
Pagi yang cerah telah datang, Kevin dan Mahendra sudah berangkat ke rumah sakit sedangkan Kesya masih tidur, karena belum mulai masuk kuliah lagi dan ada kemungkinan Kesya akan di pindahkan ke kotanya dari luar negeri, karena menurut Ria lebih baik Kesya kuliah di tempat yang dekat daripada kejauhan diluar negeri sana.
Kini Ria dan Kiara sedang sibuk di dapur, Ria sedang sibuk membuat kue dan Kiara dengan senang hati membantu mama mertuanya.
"Kamu belum mulai kuliah lagi nak?" tanya Ria dengan nada lembut, Ria mulai menyiapkan bahan-bahan kue dan mulai membuat kue, ia hari ini ingin membuat brownies coklat.
"Belum ma, mungkin besok ma Kiara baru mulai masuk," jawab Kiara, ia sedang sibuk dengan cucian piringnya.
Padahal ada Art, namun Kiara tidak bisa diam saja saat melihat banyak cucian piring kotor di atas wastafel, lagian Kiara juga sudah biasa mengerjakan hal seperti ini.
Setelah mencuci piring, Kiara membantu Ria menyiapkan cetak kue berbentuk lucu-lucu.
"Mama," Kiara menatap mama mertuanya ragu-ragu.
Ria menoleh, terukir senyum kecil di sudut bibirnya. "Iya nak kenapa?" tanya Ria, tapi Kiara malah tersenyum tipis. "Haruskah aku bertanya kepada mama tentang dress-dress cantik itu? Namun jika aku tidak bertanya, aku juga tidak akan tenang," batin Kiara dalam hatinya.
"Kenapa? Apa Kevin membuat masalah nak?" Ria bertanya dengan tatapan lembut, Kiara terdiam sejenak, Ria pun berdehem dan Kiara menoleh.
"Kok malah diam?" tanya Ria.
"Tidak ma, Kevin tidak buat masalah," jelasnya dengan ragu-ragu lagi.
"Jika ada apa-apa katakan saja nak! Jika Kevin membuat masalah, nanti mama akan menasehatinya nanti," ujar Ria seraya sibuk membuat adonan kue.
Kiara menyakinkan hatinya, ia mengumpulkan keberanian untuk bertanya tentang dress-dress cantik, agar tidak terus kepikiran yang tidak-tidak.
__ADS_1
"Ma, maaf dress-dress cantik yang ada di lemarinya Kevin itu punya siapa?" tanya Kiara, rasanya malu, tidak enak tapi ia juga tidak ingin terus-terusan penasaran dan bertanya-tanya.
Ria tersenyum, ia tahu pasti memantaunya ini sedang berpikir macam-macam.
"Apa Kevin tidak mengatakannya padamu, nak?" tanya Ria, yang diiringi senyum kecil.
"Katanya itu untuk Kiara yang di siapkan oleh mama, tapi Kiara," karena merasa tidak enak, Kiara menghentikan perkataannya.
"Tapi apa? Itu memang mama yang siapkan untukmu nak," jelas Ria.
Mendengar pertanyaan dari Ria, seketika pikiran macam-macam Kiara hilang begitu saja, dan ia senang karena Kevin ternyata jujur pada dirinya.
Kiara dan Ria kembali melanjutkan kegiatan mereka, dan sambil membuat kue mereka juga saling bercanda dengan bahagia.
Setelah selesai membuat kue, Kiara pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan kue buatan dirinya dan mama mertuanya itu.
*
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Putra dan Fina sedang istirahat makan siang di kantin rumah sakit, sedangkan Kevin masih di sibukkan dengan pasiennya yang sedang berkonsultasi.
"Dok, bagaimana dengan penyakit saya? Apakah bisa sembuh atau saya harus melakukan operasi?" tanya sang pasien, iya pasien itu menderita penyakit yang mungkin sulit untuk di sembuhkan.
__ADS_1
"Pasti bisa, yang penting semangat dan rutin menjalani perawatan," ujar Kevin menyakinkan pasiennya agar semangat sembuh.
Pasien cantik yang kira-kira usianya sudah 30 tahunan, namun masih berstatus lajang dan ini adalah salah satu pasien yang selalu datang pada Kevin.
"Jika yang merawat Dokter Kevin pasti aku akan rajin perawatan sampai sembuh dok," dengan senyum penuh arti sang pasien itu tersenyum pada Kevin dan bertujuan menggoda Kevin.
Kevin hanya tersenyum kecil, ya tugasnya sebagai dokter itu memang menyembuhkan pasien yang sakit.
Kiara melangkahkan kakinya dan ia mengetuk pintu ruangan Kevin yang di tunjukkan oleh salah suster rumah sakit yang ia tanya tadi.
"Toko-toko,"
"Masuklah!"
Kiara pun membuka pintu ruangan Kevin, namun ia terkejut saat melihat hanya ada Kevin dan seseorang wanita cantik, mereka berduaan lagi. "Bukankah ini jam istirahat, tapi kenapa ada wanita cantik di ruangan suamiku?" batin Kiara dalam hatinya, ia mulai berpikir yang tidak-tidak lagi.
"Kiara!!" Kevin terkejut melihat Kiara yang datang.
"Gadis itu siapa dok?" tanya pasien itu.
"Dia adalah istriku," ujar Kevin dengan bangga.
Seketika sang pasien kaget, ia mengira Kevin belum menikah dan ternyata Kevin sudah punya istri yang sangat cantik.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia