanya menatap Kiara dengan tatapan lembut.


"Ibuku selama ini tidak pernah baik sama aku mas, dia itu selalu benci padaku, aku juga tidak tahu apa yang membuat dirinya begitu benci padaku?" cerita Kiara pada Kevin.

__ADS_1


Kevin mengangguk paham, aku harus menyelidiki semua ini!!


Bersambung


__ADS_2