
Hari-hari yang di tunggu akhirnya datang juga, yaitu acara 7 bulanan Kiara.
Acara 7 bulanan di adakan di rumah mertuanya, karena ini permintaan Ria. Kiara dan Kevin juga tidak keberatan, dimana pun acara 7 bulanan di gelar, ya niatnya sekalian syukuran agar lahirannya kelak normal, anak dan ibunya juga sehat.
Felly dan Putra juga datang mereka tampak serasi dengan setelan baju warna putih, mereka tampak serasi sekali.
"Kita sudah pacaran lama, tapi kapan kita akan nikah?" sindir Felly penuh harap, andai saja Dokter Putra mengajak aku menikah pasti aku tidak akan menolak.
"Maunya kapan? Minggu depan mau?" tawar Putra, membuat Felly membelalakkan kedua matanya.
"Apa kamu sedang bergurau?" Tanya Felly serius.
"Aku tidak bergurau sayang, aku sudah siap untuk menikah," ujar Putra pada Felly.
Putra memang sudah mapan, rumah sudah punya, mobil juga punya 2, apartemen punya satu. Dan itu semua hasil dari kerja keras sendiri menjadi Dokter bedah selama ini. Kurang apalagi? Perhatian, sayang sama pasangan, beruntunglah Felly mendapatkan hati dan cintanya Putra. Dokter muda yang tampan dan tentunya menggemaskan karena tubuhnya yang sedikit berisi.
Ternyata Kiara dan Kevin sudah berada di samping mereka.
"Ciee ada yang ada sudah siap menikah," ledek Kevin jail.
"Kalian sejak kapan di sini?" tanya Putra menatap Kevin.
Felly mengelus-elus perut Kiara, ia merasakan ada gerakan di perut Kiara.
"Kia, kamu sebentar lagi gendong anak, lalu aku kapan?" cetus Felly dengan gemas.
"Nyicil aja dulu dari sekarang Put," cibir Kevin yang begitu jail.
__ADS_1
"Haha main cicil aja berasa bayar kredit bulanan Vin," tawa Putra begitu renyah.
"Ini mah bukan bulanan lagi Put, harian," timpal Kevin yang sudah tertawa.
Felly mendengus kesal, ia menatap Putra lalu mengalihkan sorot matanya malas.
"Bercanda sayang, mana mau aku nyicil, mending langsung saja," pungkas Putra yang diiringi tawa jail.
"Sudah-sudah menikah sekarang lebih baik," lerai Kiara agar tak ada perdebatan lebih lanjut lagi.
Kevin dan Kiara berlalu pergi dari hadapan Putra dan Felly, karena acara sudah mau di mulai.
Sedangkan Fina tidak hadir di acara 7 bulanan Kiara, padahal Kevin sudah mengundangnya tapi ya entahlah.
Kini acara berlangsung dengan sakral. Proses acara demi acara berlangsung dengan baik.
Bagi Merry acara 7 bulanan Kiara tidak penting, selain Kiara anak sialan, Merry juga selalu menganggap Kiara itu anak seorang bajingan yang biadab.
Setelah beberapa lama akhirnya acara selesai.
Kiara tampak terdiam di bangku dan matanya mencari-cari sosok yang tidak lain adalah ibu dan kakaknya.
"Mas, apa kamu tidak mengundang ibu dan kakak aku?" tanya Kiara terdengar suaranya begitu sendu.
"Sayang, mas undang ibu dan kak Mega kok. Mas anterin undangannya kesana," jawab Kevin. Ia juga heran kenapa ibu mertuanya dan kakak iparnya tidak hadir di acara 7 bulanan Kiara? Kasian istriku dia pasti sangat sedih.
"Ibu memang membenciku mas, malangnya nasibku mas anak kandung tapi seperti anak tiri," tangis Kiara pecah dan Kevin langsung memeluk Kiara dengan erat sambil mengusap-usap bahunya dengan lembut.
__ADS_1
***
Di saat Kiara begitu sedih karena ibunya dan kakaknya tidak datang ke acara 7 bulanannya. Di sisi lain Merry sedang asik mabuk bersama dengan kekasih barunya, begitu juga Mega saat ini dia sedang bersenang-senang di hotel bersama dengan kekasihnya.
Seandainya Kiara tahu kalau keluarganya tidak pernah perduli padanya, apakah dia akan merasakan kesedihan yang begitu dalam?
***
Setelah di tenangkan oleh Kevin akhirnya Kiara berhenti menangis.
"Anak mama," sapa Ria sambil mengusap kepala Kiara dengan lembut.
"Mama," dengan hati yang saat ini sedang sedih Kiara memeluk mama mertuanya dengan erat.
Ria mengerti saat ini menantunya sedang sedih, apalagi Ria melihat ibunya Kiara tidak datang ke acaranya.
"Ada mama nak, sekarang mama adalah orang tua kamu nak," ujar Ria dengan nada lembut.
Kevin menggelengkan kepalanya, tega sekali ibu mertuanya membuat istrinya sedih.
Setelah semua acara selesai, semua tamu juga sudah pulang, Kiara langsung di suruh istirahat oleh Kevin. Karena takut kecapean, Dede bayinya juga harus istirahat. Apalagi dari tadi Kiara juga nangis itu membuat Kevin semakin kawatir.
Beruntunglah Kiara di kelilingi oleh orang-orang yang sayang padanya, biarpun ibunya tidak pernah sayang padanya tapi mama mertuanya begitu menyayanginya, bagi Ria, Kiara dalam putrinya sendiri.
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1