
Hembusan angin yang begitu dingin, membuat Kevin semangat untuk membajak ladang milik Kiara.
"Mas," lirihnya dengan lembut.
"Apa sayang?" tanya Kevin di sela-sela kegiatannya, ia sibuk dengan dua gunung kembar milik Kiara.
"Apa mas sudah siapa untuk punya anak?" tanya Kiara ragu, tiba-tiba Kevin menghentikan kegiatannya dan mendongkakkan kepalanya lalu kedua matanya menatap Kiara dalam-dalam.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau punya anak dariku?" Kevin seketika sensi, kini tatapannya berubah menjadi kesal.
Kiara mengutukti mulutnya sendiri, kenapa aku bisa bertanya hal seperti ini di saat Mas Kevin sedang, ah Kiara kamu itu suka oon.
"Mas bukannya seperti itu, aku hanya ingin kita berdua sama-sama siap untuk punya anak, aku tidak mau mas kalau anak kita ke kurangan kasih sayang," kata Kiara dengan hati-hati.
Kevin terdiam, ia mengusap pipi Kiara dengan lembut. Kevin paham kenapa Kiara bertanya seperti ini, mungkin Kiara mengingat akan kehidupannya selama ini yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tuanya. Sedih memang, jadi wajar saja Kiara hawatir di saat nanti punya anak.
"Itu tidak akan terjadi istriku, jika nanti kamu hamil aku pasti akan perhatian sama kamu dan calon anak kita, lalu anak kita lahir aku pasti akan menjadi seorang papa yang penyayang, aku akan membantumu merawat anak kita nanti," tutur Kevin dengan nada lembut.
Kiara menatap Kevin, ia tersenyum kecil dan tanpa permisi ia mendekatkan bibirnya ke bibir Kevin. Kini bibir keduanya saling bertautan manja, Kiara juga cukup lincah dan sekarang posisinya sudah berada di atas tubuh Kevin.
Kevin begitu kagum melihat kelincahan istrinya, ternyata Kiara sudah jauh lebih pintar dariku. "Belajar darimana dia?" batinnya dalam hati, biasanya Kevin yang selalu lincah tapi malam ini sangat berbeda.
Kiara terus bergerilya nakal menulusuri setiap tabuh inchi Kevin.
__ADS_1
Pergelutan panas terus berlanjut, hingga ladang Kiara yang kering akhirnya di airi juga. Sungguh begitu nikmatnya, kini setelah selesai mereka berdua sama-sama membaringkan tubuhnya karena rasanya sangat capek sekali.
Setelah istirahat sebentar, mereka berdua langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka.
****
Pagi yang indah telah datang, Kiara pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kampus di antar oleh supir.
Sedangkan Kevin pagi-pagi sekali langsung berangkat ke kerja karena ada pasien yang harus di tangani pagi ini juga.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Kevin bergegas pergi ke suatu tempat. Kali ini raut wajahnya tampak marah, bahkan kedua tangannya mengepal sempurna, entah ada apa? Tapi setelah menerima pesan entah dari siapa? Kevin pergi terburu-buru.
****
Rintik-rintik hujan mulai turun, Kiara fokus dengan mata kuliah hari ini.
"Suamiku pagi-pagi sekali sudah berangkat ke rumah sakit, sepertinya ada pasien yang harus di tangani, soalnya buru-buru sekali tadi," sahut Kiara. Membuat Felly mengeryitkan dahinya dengan malas.
"Kiara, aku tanya apa hari ini kamu tidak pergi ke rumah sakit?" gemas sekali, Felly kembali memperjelas pertanyaannya pada Kiara.
Kiara mendekatkan wajahnya ke wajah Felly, dengan cepat Felly menjauhkan wajah dari wajah Kiara.
"Jangan macam-macam!" cegahnya, sebelum Kiara melakukan sesuatu. Kiara menghembuskan nafas kesal, lagian siapa juga yang mau macam-macam? Dasar otak mesum, masa iya aku mau makan jeruk sama jeruk, padahal memakan suamiku saja lebih enak. Hahaha, seketika Kiara mengingat kejadian malam tadi, sungguh aku ini begitu liar, ahh ini semua karena film yang aku tonton.
__ADS_1
Kiara malah senyam-senyum, membuat Felly seketika jijik.
"Kiara mulai gila."
"Aku gila karena suamiku."
"Felly, aku sarankan kamu menikah saja! Menikah itu enak Felly," bisiknya dengan nakal.
"Makanya ayo kita ke rumah sakit, biar aku bisa cepat-cepat menikah," balasnya di telinga Kiara.
"Baiklah, setelah selesai kuliah, kita ke rumah sakit," ajak Kiara semangat.
Akhirnya kuliah selesai juga, tanpa menunggu lama Kiara dan Felly langsung pergi menuju ke rumah sakit di antar oleh supir pribadinya Kiara, supir pribadinya Kiara seorang wanita, karena Kevin tidak rela jika Kiara harus satu mobil dengan laki-laki lain, ya biarpun itu supirnya tetap saja Kevin tidak rela jika kecantikan istrinya di nikmati oleh laki-laki lain, akhirnya Kevin mencarikan supir wanita khusus untuk istrinya.
Sesampainya di rumah sakit, Kiara dan Felly langsung menuju ke ruangan kerja Kevin. Tapi sesampainya di sana ternyata Kevin tidak ada dan di ruangan itu hanya ada Fina dan Putra.
"Dokter Putra, Mas Kevin kemana?" tanya Kiara, saat melihat suaminya tidak ada di meja kerjanya ia merasa kawatir.
"Tadi pergi buru-buru Kia, cuma aku tidak tahu Kevin mau pergi kemana," jelasnya pada Kiara.
Kiara mengangguk, sedangkan Felly sudah duduk di kursi hadapan Putra, tujuan Felly ya ini ketemu Putra.
Kiara mengangguk, ia duduk di kursi kerjanya Kevin, ia berusaha menghubungi Kevin tapi tidak ada jawaban, di kirim pesan juga tidak di balas.
__ADS_1
Entah Kevin pergi kemana?
Bersambung