
"Ada yang perlu saya bicarakan pada ibu dan kakak ipar," ujar Kevin dengan nada datar tapi tegas.
Merry dan Mega sama-sama menoleh.
"Ada apa, nak?" tanya Merry, hatinya berdebar kencang.
"Ibu aku tahu kalau Kiara itu anak yang,"
Kevin menarik nafasnya pelan-pelan, kedua matanya tertuju tajam kepada Merry yang tidak lain ada wanita yang bergelar sebagai ibu mertuanya.
"Kenapa tidak di lanjutkan, nak?" tanya Merry masih berusaha santai, padahal dalam hatinya ia takut.
"Kiara adalah anak yang tidak inginkan oleh ibu mertua, tapi Kiara sama-sama lahir dari dalam rahim ibu, apakah ibu begitu membenci istriku?" ujar Kevin dengan tatapan tajam dan serius.
__ADS_1
Hati Merry tersentak rasanya seperti tersambar petir di siang bolong, hatinya bergumuruh hebat, kejadian beberapa tahun silam yang selama ini ia pendam dan sembunyikan, kini kejadian terkutuk malam itu terbayang-bayang di kepalanya. Jika mengingat kejadian malam itu, rasanya kebencian itu semakin dalam pada Kiara. Karena di saat melihat Kiara, Merry seperti melihat laki-laki yang telah melakukan hal keji itu, sungguh kebenciannya pada Kiara sampai saat ini. Biarpun Kiara lahir dari dalam rahimnya, namun kelahiran Kiara tidak pernah Merry inginkan sama sekali.
"Ibu tahu pasti kamu sudah tahu semuanya, mungkin kamu sudah mencari tahu tentang Kiara," kata Merry dengan nada sendu dan berusaha menahan air matanya.
"Kenapa ibu begitu membenci Kiara, karena setiap melihat Kiara anak sialan itu, aku seperti melihat laki-laki brengsek yang sudah melakukan hal keji itu padaku, aku sungguh benci Kiara, dia adalah anak terkutuk yang tidak pernah aku inginkan," lanjut Merry dengan jujur, air matanya akhirnya jatuh juga.
Mega tercengang, ia cukup kaget mendengar pengakuan ibunya, karena selama ini Mega juga tidak tahu akan hal itu. Ibunya juga tidak pernah cerita padanya.
Kevin mengerti, ia juga tahu bagaimana perasaan ibu mertuanya. Namun Kevin juga ingin Kiara mendapatkan keadilan dan kebahagiaan, karena Kiara juga tidak tahu akan hal ini.
"Ibu tahu Kiara begitu tulus menyayangi ibu dan kak Mega, tapi apa? Kalian sangat membencinya," tukas Kevin dan tanpa sadar Kevin menitikkan buliran air mata dari kedua matanya.
"Intinya Kiara anak dari laki-laki brengsek itu, makanya aku sangat membencinya," jelas Merry dengan jujur. Mengingat, dirinya sering kali berbuat kasar dan tidak sayang pada Kiara, ia juga sebenarnya merasa salah pada anak yang sudah di lahirkan ke dunia itu.
__ADS_1
"Baiklah, jika ibu dan kakak ipar tidak bisa menyayangi Kiara, maka tidak usah meminta uang ataupun hal lain pada Kiara!" tegas Kevin pada ibu mertuanya dan kakak iparnya.
Mega menatap tajam Kevin, tatapannya cukup kasar dan sangat tidak suka pada Kevin.
"Kamu tidak berhak melarang kita ya, ingat Kiara adalah anak ibu, jadi kamu tidak boleh melarang ibu bertemu dengan Kiara!" sahut Mega dengan tatapan berapi-api.
"Aku suaminya, jadi aku berhak," dengan tatapan adem, Kevin tersenyum pada Mega.
"Aku ini ibunya, ingat!!"
"Ibu apa? Ibu yang tak pernah menyayangi anak kandungnya? Ibu yang memperlakukan anaknya sendiri seperti anak tiri," cecar Kevin menggebu-gebu, kini amarah mulai menguasai hatinya.
Merry dan Mega dengan tatapan kasar, mereka langsung meninggalkan Kevin begitu saja.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia